Cerita Ramadhan Tahun 1432 H

Original post: http://aftinanurulhusna.multiply.com/journal/item/303/Ramadhan-Series-part-4-Cerita-Tahun-1432-H

Sep 6, ’11 8:50 AM

 

Alhamdulillah, kita sudah memasuki bulan Syawal. Ya Allah, semoga kita semua dapat bertemu dengan Ramadhan tahun depan :D Ramadhan selalu memberikan cerita. Ada banyak sekali dan aku merangkum semua itu dalam beberapa tema.
Jadi orang yang lebih baik
Jadi, setiap kali menjelang Ramadhan, baik dua bulan setengah, satu bulan, atau satu hari sebelum Ramadhan, aku selalu berpikiran, “Bulan Ramadhan ini aku harus lebih baik daripada tahun kemarin.” Rasanya sepanjang tahun seperti itu, tetapi sepanjang tahun itu pulalah aku merasakan kekecewaan karena aku tidak bisa menjadi seperti yang aku harapkan dan haruskan pada diri sendiri. Aku tidak tahu seberapa universal kekecewaan macam ini dialami oleh orang lain, tetapi secara pribadi aku perlu menemukan pemecahannya.
 
Setelah ditelusuri sebab psikologisnya (tidak ada yang lain ^.^’) dan kurenungkan, sepertinya ini karena kesalahanku sendiri. Aku menargetkan amalan yang terlalu tinggi, yang melebihi kemampuanku. Yang seperti itu ternyata biang kekecewaan ketika aku gagal melakukannya. Jadi aku berpegangan pada keyakinan bahwa Allah suka pada orang yang istiqomah. Aku melakukan yang mudah bagiku dan istiqomah dengan itu. Hasilnya, tahun ini aku merasa lebih baik.
 
Yuk Me-Ramadhan-kan Diri
 
Sebenarnya ini program “rahasia” yang tampaknya terlupakan, terutama oleh pencetusnya dulu di kampus, aku dan teman-temanku. Waktu itu kami duduk-duduk dan tidur-tiduran di mushola, menikmati sepoi angin musim kemarau sambil berbincang: “Wah, Ramadhan sudah mau selesai…” (itu empat tahun yang lalu…) “Seandainya Ramadhan itu setiap hari…” Sebenarnya, mau dibuat seperti apa, bulan Ramadhan itu hanya satu setiap tahunnya. Tapi, semangatnya itu yang bisa dipertahankan.
 
Sekarang, aku berpikir sebab psikologisnya (tidak ada yang lain yang bisa kupikirkan selain ini ^.^’). Waktu kupandangi langit subuh yang masih gelap, aku berpikir apa bedanya malam Ramadhan dengan malam Syawal (maksudku malam dalam arti malam yang sebenarnya). Sama-sama gelap, sama-sama ada bintang dan bulan yang separuh. Sama-sama dingin dan baru saja adzan subuh. Tapi, jika waktu Ramadhan banyak shaf shalat subuh bisa mencapai setengah isi mushola, sekarang tinggal dua shaf tak penuh, seperti waktu sebelum Ramadhan. Ya, memang bedanya waktu Ramadhan banyak masjid dan mushola berseru-seru agar orang bangun sebelum subuh, bahkan stasiun TV sudah ramai tiga jam sebelum subuh dan tausiyah ada di mana-mana. Kupikir, begitulah kekuatan perintah Allah yang diikuti dengan “kesigapan” sosial, apapun motifnya. Aku berandai-andai, bagaimana jika bulan-bulan berikutnya juga berisi kesigapan yang sama?
 
Haha… aku belum berpikir ini ide bagus. Hanya saja kali ini dorongan beramal memang kembali pada usaha sendiri, bukan karena orang lain atau televisi yang gembar-gembor “Ramadhan! Ramadhan!”
 
Ramadhan’s Code = All Months Code
 
 
Teman-teman
 
Selama Ramadhan, selalu ada kesempatan untuk berkumpul bersama teman-teman. Yang paling populer bagiku adalah acara buka bersama di kampus atau bersama teman-teman semasa SMA. Inilah kesempatan untuk menjalin keakraban bersama orang-orang yang kita sayang. Dan aku bersyukur, aku tidak mendapat banyak undangan buka bersama. Jika tujuannya untuk silaturahmi, aku sangat suka, tapi kalau buka bersama itu hanya untuk berkumpul-kumpul menghabiskan waktu sore dalam rangka menunggu waktu berbuka, tidak deh. Lebih baik di rumah, bantu ibu dan nonton acara TV di bulan Ramadhan.
 
Ketika berkumpul dengan teman-teman, aku merasakan kesenduan. Maksudku, teman-teman yang ada di sini dan aku sendiri hanyalah manusia yang sekarang ada besok mungkin tidak, sekarang dekat besok jauh, sekarang bertemu besok berpisah. Semua ini benar-benar sementara. Sekarang bisa begini akrab, tetapi mungkin ada saat di mana semua terasa asing. Ada banyak hal yang bisa terjadi dan aku berdoa, “Ya Allah, semoga Engkau memeliharan silaturahim ini, sampai akhirat nanti. Semoga kita semua senantiasa mendapatkan teman-teman yang baik :D”
 
Keluarga
 
Sepanjang tahun aku selalu mengunjungi keluarga besarku. Pada intinya, aku termasuk orang yang mudik. Ide lain di samping berkunjung-kunjung adalah jalan-jalan. Menikmati perjalanan. Itu menyenangkan. Mencoba-coba rute baru yang naik-turun gunung? Itu menyenangkan, karena setidaknya terhindar dari kemacetan lalu lintas parah.
 
 
Perjalanan berkunjung-kunjung juga memberikan banyak cerita. Ketika bertemu saudara, rasanya bahagia sekali. Yang satu cerita anaknya yang baru lahir, yang satu anaknya yang susah SMA dan yang lain anaknya yang belum lulus kuliah. Yang satu cerita pekerjaannya, yang satu cerita perjalanan mudiknya, dan yang lain cerita masalah-masalahnya. Kita semua update informasi tentang keluarga. Yang menyenangkan lainnya: uang hari raya. Alhamdulillah… Ya Allah, lapangkan rezekiku yang halal dan baik agar aku bisa ikut berbagi…😀
 
S-k-r-i-p-s-i
Apalagi ya, yang bisa kuceritakan? Oh, iya! Liburnya kurang, secara psikologis kurang! Tidak bisa aku tidak memikirkan skripsiku yang belum selesai. Jadi, waktu mudik, aku membawa satu tas ekstra berisi laptop dan map besar berisi skripsi. Heh, tidak tersentuh barang sebentar dan setelah itu langsung diajak pergi lagi. Jadi, buat apa dibawa, coba? Seharusnya aku tidak perlu memikirkan skripsiku, fokus senang-senang dan silaturahmi saja, tapi sayangnya liburnya pun sudah selesai dan aku kembali pada hari di mana aku wajib memikirkan skripsiku. Semangat semangat!
***
Sekian cerita Ramadhan tahun ini! 
 
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H, semoga Allah menerima amalan Ramadhan dan puasa kita. 
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s