“Ketika Kita Memandang Masa Depan”, Penjelasan Puisi

Original post: http://aftina.blogspot.com/2009/04/ketika-kita-memandang-masa-depan.html

Jumat, 24 April 2009
Ketika kita memandang masa depan
apakah semua orang pantas kita kenal?

Suatu kenyataan yang menyesakkan
akan ada waktunya
untuk pura-pura buta
untuk pura-pura tuli
dan untuk pura-pura tak berhati.

Apakah benar?
suatu saat nanti akan ada
orang-orang yang kita lupakan
orang-orang yang terlupakan
orang-orang yang kita ingat
dan orang-orang yang teringat sampai mati.

Jika benar,
siapa saja mereka?
akan kucari tahu
sampai ujung dunia.

22 April 2009

Ada nasihat dari sebuah buku tentang pengembangan diri yang intinya: Jadilah tuli di hadapan orang-orang tertentu, yaitu orang-orang yang hobinya mengomentari negatif cita-cita kita. Orang-orang ini tak perlu didengarkan alias jadilah tuli untuk sementara waktu.

Ada pula orang yang kita temui menghabiskan waktu bersenang-senang dan mengomentari keseriusan kita. Untuk orang semacam ini sepertinya lebih baik kita berpura-pura tidak melihat mereka dan apa yang mereka lakukan.

Pernahkah juga mendengar nasihat soal hati-hati mencari teman? Tidak ada yang meragukan keampuhan nasihat ini, mengingat bahwa manusia memang dibentuk oleh lingkungannya dan dipengaruhi dengan siapa ia bergaul. Kepribadian manusia dibentuk salah satunya oleh dengan siapa ia hidup. Masa depan manusia pun dipengaruhi dengan siapa ia menjalani hidup. Pertanyaannya adalah siapakah significant other dalam hidup kita? Significant other adalah tokoh utama dalam riwayat hidup kita selain diri kita sendiri. Jika riwayat hidup kita dibukukan, maka mungkin mereka adalah orang-orang yang kita sebutkan dalam lembar ucapan terima kasih. Tidak hanya berterima kasih pada mereka, kita juga bersyukur pada Tuhan karena dengan izin-Nya-lah kita bertemu dengan significant other kita.

Hanya saja masalahnya, siapakah mereka?

Manusia yang paling baik adalah yang bermanfaat bagi sesamanya, begitu kata salah satu hadist Nabi. Bermanfaat atau tidaknya sesuatu mengundang diri kita untuk memberi penilaian berharga atau tidak sesuatu tersebut. Terhadap sesuatu yang berharga kita akan menjaganya baik-baik, namun terhadap sesuatu yang kita anggap tidak bernilai, hilang pun kita tak peduli. Jika yang berharga itu hilang, maka kita akan mengingatnya terus, tetapi jika yang hilang adalah yang tak bernilai itu, kita bahkan bisa saja lupa apakah pernah bertemu dengan barang yang tak berharga itu.

Begitulah nasib sebagian orang dan sebagian orang yang lain dalam hidup kita. Begitu banyak orang yang hadir dan pergi dalam hidup kita atau mereka hanya berlalu-lalang di hadapan kita tanpa pernah kita kenal atau kita sapa atau dalam kesempatan yang lain mereka berinteraksi dengan kita, tetapi dengan menginjak kaki kita sehingga kita kesakitan. Mereka adalah orang yang benar-benar terlupakan dan yang ingin kita lupakan. Betapa buruknya nasib orang itu dalam kisah hidup kita.

Selain mereka yang bernasib buruk, ada pula yang bernasib cukup baik, yaitu orang-orang yang kita ingat karena peran mereka dalam hidup kita. Mereka memberi kita pelajaran hidup baik dari kisah indah dan kebaikan hati mereka maupun kisah sedih dan air mata yang kita alami karena mereka. Tetapi yang sama dan terpenting, kita mendapatkan pengalaman hidup yang membuat kita memperbaiki diri.

Dalam biografi hidupnya, Andersen, pujangga besar dari Denmark dikisahkan pernah berniat membunuh dirinya sendiri dengan menenggelamkan diri ke danau. Peristiwa itu terjadi ketika ia tengah berputus asa karena kesulitan hidupnya pada masa awal hidup merantau ke kota Copenhagen. Ia telah berada di danau, tepat sebelum ia melompat, di danau muncul bayangan wajah nenek yang sangat ia sayangi. Ia mengurungkan niatnya bunuh diri dan memutuskan untuk bertahan. Sampai hari ini namanya masih bertahan dan menginspirasi jutaan anak di seluruh dunia karena dongeng-dongeng yang ia ciptakan.

Siapakah orang, seperti nenek bagi seorang Andersen, dalam hidup kita. Ia kita ingat sampai akhir hayat kita. Ia tentu adalah orang yang paling berharga dalam hidup kita. Karena mereka kita bertahan untuk mencapai cita-cita, bertahan tidak jatuh, bertahan untuk tidak melakukan hal-hal bodoh. Mereka menginspirasi hidup kita, membuat kita ingin seperti mereka.

Ketika kita memandang masa depan, bukankah tidak semua orang pantas kita kenal? Ketika kita memandang masa depan, pikirkanlah langkah kita hari ini, apakah ia membawa kita kepada orang-orang hebat atau kepada orang yang menjadi akan bermasalah dalam hidup? Teman dan sahabat bukan sosok yang datang tiba-tiba. Mereka kita cari dengan sungguh-sungguh karena mereka adalah bagian bari strategi hidup kita.

Ketika kita memandang masa depan, akan ada orang-orang yang demi kebaikan kita tidak perlu kita ketahui, kita kenal dan kita dengarkan. Tak perlu pula kita tertarik pada mereka untuk mengikatkan diri kecuali untuk tetap mengambil pelajaran dari hidup mereka yang menurut kita, tragis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s