Orang-Orang yang Berubah

Original post: http://aftina.blogspot.com/2010/08/orang-orang-yang-berubah.html

Orang-orang berubah dari masa ke masa. Sering kita sulit percaya bahwa masa lalu sudah berlalu dan masa depan memunculkan orang-orang dengan jiwa baru… Sering pula kita bertanya apa yang membuat ini terjadi.

Salah satu jawaban yang sempat kupikirkan adalah kedewasaan. Ada orang yang berkata bahwa menjadi tua adalah suatu kepastian, tetapi menjadi dewasa adalah suatu pilihan. Apa sebetulnya yang tengah dilakukan orang-orang dalam perjalannya menjadi dewasa?

Bekal untuk menjadi dewasa sesungguhnya adalah sesuatu yang sederhana. Manusia sudah berpotensi menjadi sosok yang penuh kedewasaan ketika Tuhan menciptakannya dengan seperangkat alat untuk mengambil keputusan: akal, perasaan, dan hati nurani. Seperangat alat ini sudah kita semua miliki sejak kita masih kanak-kanak, tetapi penggunaannya semakin penting ketika kita menginjak usia remaja atau dewasa. Pada usia remaja sampai dewasa ini, kita dihadapkan pada masalah-masalah yang semakin kompleks sehingga kita perlu secara aktif dalam menggunakan kemampuan diri untuk mengatasi masalah tersebut.

Bekal selanjutnya adalah keberadaan suatu masalah. Masalah dalam hidup diciptakan bukan tanpa mengandung suatu manfaat. Secara memudahkan, jenis masalah dapat dibagi menjadi dua, yaitu masalah yang berdampak positif dan masalah yang berdampak negatif. Tetapi, sebaiknya dipertimbangkan bahwa apa yang membuat suatu masalah bernilai positif atau negatif adalah diri kita sendiri. Bagaimanakah respon kita dalam menghadapi masalah… apakah kita berani menghadapinya atau malah melarikan diri dari masalah? Seperti apakah respon kita memberi kita kesempatan untuk memanfaatkan kemampuan yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.

Kedua bekal tersebut telah ada dalam diri kita. Tinggal, bagaimana kita mengolah keduanya sehingga berbuah kedewasaan dan memunculkan perubahan dalam diri kita.

Manusia diciptakan bermacam-macam, ada yang hidup dengan kondisi yang baik, ada yang tidak. Cukuplah itu menjadi jawaban untuk pertanyaan mengapa tidak semua orang mencapai kedewasaan dalam waktu yang dini. Kita akan kagum pada remaja yang sudah bertindak dewasa, tetapi mencela orang dewasa yang tidak dapat mengambil keputusan secara bijak. Kita tidak salah berpendapat demikian, tetapi ada baiknya jika kita belajar memahami bahwa orang butuh waktu untuk berubah menjadi lebih dewasa, menjadi lebih baik.

Kedewasaan membutuhkan proses belajar. Beruntung orang yang hidup dalam keluarga atau lingkungan yang melatihnya untuk menjadi dewasa. Tetapi, tidak sedikit orang yang beruntung itu tidak dapat memetik hikmah dari kelas kedewasaan yang diterimanya sehingga sepanjang waktu bergelut dengan ketidakpuasan dan cemoohan orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya, ada orang yang memiliki riwayat masa lalu yang buruk mampu bangkit menjadi lebih baik di usianya yang lanjut.

Apa yang kemudian kupikirkan sebagai penyebabnya?

Kesadaran untuk memilih keputusan “Ini saatnya menjadi dewasa” dan bertindak untuk berubah. Kesadaran bahwa hidup ini butuh perbaikan penting dan tidak sekadar hanya ingin menjadi lebih baik. Sadar ada kebutuhan yang harus dipenuhi, ada amanah yang harus dilaksanakan, ada hidup yang harus diisi dengan baik… Menjadi dewasa membutuhkan suatu kesadaran… Dan kapan kesadaran ini muncul, sepertinya rahasia Tuhan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s