Tentang Sebuah Cita-Cita

Satu keuntungan belajar di Fakultas Psikologi: berkesempatan belajar tentang apa itu cita-cita dan kesuksesan.

Original post: http://aftina.blogspot.com/2009/06/tentang-sebuah-cita-cita.html

Kamis, 04 Juni 2009

Kita adalah Penguasa bagi Diri Kita Sendiri

Ada kalanya kita harus menulikan telinga kita terhadap orang-orang yang berbisik-bisik di pojok ruangan atau di belakang kita. Benar, kita harus menulikan telinga kita demi cita-cita kita yang dipermasalahkan oleh orang lain. Kita harus menulikan telinga kita atas apa yang orang katakan sebagai realita. Realita itu bagi mereka dan tidak bagi kita. Bagi kita realita bukanlah hal yang sama sepanjang waktu. Realita akan berganti. Setelah gelap akan terbit terang, setelah sulit akan menjadi mudah. Realita akan berubah dengan usaha oleh tangan kita. Karena kita adalah raja dalam kehidupan kita sendiri, bukan orang yang berbisik-bisik itu…
Menjadi Bahagia adalah Pilihan

Kegagalan adalah kemungkinan yang lain di samping suatu keberhasilan. Kegagalan pernah dialami semua orang. Beberapa kegagalan kita rasakan sebagai ringan, biasa saja atau bahkan sangat berat. Karena kegagalan, beberapa orang dapat meraih keberhasilan, beberapa orang yang lain tidak dan terpuruk karenanya. Tetapi, mengapa bisa terjadi perbedaan yang demikian?
Jawabannya adalah persepsi kita atas kegagalan tersebut, bagaimana kita memaknai kegagalan tersebut, apa yang kita pikirkan tentang kegagalan itu. Apakah kita memikirkan kegagalan sebagai suatu musibah, indikator diri tidak berguna atau indikator diri tidak pantas mendapatkan apa yang diinginkan? Atau kita memikirkan kegagalan sebagai tantangan untuk menaklukan kelemahan diri, kegagalan adalah sumber kebijaksanaan, dan kegagalan adalah sarana kita lebih mengenali kekurangan diri?
Berpikir, positif maupun negatif, terhadap kegagalan, kesulitan dan tuntutan-tuntutan hidup adalah pilihan. Itulah yang terjadi pada orang-orang yang berhasil sukses. Mereka mempersepsikan positif hal-hal negatif sebagai ujian pengembangan diri, mereka mengendalikan pikiran mereka dan tidak membiarkan diri mereka dikuasai oleh pengalaman negatif. Pikiran positif akan menumbuhkan perasaan positif dan selanjutnya akan membantu kita untuk berpikir jernih menentukan langkah selanjutnya.
Jika orang lain memandang kita gagal, apakah kita juga harus memandang diri kita gagal? Kenapa kita tidak bangga pada diri kita sendiri yang sekalipun dianggap gagal kita tidak menyerah? Walaupun kita menyadari bahwa kita memang gagal, kenapa kita tidak bangga pada diri kita yang telah berusaha? Pemikiran positif yang demikian akan memudahkan kita untuk introspeksi diri dan menemukan celah-celah yang mungkin kita lewatkan ketika kita berusaha.
Sering, evaluasi terhadap diri kita yang kita terima dari orang lain menjadi racun jika kita tidak membentengi diri dengan pikiran dan perasaan yang positif terhadap diri.

Sukses Adalah Tidak Menyerah

Jangan meneladani orang yang sukses, tetapi pada mereka yang tidak menyerah. Kalau kita meneladani orang yang sukses, kita hanya akan menemui orang-orang yang sudah mencapai puncak dan itu bisa membuat kita rendah diri. Teladanilah hidup orang-orang yang tidak menyerah, karena sebagian dari mereka yang tidak menyerah adalah orang yang hidup sulit, yang nasibnya lebih tidak menyenangkan daripada kita. Itu akan menimbulkan perasaan syukur dan motivasi untuk hidup lebih baik.

Ketika kita membaca riwayat hidup penemu lampu pijar Thomas A. Edison, apa yang membuat kita kagum padanya? Hasil karyanya atau usahanya yang gagal sebanyak ribuan kali sebelum akhirnya ia behasil? Sukses itu tidak dilihat dari apa yang kita hasilkan, tetapi dari perjalanan usaha kita. Kisah hidup itu tidak terletak pada epilog, tetapi pada awal yang memotivasi berjalannya cerita dan bagaimana cerita itu berjalan. Dari perjalanan itulah hikmah kita dapatkan.
Jika Kita Benar-Benar Adalah Si Cebol yang Merindukan Bulan?

Apa yang akan terjadi jika kita benar-benar ditakdirkan tidak dapat mencapai apa yang kita cita-citakan?
Inilah yang dikhawatirkan oleh semua orang yang memiliki mimpi besar maupun kecil. Banyak hal yang bisa membuat kita tidak dapat mencapai impian, salah satunya dan juga yang paling tidak dapat dihindari adalah kematian di usia muda oleh para pemuda yang punya cita-cita besar.

Apakah teman-teman pembaca menganggap mereka yang mati lebih dulu dari kita sedangkan impian mereka masih jauh untuk dicapai adalah orang gagal?

Jawabannya, mereka sama sekali tidak gagal dan tidak pernah gagal.

Wahai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah Beserta orang-orang yang sabar. Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di Jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. Dan sesungguhnya akan Kami Berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ”Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.” Quran Surat Al Baqarah ayat 153 – 156.

Mereka yang mati berjihad untuk mencapai cita-citanya, tidak kita sadari tetap hidup. Mereka hidup sebagai kenangan yang menginspirasi kita untuk berjihad seperti mereka dalam mencapai cita-cita kita sendiri. Mereka belum sukses dalam pandangan duniawi kita, tetapi ketidakmenyerahan mereka dan selalu bersabar atas ujian dan kesulitan hidup yang diberikan kepada mereka adalah sukses tersendiri bagi kita yang bisa menyadari urgensi hidup mereka.

Cita-cita memang hanyalah konsep yang ada dalam pikiran, idealisme-idealisme yang hanya ada dalam kepala mereka yang bermimpi. Tetapi, kekuatan dari cita-cita termanifestasikan dalam setiap perilaku. Perilaku sepanjang hidup mereka itulah yang kita lihat secara nyata sekalipun kita tidak tahu apa yang ada dalam pikiran mereka.

Jadi, apakah pandangan kita semua tentang apa itu sukses (mencapai hasil) sudah berubah?
1. Tidak melihat sukses dari hasil atau seberapa banyak penghargaan yang sudah seseorang dapatkan, tetapi lihatlah betapa mereka tidak menyerah.
2. Tidak kecewa pada mereka yang kita harapkan ketika mereka belum ditakdirkan berhasil karena mereka yang tidak menyerah tidak merasa kecewa kecuali sebentar saja untuk kemudian berusaha lagi.
3. Orang yang tidak menyerah akan hidup sepanjang zaman walaupun mereka telah mati, di hati orang-orang yang mengenang mereka dan terinspirasi.
4. Orang yang sukses adalah orang yang juga dapat menyukseskan orang lain, sekalipun ia sudah mati.
5. Tidak mengolok-olok mereka yang bekerja keras atau meremehkan mereka yang memiliki mimpi. Suatu hari mereka akan membalas perbuatan kita dengan membuat kita salut kepada mereka.

Karena kita adalah penguasa bagi hidup kita sendiri, sukseslah dengan cita-cita kita! Jika cita-cita kita cukup berharga, sekalipun kita tidak dapat mewujudkannya dengan tangan kita sendiri, orang lain akan mewarisi cita-cita untuk dan mewujudkannya untuk kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s