To Love The Troublesome One

Ada banyak kisah menyentuh yang menceritakan tentang cinta. Tapi, ada satu hal yang mungkin membuat salah satunya begitu luar biasa, yaitu tentang cinta terhadap orang-orang atau anak yang bermasalah.

Semua orang pernah bermasalah. Kadang, kita tidak cukup sekadar mengalami masalah, tetapi juga menjadi sumber masalah. Apapun masalah yang kita buat, reaksi orang-orang di sekitar kita sepertinya relatif sama. Mereka mengkritik kita, menunjukkan keburukan kita, memarahi, meneriaki. Sebagian akan memukul, mencubit atau menampar. Sekalipun semua itu tidak dilakukan, hanya dengan pandangan mereka yang mencela dan raut wajah yang seperti itu…

Sakit hati, luka batin yang membuat kita menangis terang-terangan atau diam-diam, atau hanya membekukan kita… Apakah ada orang yang kebal darinya?

Tapi, apakah ada orang yang bisa kebal untuk tidak melakukan hal yang menyakitkan?

Seiring dengan berjalannya waktu, anak-anak dan adik kita semakin bertambah besar. Ia mulai sekolah dan mendapatkan teman-teman, tidak lagi menghabiskan waktu di rumah. Lalu, satu masalah datang. Pada suatu hari, dia pulang sambil menangis atau terluka dan ketika ditanya mengapa, ia bilang temannya bagini dan begitu. O… ada anak nakal.

Lalu, apa reaksi kita? Apakah… “Lain kali jangan dekat-dekat anak itu lagi, ya. Kalau mau dipukul, didorong atau dicakar, pergi. Jangan main sama dia. Dia nakal. ” It is love, right? We just want to protect.  “Di rumah, orangtuanya bagaimana, sih?” ?

Sampai sekarang, aku tidak begitu yakin harus bagaimana jika menghadapi situasi semacam itu. Aku hanya orang yang belajar untuk memegang prinsip bahwa semua orang layak diperlakukan baik dan perlakuan buruk hanya akan menyebabkan keburukan semakin menjadi-jadi. Dan agak sulit meyakinkan orang-orang untuk bisa memahami itu. It is love, right? We just want to protect, so we will do anything.

Aku hanya hanya orang yang sedang banyak bertanya tentang apakah membimbing yang sebenarnya itu? Kalau aku bilang, “Tidak apa-apa main. Tapi, nanti kalau ada teman yang mau mengganggu, bilang ‘jangan’, ya. Jangan mau diganggu. Mengganggu itu tidak baik, tidak boleh. Memukul itu bikin orang sakit. Allah tidak suka.” Apa pengaruhnya untuk anak TK? “Sama teman harus baik.”

Anak kecil bisa sejahat apa? Orang dewasa bisa sejahat apa?

Kita bisa sejahat apa pada orang-orang yang jahat?

Tapi, bisa seberapa baik kita pada mereka?

How to love the troublesome one?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s