Why People Make Foolish

Aku suka dengan topik ini, terinspirasi oleh “The Psychology of Irrationality: Why People Make Foolish, Self-Defeating Choices” yang ditulis oleh Roy F. Baumeister dari Case Western Reserve University. Artikel asli dan lengkapnya dapat dibaca di sini. In English… 😀
 
***
Dalam Al Quran, akal manusia, salah satunya, dinamai hijr, terambil dari kata hajara yang berarti “menghalangi”. Hal tersebut menunjukkan bahwa salah satu fungsi akal adalah menghalangi manusia dari keterjerumusan dalam dosa, pelanggaran dan kesalahan. Pengetahuan tersebut identik dengan perkara yang sudah umum kita semua ketahui. Manusia dianugrahi kecerdasan, kemampuan berpikir, dan mengetahui yang semua itu mengarahkan kita untuk menjadi makhluk yang rasional. Mengapa kita harus belajar, mencari tahu, menuntut ilmu, semua bertujuan agar kita selalu berbuat yang baik dan benar kemudian menghasilkan sesuatu yang baik dan benar.
 
Tapi, kenyataan tidak sesempurna itu, kan? Ini tidak aneh. Kita makhluk berakal sekaligus pelanggar ulung. Sudah tahu berkendara harus pakai helm, helm-nya ditinggal. Sudah tahu makan tidak teratur bakal penyakit, tetap makan tidak teratur. Sudah tahu merokok itu berbahaya untuk kesehatan, tetap saja merokok. Sudah tahu menunda pekerjaan itu salah, tetap saja dilakukan. Apa lagi contohnya? Banyak sekali, dari yang sederhana sampai yang parah. Itu semua menjadi bagian dari kehidupan kita: berbuat hal-hal yang bodoh.
 
Bagi sebagian dari kita, perbuatan bodoh semacam yang sudah dicontohkan jelas-jelas merugikan, mengundang penyakit dan bencana, tetapi tetap dilakukan. Di dalam psikologi, hal tersebut diistilahkan dengan self-destructive atau self-defeated behavior, perbuatan yang menghancurkan diri sendiri. Tidakkah kita bertanya mengapa? Ada dua penjelasannya:
 
Pertama, sebenarnya orang tidak mau mengalami hal-hal yang tidak enak dan ingin hal-hal yang baik, menyenangkan, menguntungkan, memberi kenyamanan, keamanan, dan sebagainya. Tapi, masalahnya adalah hasil dari hal menyenangkan tersebut berhubungan dengan sesuatu yang buruk. Di sini, orang seperti bersedia mengorbankan dirinya. Mereka mau menerima yang buruk tersebut demi mendapatkan apa yang diinginkan (tradeoffs).
 
Kedua, sebenarnya orang menginginkan hasil yang baik, tetapi cara atau strategi yang dilakukannya tidak berguna, bahkan menghasilkan hasil yang tidak diinginkan (counterproductive strategy). Cara dan strateginya menjadi boomerang bagi diri sendiri. 
 
Pada poin pertama, self-destructive terjadi ketika kerugian ternyata lebih besar dari kesenangan yang didapat. Contohnya, seperti orang yang mengejar kesenangan dan kenikmatan dari mengonsumsi miras atau narkoba. Atau orang yang sengaja tidak (bisa) belajar agar kesalahannya gagal ujian dapat dimaklumi. Atau orang pemalu yang menarik diri dari pergaulan karena takut mengalami penolakan sosial, padahal dengan bergaul ia dapat memiliki teman. Atau orang yang sengaja menunda pekerjaan (prokrastinasi) karena merasa dirinya bekerja lebih baik jika terdesak. 
 
Mereka mengutamakan kesenangan jangka pendek dan mengabaikan potensi kerugian jangka panjang, atau berusaha mengejar manfaat, tetapi kerugiannya juga ada.
 
Pada poin kedua, faktor pengetahuan dan pemahaman akan sesuatu hal sangat berperan. Contohnya, seperti orang yang berlebih-lebihan dalam perbuatannya. Orang tersebut sudah tahu ada tanda-tanda usahanya akan gagal mencapai target, tetapi ia menolak untuk berhenti (mis. untuk mengevaluasi strategi atau menetapkan target baru). Itu terjadi karena pola pikir yang kaku bahwa kegigihan pasti membawa keberhasilan. 
 
***
 
Kita sudah tahu tentang penyebab self-destructive behavior. Tetapi, cukupkah kita hanya tahu tentang penyebabnya? Tidakkah kita ingin tahu tentang mengapa orang bisa memutuskan untuk memilih pilihan yang merugikan? 
 
Ikuti artikel selanjutnya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s