Ayah Tak Boleh Merokok, Ayah Ibu Jangan Bertengkar!

KOMPAS, Selasa 9 April 2013 hal. 14. Kilas Iptek hari ini bagus sekali!

***

Asap Rokok Membuat Anak Lebih Agresif

Anak dari ibu yang selama kehamilan menjadi perokok pasif berpotensi memiliki gangguan perilaku saat berumur 5-6 tahun. Penelitian tim yang dipimpin asisten profesor keperawatan di Sekolah Keperawatan Universitas Pannsylvania, Amerika Serikan, Jianghong Liu yang dipublikasikan di jurnal Neurotoxicology itu menyebutkan, anak dari ibu yang terpapar asap rokok 30 menit sehari berisiko dua kali lebih besar menjadi agresif dan kurang perhatian dibandingkan anak yang ibunya tidak terpapar asap rokok. Penelitian dilakukan pada lebih dari 600 pasang ibu-anak di Jintan, China. Sebanyak 25% anak yang ibunya perokok pasif menunjukkan gangguan perilaku. Pada anak yang ibunya tidak terpapar asap rokok hanya 16% menunjukkan gangguan perilaku.

Penelitian lain menunjukkan, merokok di dekat bayi memhayakan kesehatan bayi. “Pasca-kelahiran adalah masa kritis pengembangan kemampuan kognitif anak,” kata guru besar pediatrik di Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati, AS, Kim Yolton, kepada My Health News Daily, Jumat (29/3). Penelitian terdahulu menunjukkan, anak dari ibu yang merokok selama hamil berisiko lebih tinggi mengalami gangguan perilaku seperti hiperaktif dan kurang perhatian, agresif, hingga bertindak kriminal saat remaja atau dewasa.

***

Pertengkaran Orangtua Pengaruhi Anak

Penelitian menunjukkan, anak-anak yang orangtuanya sering bertengkar tertinggal dibanding teman sebayanya dalam mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Penelitian dilaporkan di jurnal Child Development dan dikutip Sciencedaily, Kamis (28/3). Penelitian melibatkan pelajar kelas II dan III sekolah dasar selama tiga tahun. “Kami mencoba memahami bagaimana stres akibat lingkungan membentuk perkembangan sistem respons stress anak,” kata J Benjamin Hinnant dari Universitas Katolik Amerika Serikat. Pengukuran menggunakan respiratory sinus arrhythmia (RSA) yang menjaga sinkronitas napas dan detak jantung. Pada saat istirahat, RSA seharusnya tinggi, mengindikasikan sistem saraf parasimpatetik berperan. Anak-anak yang berada dalam rumah berkonflik tinggi mengalami stres yang membuat kemampuan kognitif dalam memecahkan masalah rendah.

***

Well, beritanya memang janggal karena rasanya ada yang kurang lengkap karena ditampilkan singkat sekali. Tapi, kita ambil poin pentingnya. Semua orang perlu menjaga agar keluarga dan lingkungan keluarganya sekondusif mungkin bagi perkembangan anak, bukan?

2 thoughts on “Ayah Tak Boleh Merokok, Ayah Ibu Jangan Bertengkar!

    • Orangtua itu hanya dua orang di rumah. Sebenarnya, artikel tersebut tidak cuma untuk orangtua, tetapi untuk siapa saja karena setiap orang bisa merokok dan setiap orang juga bisa berkonflik dan bertengkar dalam keluarganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s