Kau, Yang Berahasia

Apa yang kau tahan dan tak mau kau lepaskan

Apa yang kau simpan dan enggan kau bagikan

Apa yang kau sembunyikan dan tak kau tunjukkan

Manusia yang berahasia, sungguh ada yang mengetahuimu

 

Apa yang ada dalam kalbu dan membisiki

Apa yang tersirat dalam benak dan mencurigai

Apa yang terselubung oleh laku dan membohongi

Manusia yang berahasia, sungguh ada yang akan menguakmu

 

Perhitungan untung rugi

Pertarungan hidup mati

Ketakutanmu membuatmu berani

Menjadi pecundang

 

Hanyut, menjadi debu

Sejenak terdampar, lalu kembali tersapu

Akankah mataku terpaku pada punggungmu yang tak setegar dulu?

Akankah lalu kau bertanya, mengapa?

Semarang, 6 Juni 2013

Aku sedang merenungkan keputusan hidup seseorang. Akankah aku juga tak setegar ini nantinya? Akankah aku juga bertanya mengapa?

Hidup dengan cara yang jujur, tanpa topeng, tanpa kepura-puraan… Hidup dengan keberanian mengakui bahwa sesuatu memang sedang terjadi, yang baik maupun yang buruk. Hidup dengan keberanian untuk tidak menjadi pecundang, karena takut menjadi pecundang. Hidup dengan semangat meluruskan apa yang bengkok, di dalam diri sendiri. Hidup dengan ketenangan bahwa ada Tuhan yang akan menjaminmu, yang tidak menarik kembali janji-janji-Nya…

“… jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS 2: 38)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s