Quotations Collection Part 21: Pertemuanku dengan Kong Zi

Kali terakhirku ke toko buku, aku menjambangi rak-rak buku psikologi dan menemukan sebuah buku yang memuat ajaran filsuf besar Cina abad 6 SM, Kong Zi, atau biasa kita kenal dengan Konfucius. Benar-benar aku menahan diriku untuk tidak beli. Untung ada satu yang sudah terbuka. Duduk di lantai toko buku, cepat aku baca buku itu dan mencatat yang penting bagiku. Inilah beberapa perkataan Kong Zi yang sangat berkesan.

***

“Orang tidak perlu khawatir tidak mengetahui kepandaiannya. Yang perlu dikhawatirkan adalah (jika) dia tidak mampu membedakan mana yang benar dan mana yang salah.”

“Bila suatu negara dikelola berdasarkan hukum, hukuman mampu mencegah rakyat agar tidak melanggar hukum. Karena itu, rakyat hanya takut melanggar hukum atau berusaha menghindar dari jeratan hukum. Tetapi, di dalam hati, rakyat belum menyadari bahwa melanggar hukum itu adalah perbuatan yang memalukan. Jika mendidik rakyat dengan kebajikan dan budi pekerti, rakyat baru menyadari bahwa melanggar hukum adalah dosa yang memalukan.”

“Menekuni ilmu yang menyesatkan hanya akan mencelakakan diri sendiri.”

“Aku ajari engkau cara menuntut ilmu secara benar, yaitu apa yang kita ketahui katakan tahu, apa yang kita tidak ketahui, katakan tidak tahu. Itu baru namanya menguasai ilmu yang sesungguhnya.”

“Pilihlah orang yang jujur dan berbakat, angkat dia menjadi pejabat. Singkirkan orang yang tidak berbakat dan tidak jujur, dengan demikian rakyat akan mau mengikuti perintah. Kalau mengangkat orang yang tidak berbakat dan tidak jujur sebagai pejabat, pada saat bersamaan ia akan menyingkirkan orang-orang yang jujur dan berbakat. Kalau sudah begitu, rakyat tidak mau menuruti perintahnya lagi.”

Sebuah pepatah Cina Kuno berkata: “Kalau tidak berbakti pada orangtua, buat apa sembahyang? Kalau tidak mencintai sesama manusia, buat apa sembahyang? Kalau keluarga tidak rukun, buat apa sembahyang? Kalau keluarga bertengkar terus, buat apa sembahyang? Kalau suka menipu orang, buat apa sembahyang? Kalau mencuri uang orang lain, buat apa sembahyang? Kalau suka berzina, buat apa sembahyang?”

“Hanya orang yang memiliki hati yang berwelas asih, yang mencintai orang baik dan tidak membenci orang jahat.”

“Bila pada pagi hari orang bisa menyadari apa itu makna kebenaran, walaupun malamnya dia meninggal, tak ada yang perlu disesalkan lagi.”

“Bila bertemu dengan orang yang memiliki kebajikan tinggi, motivasi diri agar mau belajar kepadanya. Saat melihat orang yang tidak bermoral, instrospeksi diri apakah memiliki kelakuan yang tidak bermoral seperti dia.”

“Saat ayah dan ibu masih hidup, jangan bepergian ke tempat yang jauh. Kalaupun harus bepergian jauh, harus dengan alasan dan tujuan yang pasti.”

“Orang zaman dahulu tidak sembarangan bicara karena takut apa yang diucapkan tidak bisa dilaksanakan serta mempermalukan diri sendiri.”

“Jarang sekali ada orang yang takut bicara karena takut tidak bisa menepati janji.”

“Tidak banyak bicara, tapi banyak bekerja dengan cekatan.”

“Perbuatan yang hanya berdasarkan mencari keuntungan pribadi akan dibenci banyak orang.”

“Jangan takut tidak memiliki jabatan. Yang perlu ditakutkan adalah apakah kita mampu memikul jabatan seberat itu. Jangan mengkhawatirkan orang lain tidak mengetahui kemampuan kita. Yang perlu adalah melakukan introspeksi diri, apakah kita memiliki kemampuan yang cukup dikenal orang.”

“Meskipun seorang pelajar mencari ilmu kebenaran dengan tekun, kalau dia masih malu karena makanan dan pakaiannya yang sederhan, itu berarti hatinya masih berada dalam kenikmatan duniawi. Jelas orang itu tidak perlu lagi diajak bicara tentang kebenaran.”

“Seorang raja yang bijak dan arif dalam menyelesaikan masalah negara tidak berdasarkan kemauannya sendiri untuk memastikan apakah keputusan itu boleh atau tidak dilaksanakan. Namun, keputusan itu diambil berdasarkan apakah penyelesaiannya sesuai denga kebenaran dan keadilan atau tidak.”

Ran Qiu berkata, “Bukannya aku tidak menyukai ajaran guru, tetapi sesungguhnya karena aku tidak memiliki cukup kemampuan untuk mengikuti ajaran guru.” “Kalau karena kurang kemampuan di tengah jalan tidak kuat berjalan lagi, itu dikarenakan Anda sendirilah yang menggariskan garis batas, membatasi diri tidak mampu maju lagi,” kata Kong Zi.

“Makan nasi yang sederhana dan minum seteguk air putih; saat tidur sikut dijadikan bantal, walaupun miskin, hati nyaman dan gembira. Bila orang memperoleh kekayaan dan jabatan tinggi dengan cara yang tidak benar, seperti melanggar keadilan dan bersiasat licik, menurutku, kekayaan dan jabatan tinggi itu ibarat awan mengambang di langit, lenyap begitu saja ditiup angin.”

“Kalau tidak pernah melakukan perbuatan yang melanggar hati nurani, apa lagi yang perlu ditakutkan?”

“Orang yang memegang pucuk pemerintahan haruslah orang yang mampu dan benar. Bila Anda sudah melakukan yang benar dalam pemerintahan, siapa lagi yang berani melakukan hal yang tidak benar?”

Ji Kang Zi mengeluh pada Kong Zi bahwa dia sangat khawatir di negaranya ada banyak maling dan perampok. “Bila kalian yang duduk di posisi paling atas tidak tamak, meskipun rakyat diberi hadiah untuk melakukan pencurian dan perampokan, mereka pasti malu melakukannya.”

“Orang bijak, bila menghadapi situasi yang sudah kabur dan tanpa kebenaran, sulit membedakan yang mana benar dan yang mana salah, lebih baik pergi menyepi, menjauhkan diri dari situasi kabur itu. Kemudian dia meninggalkan tempat itu dan pindah ke tempat lain untuk menjauhkan diri dari orang-orang munafik yang tanpa etika itu. Dia menghindar dari orang-orang yang hanya pandai berbicara, tapi tidak mampu berbuat banyak.”

“Pada umumnya, manusia membutuhkan cinta kasih melebihi kebutuhan atas air dan api. Walaupun air dan api penting bagi manusia, aku pernah melihat orang yang terjun ke air atau kobaran api bisa mati. Namun, aku tidak pernah melihat ada orang yang terjun ke dalam tugas kemanusiaan bisa mati.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s