Tentang Pria, Wanita dan Pernikahan

Haha… ngekek aku baca ini. Dari buku “Hikmah dalam Humor, Kisah, dan Pepatah” (Basyarahil, 1999).

***

Orang yang membujang ialah orang yang belum menemukan penghibur duka dan dia baru memperolehnya dengan kawin.

Suami adalah orang yang mencari kebahagiaan hidup dengan menghilangkan sebagian kemerdekaannya.

Wanita menghadapi banyak permasalahan; sebagian teratasi dengan kawin dan sebagian yang lain teratasi setelah dia masuk liang kubur.

Janganlah menyalahkan perasaan istri Anda, karena perasaannya yang terbaik ialah ketika ia menerima Anda sebagai suaminya.

Perawan tua ialah wanita yang kehilangan kesempatan menyusahkan seorang pria.

Yang diinginkan seorang gadis dari dunia ini adalah suami, dan apabila sudah memperolehnya, ia menginginkan segalanya.

Wanita bisa memaafkan pengkhianatan suaminya, tetapi dia tidak dapat melupakannya.

Kecantikan wanita tidak berarti apa-apa dibandingkan dengan kemuliaan akhlak dan perilakunya.

Sebelum kawin, wanita hafal seluruh jawaban, dan sesudah kawin, ia hafal seluruh pertanyaan.

Rumah tangga tanpa ibu yang salehah ibarat kuburan.

Jika seluruh keutamaan wanita ditanggalkan, maka kehormatan keibuannya sudah cukup baginya sebagai suatu kemuliaan.

Barangsiapa mengawini wanita karena hartanya, maka dia telah menjual kemerdekaan dirinya.

Wanita adalah bintang dan pelita bagi pria. Tanpa pelita, pria bermalam dalam kegelapan.

Wanita lebih cepat daripada pria dalam menangis dan dalam mengingat peristiwa yang menyebabkan dia menangis.

Wanita tertawa bila dia mampu, dan ia menangis apabila ia menginginkan sesuatu.

Sirnalah kebahagiaan seorang wanita jika ia tidak mampu menjadikan suaminya kawan yang termulia.

Wanita sangat berlebihan dalam mencintai dan membendi, dan tidak mengenal pertengahannya.

Wanita selalu tergolong manusia halus dan lembut sampai saat dia kawin.

Senyuman adalah suatu bahasa yang tidak dimengerti kecuali oleh wanita.

Tidak mungkin seorang pria hidup berbahagia tanpa didampingi oleh istri yang mulia.

Wanita hidup untuk berbahagia dengan cinta, sementara pria mencintai untuk hidup berbahagia.

Bukti keindahan dan keagungan tabiat manusia adalah hati seorang ibu.

Kejeniusan wanita terletak di dalam hatinya.

Seorang wanita yang bijaksana menambahkan gula pada kalimatnya setiap kali berbicara dengan suaminya dan mengurangi garam pada ucapan suaminya.

Cincin kawin adalah cincin termahal di dunia, sebab mengharuskan pemberinya mencicil harganya setiap bulan tanpa henti.

Sesungguhnya tidak ada wanita yang sangat cantik, yang ada ialah kaum pria yang sangat lemah bila berhadapan dengan kecantikan.

Wanita akan tetap dalam kesalahan sampai ia menangis, dan saat itu ia kembali pada kebenaran.

Penghinaan terbesar bagi suami ialah ucapan istri bahwa ia rela dinikahi karena rasa kasihan pada suaminya.

Tiga hal yang tidak bisa diulang: waktu, kemudaan, dan kecantikan.

Suami teladan adalah suami yang memperlakukan istrinya seperti mobil baru.

Manusia adalah putra-putri, dan seseorang tidak bisa dicela karena mencintai ibunya.

Bagi pria, yang terakhir kali mati adalah jantungnya, dan wanita adalah lidahnya.

Wanita tidak diciptakan untuk dikagumi semua pria, tetapi sebagai sumber kebahagiaan seorang suami.

Pada waktu bertunangan, lelaki banyak bicara dan perempuan mendengarkan. Pada saat perkawinan, perempuan berbicara dan pengantin lelaki mendengarkan. Sesudah perkawinan, suami dan istri banyak berbicara dan para tetangga mendengarkan.

Setiap wanita mempunyai dua mata. Adapun wanita yang cemburu berlebihan mempunyai tiga mata. Satu di sebelah kanan, satu di sebelah kiri, dan yang ketiga diarahkan kepada suami.

Wanita pada umumnya takut akan tiga hal: tikus, munculnya uban, dan wanita-wanita cantik yang menjadi saingannya.

Istri yang bersikap jujur dan setia kepada suami meringankan setengah beban kehidupan suami.

Wanita mudah mengalah apabila ia merasa bersalah.

Seorang wanita menghadapi kesulitan apabila berada di antara pria yang dicintainya dan yang mencintainya.

Cinta ibarat bulan, awalnya kecil (bulan sabit) kemudian menjadi bulan purnama. Atau sebaliknya, bermula dari bulan purnama kemudian mengecil dan akhirnya sirna.

Cinta tidak memerlukan musyawarah.

Akal wanita terletak pada kecantikannya, dan keindahan pria terletak pada akalnya.

Yang paling menghancurkan laki-laki adalah pengkhianatan wanita.

Dalam pandangan pria, perkawinan adalah akhir segala problem, tetapi dalam pandangan wanita justru merupakan awal segala masalah.

Kecantikan bagi wanita sama harganya dengan kekuatan dan kekuasaan bagi pria.

Pria lebih banyak problemnya daripada wanita, dan problem mereka yang paling utama adalah bagaimana memperlakukan wanita.

Kecemburuan istri adalah kufur nikmat, sedangkan kecemburuan suami adalah tanda keimanan.

Perbendaharaan atau pusaka dunia seluruhnya tidak bisa menyamai nilai seorang wanita yang mulia, terdidik, dan terpelajar.

Seorang wanita memperoleh predikat ibu bukan karena telah melahirkan anak, tetapi karena kemampuannya mendidik anak-anaknya.

Tidak ada suatu tindakan yang lebih memuliakan kedudukan wanita dan mengangkat derajatnya selain menjaga kehormatan dan harga dirinya.

Pria mengetahui jalan menuju hati wanita, tetapi wanita tidak mengetahui jalan menuju akal pria.

Ibu menimbulkan kehangatan di dalam rumah tangga dan ayah menimbulkan sinar dan cahaya.

Mengikuti semua kemauan wanita akan menimbulkan suatu penyesalan.

Kebahagiaan perkawinan hanya sebentar, sedangkan kesulitan yang ditimbulkannya tidak pernah berakhir.

Tidak semua wanita yang berparas cantik patut dicintai.

Kejelekan rumah disebabkan oleh keburukan penghuninya.

Perkawinan adalah persoalan mengambil dan memberi. Anda memberi dan istri Anda mengambil.

Bulan madu adalah hari-hari libur bagi seorang suami sebelum ia kerja pada direktrisnya yang baru.

Cinta kasih yang diikat oleh kerakusan pasti berakhir dengan keputusasaan.

Wanita menyukai suami yang pendiam bukan karena mengira sang suami dengan memikirkan sesuatu, melainkan karena mengira bahwa sang suami tekun mendengarkan ucapannya.

Sesuatu yang paling berat bagi wanita adalah menyimpan rahasia.

Emas diuji dengan api, wanita diuji dengan emas, dan pria diuji dengan wanita.

Yang memimpin wanita bukan akalnya, melainkan hatinya.

Air mata wanita adalah senjata yang membuahkan kemenangan tanpa harus berperang.

Dalam kepala kaum wanita ada kekurangan, tetapi dalam hati mereka ada kelebihan.

Wanita yang cantik tidak memerlukan pakaian yang indah.

***

Haha… Ndak iya?

4 thoughts on “Tentang Pria, Wanita dan Pernikahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s