I Love Life, Life Loves Me: HAPPY 4TH ANNIVERSARY

Mulai tahun ini, ulang tahun weblog-ku aku majukan satu bulan jadi tanggal 23 September. WordPress.com kasih aku notifikasi bahwa hari ini adalah peringatan satu tahun aku jadi pengguna WordPress. Tidak terasa sudah lama juga aku meninggalkan Multiply yang penuh kenangan itu. Juga, rupanya aku sudah menulis empat tahun lamanya. Aku sudah menulis lebih dari 400 tulisan, mencakup beragam genre dari fiksi sampai tulisan ilmiah, dari topik remeh sampai yang menimbulkan perdebatan, yang untunglah jarang berakhir panjang.

***

1# Aku Tidak Pernah Mendulang Popularitas

Apa karena aku tidak bisa bahasa alay? Apa karena aku tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa orang-orang kebanyakan? Memang isi weblog-ku tidak ada haha-hihi-nya. Lebih banyak orang yang berkata tulisan-tulisanku itu berat, kalaupun singkat, itu pun tetap tidak ringan karena butuh pemaknaan ekstra. Aku mengakui, tulisan-tulisanku kebanyakan bukan untuk semua orang. Karena itu, aku tidak bisa merasa kecewa, aku tidak pernah mendulang popularitas. Apa yang aku tulis pada dasarnya memang bukan barang populer. Meskipun demikian, ada beberapa hal yang aku catat terkait dimensi sosial dari dimilikinya weblog ini.

Berbeda dari Multiply dulu, sekarang aku tidak tahu siapa pembaca setiaku. Rasanya… agak kesepian, karena itu jadi berarti aku tidak tahu siapa saja teman-temanku di dunia maya ini. Mereka ini dalam kamusku bukan sekadar blogwalker atau orang sedang browsing yang kesasar masuk dalam blog-ku, tapi orang-orang yang benar-benar punya minat sama denganku. Kemudian, kebanyakan dari yang datang tidak meninggalkan jejak sehingga aku tidak tahu bagian mana dari tulisanku yang bermanfaat bagi mereka. Selalu muncul pertanyaan, apakah aku sudah membuat tulisan yang baik, yang bernilai? Sejauh ini, itu sulit untuk dijawab.

Aku berteman karena tulisan, berselisih juga karena tulisan. Tulisan memang ungkapan isi pikiran, bukan? Untuk seseorang atau beberapa orang, aku selalu berdoa agar perpedaan pola pikir, keyakinan, atau ideologi yang terungkap lewat tulisan tidak menjadi sebab putusnya silaturahim. Aku benar-benar merasakan risiko menulis ini, terutama ketika aku beberapa kali mengangkat topik tentang gejolak yang terjadi di Mesir. Baik di blog maupun di Facebook, ada teman yang tidak senang dengan sikap dan keputusan pribadi yang aku ambil. Ya, akhirnya aku mengerti betul betapa tulisan adalah juga termasuk amunisi untuk berperang, menggugat dan menjatuhkan. Orang yang mahir dengan penanya sama mematikannya dengan mereka yang ahli dengan pedang. Sama-sama tajam. Sama-sama berpotensi menyakiti orang.

Fakta ini menyedihkanku. Aku menulis, bisa dikatakan demi menulis itu sendiri dan pertumbuhan diriku sendiri; bukan untuk memusuhi atau menyakiti orang. Tetapi, pertumbuhan itu rupanya tidak bebas pengorbanan; kepentingan-kepentingan orang lain, harapan-harapan sosial, dan sebagainya, ada kalanya harus aku tabrak demi mengetahui batas atasku.

Yang terakhir adalah aku tidak tahu cara mempertahankan orang-orang yang sudah aku anggap spesial di dunia maya ini. Sering aku mengharapkan adanya interaksi yang kontinu, tanya jawab yang panjang dan diskusi-diskusi menarik… tetapi kesementaraan mungkin adalah sifat dari keseluruhan hubungan di dunia maya ini. Aku tidak tahu bagaimana aku dikenal dan bagaimana mereka tetap mengenalku. Meskipun demikian, aku mengerti tentang bersikap adil. Aku tahu bagaimana mengenal orang dan bagaimana untuk tetap mengenal mereka. Penghormatan dan rasa terima kasihku besar untuk mereka, tetapi aku kembalikan kepada Allah bagaimana sebaiknya mereka dibalas atas kebaikan-kebaikan mereka. Terima kasih, semuanya.

2# Menulis untuk Menolong

Aku tidak punya banyak kelebihan. Yang paling aku bisa hanyalah menulis. Ada yang berharap aku menulis buku atau menulis di koran, di media-media yang populer, tetapi sekali lagi aku menulis bukan untuk menjadi populer, bukan untuk mendapatkan pengakuan, bukan untuk keuntungan materi. Akan ada saatnya aku menulis buku atau menulis di koran, aku akan memastikan itu. Aku akan memastikan diriku menuju ke arah itu demi kemanfaatan diriku yang lebih baik, karena inilah jalan agar aku bisa terus menyedekahkan sesuatu yang bernama pengetahuan yang mencerahkan.

Itulah yang paling memotivasiku untuk mencari pengetahuan-pengetahuan yang mencerahkan. Dan aku tahu, aku tidak bisa memaksa diriku untuk paham jika belum waktunya aku paham. Itu berarti pula, aku tidak bisa memaksa diriku untuk menulis karya jika belum waktunya aku membuat itu. Aku ingin menikmati semua proses, pelan-pelan asal mengarah pada kemajuan. Dalam hal ini, tidak tepat prinsip lebih cepat lebih baik. Lebih cepat tahu belum tentu lebih baik karena ada hal-hal yang sangat dipengaruhi oleh berapa banyak waktu yang kau habiskan demi mereka. Ketika semua kondisi terpenuhi, aku tahu aku akan menulis seperti air yang mengalir. Tak ada yang menghentikan kecuali kematian.

Ya, hampir semua yang aku tuliskan berisi cita-citaku atau adalah ekspresi apa yang aku cita-citakan. Cita-citaku itu masih jauh, dan menulis dengan cara seperti ini adalah caraku agar tetap ingat dan berteguh diri untuk tetap bergerak ke arah pencapaiannya. Mungkin akan ada pembaca yang merasa isi blog ini begitu personal (aku selalu menyebut diriku dengan kata “aku”, misalnya). Memang benar. Blog ini sifatnya personal tentang kehidupanku, tempat aku mencatat pergerakan hidupku. Sekarang aku masih tergolong muda, tetapi akan ada saat di mana aku akan tua. Jika saat itu datang, semoga tulisan-tulisan yang akan menjadi kenangan ini akan menjadi sebabku tersenyum nanti.

I Love Life, Life Loves Me: HAPPY 4TH ANNIVERSARY!!!

^_^

4 thoughts on “I Love Life, Life Loves Me: HAPPY 4TH ANNIVERSARY

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s