Creativity: Its Development Across Lifespan

Aku baru saja menyelesaikan satu bab dalam buku Creativity: Flow and The Psychology of Discovery and Invention karya Csikszentmihalyi (1996). Memang karena tugas kuliah, tetapi secara keseluruhan, memang buku ini aku butuhkan. Aku berencana membuat tesis tentang orang-orang yang berprestasi di bidangnya dan kreativitas pasti menjadi salah satu komponen dalam kerja keras mereka.

Hal selanjutnya yang membuatku bertekun dengan buku ini adalah fakta bahwa buku ini adalah hasil dari penelitian empat tahun lamanya yang dilakukan si penulis tentang orang-orang kreatif. Dan penelitiannya adalah studi fenomenologis (ini aku tahu dari buku Positive Psychology ^^ ), sehingga aku akhirnya melihat adanya potensi karena aku punya cita-cita membuat buku yang seperti ini suatu hari nanti. Aku jadi bersemangat.

***

Mengapa (Belajar) Menjadi Kreatif Itu Penting?

Buku ini ditulis berdasarkan kesadaran bahwa penting menyelidiki tentang kreativitas sebagai proses yang berkembag sepanjang masa hidup. Pada saat itu belum pernah diadakan studi tentang living creative individuals existed. Karena itu, Csikszentmihalyi mengadakan penelitian untuk memenuhi kesenjangan pemahaman yang ada tentang kreativitas.

Kreativitas adalah sumber makna yang sentral dalam hidup kita. Pertama karena hal yang paling menarik, penting, dan manusiawi adalah hasil-hasil kreativitas. Apa yang membuat manusia berbeda-beda, misal dalam bahasa, nilai, ekspresi artistik, pemahaman ilmu, dan teknologi, adalah hasil kecerdasan manusia yang dikenali, dihargai, dan disebarkan lewat belajar. Tanpa kreativitas, akan sangat sulit membedakan antara manusia dan kera. Kedua karena kreativitas adalah kunci kekayaan dan kompleksitas hidup. Itulah yang membuat hidup tidak kosong.

Setiap orang kreatif berbagi beberapa karakter yang serupa: the burning curiousity, the wonder at a mistery about to reveal itself, the delight at stumbling on a solution that maked an unsuspected order visible. Bertahun kerja keras membuahkan penemuan dan pengetahuan baru. Tapi, sekalipun tanpa keberhasilan, orang-orang yang kreatif menemukan kebahagiaan dalam pekerjaan yang berhasil mereka kerjakan dengan baik. Belajar untuk belajar itu sendiri adalah proses yang dirasakan menguntungkan walaupun gagal mengasilkan sesuatu di mata publik. Buku Creativity ini berisi tentang bagaimana dan mengapa yang seperti itu dapat terjadi.

Masa depan kita tergantung pada kreativitas kita. Setiap hasil ditentukan sebagian oleh mimpi-mimpi kita dan sebagian lagi oleh perjuangan untuk menjadikannya nyata. Kreativitas tidak dapat dipahami hanya dengan melihat orang-orang yang tampak kreatif. Seperti suara pohon rubuh di tengah hutan yang tidak terdengar jika tak seorang pun ada di sana untuk mendengarnya, ide-ide kreatif juga menghilang kecuali jika ada orang yang bersedia merekam dan mengimplementasikannya. Tanpa penyelidikan dari orang luar yang berkompeten, tidak akan pernah ada cara yang bisa dipercaya untuk memutuskan seperti apakah orang yang kreatif itu.

Jadi, mengapa perlu memahami kreativitas? Pertama, hasil dari kreativitas akan memperkaya kebudayaan dan dengan begitu akan meningkatkan kualitas hidup orang-orang. Bagi diri kita sendiri, belajar kreativitas akan membuat hidup kita lebih menarik dan produktif. Kedua, untuk memiliki hidup yang baik, tidaklah cukup hanya dengan menghilangkan apa yang salah darinya. Kita membutuhkan tujuan yang positif untuk mampu bertahan dan terus melangkah. Kreativitas adalah satu jawaban bagi keinginan memiliki hidup yang baik karena ia memberikan kita cara atau model yang paling menarik untuk hidup.

***

Hidup Seorang yang Kreatif

Kita mungkin tidak akan pernah bisa menjadi seperti mereka. Tapi, dari hidup yang mereka jalani selalu ada hal yang bisa kita pelajari untuk membangun hidup kita sendiri dan menjadi diri sendiri. Bab 7 sampai 9 buku Creativity membahas kehidupan orang-orang kreatif (dalam arti the big C; mereka orang-orang yang membuat perubahan di masyarakat), dari masa kanak-kanak sampai dewasa akhir. Beberapa fakta menarik diungkapkan dan itu sedikit banyak memperbaiki konsepsi kita tentang bagaimana menjadi kreatif.

1# Masa Kanak-kanak

Menurut Csikszentmihalyi, sebenarnya, tidak mungkin menebak apakah seorang anak akan menjadi kreatif atau tidak hanya berdasarkan penilaian pada talenta awalnya. Itu karena ada orang yang sudah menunjukkan talenta luar biasa di masa kanak-kanak, tetapi ada juga yang tidak demikian, dalam arti mereka tidak menunjukkan tanda apa-apa di awal kehidupan mereka dan itu baru terungkap pada beberapa tahun kemudian setelah mereka dewasa. Ada orang yang awalnya tidak menunjukkan apa-apa di masa dewasanya ia berkembang sedemikian pesat dan menjadi orang yang berpengaruh, tetapi ada orang yang tampak berbakat sesuatu ketika kecil menjadi orang yang biasa-biasa saja.

Konsekuensi bagi kita adalah kita tidak bisa buru-buru mengambil kesimpulan tentang apakah seseorang akan gagal atau sukses hanya dari melihat bagaimana dia di masa kecilnya. Sebagai orangtua, kita tidak bisa begitu saja bangga melihat anak kita tampak lebih menyenangkan daripada anak-anak lain. Hidup anak-anak kita masih panjang dan kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Seseorang berkembang menjadi diri mereka yang paling cemerlang dengan waktu yang berbeda-beda dan menjadi berbakat sejak kecil bukanlah syarat untuk menjadi kreatif. Konsekuensinya lagi, tidak ada alasan untuk berkecil hati karena menjadi kreatif itu adalah proses dan satu elemen penting dalam proses itu adalah orangtua dan sekolah/ guru.

Orangtua adalah figur yang bertanggung jawab pada stimulasi dan pengarahan minat anak. Kadang-kadang, kontribusi orangtua bagi perkembangan intelektual anak hanyalah dengan memperlakukan anak mereka secara dewasa atau secara sadar membantu anak mengembangkan minat mereka ke arah tertentu. Pengaruh orangtua yang kuat sangat diperlukan bagi anak-anak yang harus berjuang melawan kemiskinan dan latar belakang kehidupan yang secara sosial majinal. Kekurangan kelebihan-kelebihan, seperti sekolah yang berkualitas dan akses pada mentor, anak-anak akan tidak mungkin sukses tanpa dukungan dan bimbingan dari orangtua mereka. Dari situ, diketahui bahwa peran orangtua tidak terbatas pada mengenalkan kesempatan karier dan memberikan akses pada anak-anak mereka, tetapi juga membentuk karakter diri anak. Individu kreatif dewasa banyak yang menyampaikan betapa penting kedua orangtua mereka yang telah mengajarkan mereka nilai-nilai kehidupan, dan nilai yang terpenting adalah kejujuran.

Sebagian individu kreatif memandang sekolah adalah penghambat perkembangan diri mereka (sekolah memupuskan bakat dan rasa ingin tahu, sehingga anak justru menemukan kekuatan diri mereka di luar sekolah), tetapi sebagian yang lain memandang sekolah adalah sumber inspirasi (ada guru yang membangkitkan minat, memelihara, dan mengarahkan anak untuk mencapainya). Guru adalah sosok yang sangat berpengaruh. Faktor yang menentukan pengaruh tersebut ada dua: 1) guru berhasil mengenali, peduli, dan yakin pada kemampuan anak, dan 2) guru menunjukkan kepedulian dengan memberikan anak tugas-tugas ekstra dan tantangan-tantangan yang lebih besar padanya. Guru tersebut membuat anak menikmati proses belajarnya karena berhasil menyesuaikan antara tantangan dan kemampuan anak sehingga anak ingin belajar lebih banyak lagi.

2# Masa Remaja

Remaja yang bertalenta memiliki hambatan-hambatan khusus. Contohnya, mereka harus menyediakan waktu untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, yang itu berarti mereka lebih banyak menghabiskan waktu sendiri daripada bersama teman untuk bermain musik, belajar, atau menulis. Hasilnya, mereka bisa jadi kurang bahagia dan gembira. Mereka kurang menyadari/ peduli pada seksualitas mereka dan kurang independen dari keluarga mereka ketimbang normanya/ rekan sebayanya. Ini adalah faktor penting dalam perkembangan mereka karena itu berarti mereka menghabiskan relatif lebih banyak waktu dalam lingkungan yang terlindungi di mana eksperimentasi dan belajar lebih mudah untuk dicapai, tetapi karena itu juga mereka menjadi tidak populer dan dipandang aneh.

Alasan lain mengapa mereka tidak populer adalah bahwa rasa ingin tahu dan minat yang intens mereka tampak aneh di mata kawan-kawan mereka. Cara berpikir dan berekspresi mereka membuat mereka dicurigai. Popularitas atau ikatan yang kuat dengan teman pada remaja cenderung menjadikan remaja berkompromi dengan budaya teman sebaya mereka. Jika teman mereka adalah teman yang intelek, maka konformitas dengan teman akan mengembangkan talenta mereka. Namun, kebanyakan kasus adalah sebaliknya. Mereka menjadi kesepian, tetapi kesepian itulah yang justru menjadi pelindung bagi bakat diri mereka.

3# Masa Dewasa

Orang-orang yang kreatif mempelajari keahlian dengan belajar dari seorang ahli, atau dengan mempelajari sendiri bidang yang mereka minati lewat uji coba. Tahun-tahun di perguruan tinggi adalah titik tertinggi dalam kehidupan mereka, di mana mereka menemukan suara mereka dan orientasi karier menjadi jelas. Meski pun mereka berasal dari daerah yang terpencil dan tidak tersentuh perkembangan seperti di kota besar, perguruan tinggi memberikan teman-teman dan guru yang mengapresiasi keunikan diri mereka. Di masa ini, individu menemukan fokus dan dorongan diri mereka dan memelihara rasa ingin tahu yang menjaga kemampuan mereka untuk bekerja keras.

Terkait pernikahan, individu yang kreatif memiliki kehidupan marital yang stabil dan memuaskan. Hubungan mereka dengan istri atau suami mereka cenderung langgeng, bertahan selama 30, 40, bahkan lebih dari 50 tahun. Kebanyakan memiliki pola kehidupan seksual yang tenang dengan tingkat perselingkuhan yang rendah. Jika ditanya pencapaian hidup mana yang paling membanggakan bagi mereka, kebanyakan jawaban mereka adalah keluarga dan anak-anak mereka. Ketika ditanya, apa yang membuat mereka mampu mencapai itu, jawaban mereka adalah dukungan yang luar biasa dari pasangan hidup mereka. Mereka memiliki rasa tanggung jawab yang besar untuk menjaga hubungan mereka tetap stabil dan dari situ mereka merasa bahagia.

Terkait karier, penelitian atas perkembangan karier individu kreatif menunjukkan kesamaan bahwa mereka berkarier tidak dengan cara biasa. Kebanyakan mereka memasuki suatu tempat pada level rendah, memainkan peran mereka, dan meninggalkan tempat itu pada level yang tinggi. Mereka bukan memiliki pekerjaan, tetapi menciptakan pekerjaan untuk diri mereka sendiri. Mereka tidak hanya menemukan cara baru dalam berpikir dan melakukan sesuatu, tetapi juga menjadi praktisi pertama dalam bidang yang mereka temukan dan menjadikannya mungkin bagi orang lain untuk bekerja dan berkarier dalam bidang tersebut.

Walaupun satu sifat paling jelas dari individu kreatif adalah keasyikan pada proyek mereka, fokus tersebut tidak membuat mereka tidap peduli pada persoalan-persoalan sosial dan historis. Mereka bahwa berani mengambil risiko untuk mempertahankan keyakinan mereka. Keingintahuan dan komitmen yang mendorong orang-orang ini untuk membuat terobosan baru dalam bidang masing-masing juga mengarahkan mereka untuk menghadapi masalah-masalah sosial dan politis yang kebanyakan orang cenderung membiarkannya.

Orang-orang kreatif bukan orang yang imun dari rasa kecewa dan kesedihan. Mereka juga mengalami tragedi, misalnya kematian orang yang disayangi, peperangan, penjara, kesulitan finansial, dan sebagainya, tetapi penderitaan ini tidak menjadikan mereka kandas, tetapi justru membantu mereka untuk menguatkan ketetapan hati mereka.

4# Masa Akhir Kehidupan

Seiring dengan penuaan, perubahan-perubahan terjadi dalam diri seseorang, seperti perubahan fisik dan kognitif, kebiasaan dan sifat diri, hubungan dengan lingkungan, atau hubungan dengan bidang yang ditekuni. Perubahan dalam keempat aspek tersebut memiliki dampak positif maupun negatif.

Terkait perubahan kognitif, diketahui terdapat dua macam kecerdasan, yaitu fluid intelligence dan crystallised intelligence. Fluid intelligence adalah kemampuan untuk merespon dengan segera, memiliki waktu reaksi yang cepat, dan menghitung dengan cepat dan akurat. Kemampuan ini dipandang merupakan bawaan lahir dan sedikit dipengaruhi oleh belajar. Beberapa komponen dari kemampuan ini matang cukup awal, tetapi menurun seiring dengan penuaan dan menjadi lebih berat setelah usia 70 tahun.

Crystallized intelligence lebih tergantung pada belajar ketimbang keterampilan bawaan. Ia meliputi kemampuan membuat penilaian yang bijak, mengenali keserupaan di antara kategori-katogeri yang berbeda, menggunakan penalaran induksi dan logis. Kemampuan ini tergantung lebih pada refleksi daripad reaksi cepat, dan biasanya meningkat seiring dengan waktu, sampai usia sekitar 60 tahun. Pada diri individu kreatif yang diteliti Csikszentmihalyi, kemampuan inilah yang berkembang dan tetap stabil bahkan sampai dekade kesembilan kehidupan mereka.

Penurunan kondisi fisik dan energi adalah yang umum dikeluhkan karena melambatkan gerak mereka dalam beraktivitas. Di antara mereka yang menjadi ilmuwan merasa jadi lebih lambat dan lebih waspada. Meskipun keinginan mereka untuk bekerja meningkat, energi mereka tidak lagi mengikuti keinginan tersebut. Meskipun mengalami penurunan kondisi fisik, kemampuan mental mereka relatif tetap sama. Bahkan karena banyaknya pengalaman dan pemahaman yang lebih baik, mereka mampu mengerjakan beberapa hal secara lebih cepat dan baik ketimbang sebelumnya.

Seseorang bisa saja kehilangan energi fisik dan keterampilan mental, pengaruh dan prestise dari posisi sosial, tetapi bidang yang ditekuni diri tetap dapat diakses dan penghargaan yang dirasakan tetap segar sampai akhir kehidupan. Di masa tua, banyak orang menemukan kemungkinan-kemungkinan baru dalam bidang yang selama ini mereka tekuni. Ada yang semakin dalam bertekun dalam bidang tersebut, ada yang menemukan minat baru. Perubahan terkait dengan bidang dirasakan selalu positif. Ini memungkinkan seseorang tetap kreatif meskipun tubuh telah lemah dan kesempatan sosial telah semakin terbatas.

Individu kreatif tampak masih bersinar di usia tua mereka daripada yang dikira. Sebabnya adalah mereka masih sangat terlibat dalam tugas/ bidang mereka, meskipun pada akhirnya hasil akhir sulit untuk dicapai. Mereka tidak pernah kehabisan target dan tujuan; selalu ada hal yang masih ingin mereka capai. Orientasi masa depan yang seperti ini khas bagi mereka. Mereka tidak banyak mengenang dan berkutat pada kesuksesan di masa lalu. Mereka memfokuskan energi mereka pada tugas yang belum terselesaikan.

***

Kebanyakan dari kita bahwa masa depan ditentukan oleh masa lalu; bahwa peristiwa yang dialami oleh seseorang di masa bayi dan anak-anak kita membentuk masa dewasa kita. Sebagian pendapat tersebut ada benarnya, tetapi sebagian lainnya tidak. Ada banyak sekali kemungkinan yang terjadi dan setiap dari kita memiliki jalan mereka masing-masing untuk menjadi pribadi yang kreatif di masa depan.

Sebagian dari kita sudah berbakat sejak kecil, sebagian kita adalah orang-orang normal sepanjang masa. Sebagian dari kita mengalami masa kanak-kanak yang sulit, kehilangan orangtua, atau mengalami kesukaran hidup yang lain, sementara yang lain memiliki kehidupan keluarga yang bahagia. Beberapa dari kita memiliki masa kanak-kanak yang normal dan bertemu guru yang mendukung, beberapa diabaikan dan mengalami pengalaman pahit dengan sekolah. Ada yang sejak awal sudah tahu karier apa yang hendak dikejar, sementara ada juga mengubah arah kehidupan seiring dengan kedewasaan. Pengenalan diri ada yang terjadi cepat, ada yang terjadi terlambat.

Fakta di atas menunjukkan bahwa kehidupan kreatif bukanlah sesuatu yang deterministik/ ditentukan. Orang yang kreatif bukan dibentuk oleh gen atau oleh peristiwa pada awal kehidupan. Mereka bergerak sepanjang waktu, dibombardir oleh peristiwa-peristiwa eksternal, bertemu dengan orang yang baik juga yang buruk, nasib baik dan buruk, dan menghadapi apa saja yang datang kepada mereka. Namun, bukannya dibentuk oleh peristiwa, mereka membentuk peristiwa agar sesuai dengan tujuan hidup yang mereka miliki. Kehidupan kreatif adalah ditentukan, tetapi yang menentukan itu terus bergerak sepanjang waktu; berupa determinasi diri yang besar untuk sukses. Yang terpenting bagi kita semua sekarang adalah mengenali bakat ketika ia menampilkan dirinya pada kita, memelihara bakat itu, dan memberikan diri kesempatan untuk berkembang membangun kehidupan yang kreatif.

Referensi

Csikszentmihalyi, M. 1996. Creativity: Flow and The Psychology of Discovery and Invention. New York: Harper Collins Publishers.

5 thoughts on “Creativity: Its Development Across Lifespan

  1. Bicara soal kreativitas, sy teringat sebuah buku Why Asians are Less Creative than Westerners, yg belum saya baca hingga saat ini tapi masih ingin sekali membacanya :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s