Berinternet Sehat dengan Netiket

Artikel ini adalah buah dari mengikuti mata kuliah Psikologi Teknologi. Mengikuti mata kuliah tersebut pada awalnya hanya karena ingin tahu dan benar, seiring dengan berjalannya waktu aku berinteraksi di dalamnya, memang ada banyak hal yang tidak aku tahu. Jadi, semoga tulisan ini bermanfaat ^^d

***

Salah satu indikator kita berinternet secara sehat adalah mengetahui etika menggunakan atau tepatnya berinteraksi lewat internet di dunia maya (cyberspace). Sebagai pengguna internet kita perlu mengetahui aturan dan sopan santun berinteraksi di internet karena dengan begitulah kita dapat mencegah terjadinya perilaku-perilaku online yang menyimpang, yang merugikan tidak hanya diri sendiri, tetapi juga orang lain.

Kita tentu pernah tahu, mengalami, atau bahkan melakukan sejumlah perilaku tidak menyenangkan di internet, misalnya di jejaring sosial.Contoh: perang status di Facebook atau tweet di Tweeter; bagaimana orang bertengkar atau “adu mulut” di jejaring sosial. Contoh lain: berdebat di internet, yang di situ orang terhadap lawan bicaranya bersumpah-serapah, mengumpat, merendahkan, menghina, menggunakan kata-kata kasar dan ejekan. Contoh lain lagi: tanpa banyak peduli bahwa itu mengandung risiko, kita menulis apa saja yang kita suka atau yakini di media sosial. Kita menulis apa saja isi hati dan pikiran kita tanpa berpikir bahwa itu sebenarnya tidak berguna, seperti: keluhan-keluhan pribadi kita.

Contoh di atas itu tergolong ringan-sedang. Ada lagi yang lebih parah: menggunakan media online untuk mempermalukan, mempermainkan, memfitnah, atau melecehkan orang; untuk menindas dan mengancam orang lain; untuk menipu atau memanfaatkan orang. Lebih parah lagi: melakukan pelanggaran hukum dengan internet sebagai instrumen utama atau pendukung, seperti: menyebarkan konten yang berisi pornografi, gambar-gambar tidak senonoh, serta pesan-pesan (komersial) yang misleading, melanggar karya intelektual orang, dan masih banyak lagi.

Banyak sekali kasusnya, yang itu membuat kita geleng-geleng kepala. Tidak sedikit dari kita yang mulai berpikir bahwa dunia maya tidaklah lebih aman ketimbang dunia nyata, bahkan lebih berbahaya. Kita bisa bertemu dan terhubung dengan siapa saja yang kita kenal atau tidak, yang baik atau jahat, orang asli atau penipu. Kebebasan yang diberikan internet untuk berekspresi sesungguhnya adalah peringatan akan kemungkinan pelanggaran hak dan privasi yang kita miliki oleh orang-orang yang tidak kenal atau tidak mengerti apa kewajibannya sebagai pengguna internet. Dan sebaliknya, kita pun berkemungkinan melanggar hak dan privasi orang lain jika kita tidak kenal atau tidak mengerti apa kewajiban kita sebagai sesama pengguna.

Jika ada orang yang berkata di internet ia menemukan dunianya, maka ia harus disadarkan bahwa dunia maya itu adalah dunia milik bersama oleh jutaan orang di dunia. Aturan yang berlaku di dalamnya pada prinsipnya sama seperti aturan yang berlaku di dunia nyata. Demi kebaikan dan kenyamanan bersama orang-orang yang pernah mengalami dan belajar tentang sisi positif dan negatif internet membuat kesepakatan tentang bagaimana menggunakan dan berinteraksi di dunia maya. Inilah yang kemudian disebut dengan internet etiquette atau netiquette atau dalam bahasa Indonesia “netiket”.

Dalam The Internet Encyclopedia yang ditulis oleh H. Bidgoli (2004), J. M. Kayany mendefinisikan netiket sebagai pedoman informal yang disusun oleh para pengguna internet tentang perilaku online yang dapat diterima. Norma-norma perilaku online merupakan adaptasi dari etika kehidupan sehari-hari menjadi fitur unik teknologi dan lingkungan online. Pedoman ini disusun dari waktu ke waktu dalam bermancam-macam lingkungan virtual dan aplikasi internet. Norma ini jarang bersifat universal, tetapi spesifik pada setiap kelompok sosial atau budaya, baik di dunia nyata maupun virtual. Walaupun banyak dari petunjuk ini sudah berubah menjadi aturan formal yang administrator sistem dan pemilik sistem terapkan, netiket, dalam arena yang lebih luas masih didasarkan pada sistem penghargaan/ penghormatan informal (informal honor system).

Lebih lanjut dikatakan, konvensi yang dibangun dari waktu ke waktu tentang teknologi komunikasi sering merupakan produk dari pengalaman kolektif mereka yang sudah mengeksplorasi kekuatan dan kendala dalam konteks komunikasi yang bermacam-macam. Karena itu, pengetahuan tentang konvensi dan praktik-praktik ini adalah esensial bagi siapa saja yang ingin menggunakan teknologi komunikasi internet secara efektif dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Ada sebuah buku bagus tentang netiket yang ditulis oleh Virginia Shea, berjudul “Netiquette” (1994). Di dalamnya, ia menjelaskan bahwa terdapat sepuluh dasar-dasar netiket yang harus diketahui setiap pengguna internet, yaitu (tentu dengan sedikit penyesuaian dariku):

1# Ingat ada manusia di situ

Kita sebaiknya ingat bahwa yang membaca tulisan dan posting-an kita adalah manusia yang perasaannya dapat terluka. Bukan hal yang bagus atau patut dibanggakan jika “karya” kita justru menyakiti perasaan orang. Jangan pernah mengirim email atau pesan apa saja yang kita tahu akan memalukan diri kita atau orang lain. Dan, jika mendapati orang bertengkar di internet, semoga kita mampu memperingatkan mereka bahwa tindakan semacam itu tidak bagus.

2# Amalkan etika kehidupan nyata di dunia maya

Jika di dunia nyata kita bukan seorang pengumpat, jangan lantas berani mengumpat di internet. Jika di dunia nyata kita orang yang berhati-hati dalam berbicara, kita perlu berhati-hati juga berbicara atau menulis di internet. Jika kita seorang taat hukum di dunia nyata, kita juga seorang taat hukum di internet. Jika di dunia nyata kita hormat pada orang yang lebih tua, guru dan orangtua, jangan lantas jadi berani menjelek-jelekkan mereka di internet. Melanggar hukum di dunia maya sama buruknya dengan melanggar hukum di dunia nyata. Jadi, marilah bersikap etis.

3# Tahu di mana tempatmu

Setiap situs atau jenis media sosial punya aturan berinteraksi atau standar perilaku yang berbeda-beda. Inilah pentingnya membaca terlebih dahulu aturan dan standar tersebut sebelum menceburkan diri ke dalam suatu situs. Banyak orang yang melakukan kesalahan karena hal sepele tidak tahu apa yang seharusnya dilakukan. Solusinya: pelajarilah aturan yang ada dan pahami agar kita tahu mana yang baik dan mana yang buruk, yang benar dan yang salah.

4# Hormati/ hargai orang lain

Tidak masalah menganggap apa yang kita lakukan saat ini di internet adalah hal paling penting sedunia, tetapi jangan harap semua orang pasti sepakat dengan kita atau suka dengan apa yang kita lakukan. Bicarakan atau tulislah hal-hal yang layak jika itu diketahui orang secara umum. Jangan bicarakan atau menulis hal-hal yang bodoh. Jangan habiskan waktu orang lantaran sampah-sampah kita. Jika mendapati orang lain menuliskan hal-hal yang tidak layak atau bodoh, atau tidak penting, tahan diri dari mengatai orang itu tidak pakai otak. Lebih baik abaikan hal-hal yang dapat memicu perdebatan. Gunakan moda yang privat untuk hal-hal yang privat.

5# Tampilkan diri secara baik

Ini sering disepelekan: apa yang kita tampilkan mempengaruhi kesan orang lain tentang diri kita. Banyak yang menulis seenak perutnya, tidak mengecek bahwa tata bahasa dan tata tulisnya kacau. Jika itu sesuai dengan rekan bicara bukan masalah, tetapi jika itu adalah hal formal, atau situasi di mana kita berkomunikasi dengan orang yang lebih tua atau asing? Hati-hatilah agar jangan sampai kebiasaan komunikasi kita yang buruk ikut terbawa. Dalam berbicara, kita perlu tahu apa yang hendak kita bicarakan dan pastikan bahwa itu masuk akal. Dan yang terpenting, sebaiknya tidak menulis sesuatu yang dapat memancing kemarahan atau celaan orang. Jika demikian, maka benar kata pepatah, mulutmu harimaumu.

6# Bagi-bagilah pengetahuan

Jika kita tahu sesuatu tentang internet yang mana itu bermanfaat, jangan disimpan sendiri. Bagikan itu kepada teman-teman atau siapa saja yang membutuhkan. Ringan tangan juga terjadi di dunia maya. Tawarkan bantuan bagi yang membutuhkan bantuan, berikan jawaban bagi yang bertanya. Berikan kepada orang yang tidak mengerti dan bingung apa yang dibutuhkannya.

7# Bantu jaga perselisihan di internet tetap terkontrol

Jangan kita jadi orang ketiga yang justru menjadi pengobar api perselisihan, pemulai fitnah atau kabar bohong lantaran pengetahuan dan wawasan kita yang miskin. Jika ada tulisan atau posting-an yang memancing perselisihan, lebih baik tidak ikut-ikutan. Jangan pedulikan jika kita tidak punya kemampuan untuk meredakannya. Jaga agar jangan sampai pula kita yang menjadi pemancing perselisihan. Jika karena suatu hal kita menulis yang demikian, jika dampaknya buruk, bersedialah meminta maaf dan menerima peringatan dan nasihat dari orang lain.

8# Hargai privasi orang

Jangan bicarakan hal-hal yang seharusnya jadi rahasia di media sosial, termasuk informasi diri dan orang lain. Jangan membaca email pribadi orang, membuka-buka folder foto, inbox, atau apapun tanpa izin yang memilikinya.

9# Jangan menyalahgunakan kekuatan dan kelebihan yang ada padamu

Ini seperti nasihat Uncle Ben pada Peter Parker, si spiderman: The more power you have, the more important it is that you use it well. Itulah tanggung jawab pribadi setiap orang. Setiap orang di era digital ini punya keahlian menggunakan perangkat komputer, internet, dan gadget. Setiap orang dapat berkreasi apa saja dan meraih pengakuan dan penghargaan dari situ. Tapi ingat, menyalahgunakan kekuatan dan kelebihan itu untuk hal-hal yang tidak baik dan tidak benar adalah kesalahan yang besar.

10# Jadilah pemaaf atas kesalahan orang

Kita semua pernah berbuat salah, entah karena kecerobohan, ketidaktahuan, kealpaan, tidak disengaja, atau memang sengaja. Sering atas kesalahan itu kita ingin sekali bisa dimengerti mengapa kita bisa berbuat seperti itu dan tidak cepat-cepat dinilai bahwa kita ini orang jahat atau orang yang jelek. Hal itulah yang juga diinginkan orang lain ketika berbuat kesalahan. Karena itu, janganlah kita mahal kata maaf, mudah tersinggung atau mudah tersulut. Harga diri kita tidak sebaiknya dibangun di atas kejatuhan orang yang kita marahi habis-habisan lantaran kesalahan mereka, melainkan dari respon bijak kita.

Nah, itu dia yang bisa kubagi saat ini. Sekarang, sedikit banyak kita tahu apa yang sebaiknya kita lakukan atau bagaimana sebaiknya kita berhubungan dengan orang lain di internet. Ilmu etika di atas sesungguhnya bukan hal yang baru, bahkan telah sejak berabad-abad yang lalu diajarkan lewat ajaran agama. Akhlak-akhlak yang mulia tentu tidak hanya merupakan milik dunia nyata. Terkhusus etika berinternet ini, aku ingat sekali bagaimana Nabi mengajarkan agar kita menjaga lisan kita. Di internet ucapan-ucapan kita diubah ke dalam bentuk tulisan. Karena itu, rasanya menjaga tulisan kita agar tidak menuliskan hal-hal yang tidak berguna dan tidak mendekatkan kita kepada Allah adalah wajib, betapa pun dunia internet menawarkan kebebasan berekspresi, berbicara, dan berkumpul.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s