Japanese Positive Behaviour : 10 Watak Orang Jepang (Kelas Budaya PSJ UGM)

Kelas Budaya PSJ UGM

Jumat 6 Des 2013

Oleh Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M Eng, Ph D

Japanese Positive Behaviour : 10 Watak Orang Jepang

 

1. Kerja Keras

Walaupun Anda sudah bekerja keras selama ini, masih saja dikatakan : もっと頑張って

Cenderung workaholic

Dua 挨拶berkenaan dengan waktu

a. こんにちは : selama masih ada kerja, biarpun jam 7 malem kalau masih kerja, masih konnichiwa

b.  こんばんわ : selesai kerja

2. Malu

Menjunjung tinggi rasa malu

Merasa bersalah, merasa kalah terasa memalukan, terpencil

Dulu samurai dengan 切腹, sekarang pejabat dengan mengundurkan diri

Contoh :

Anak kecil dan orang tuanya mau naik kereta.

Sebelum naik si anak bermain pedang-pedangan, ibunya bilang di dalam kereta nanti jangan main-main ya, bisa bikin ganggu orang. Si anak mengiyakan.

Ketika dah masuk eh si anak masih saja pedang-pedangan. Si ibu bilang : 君が信じてできないなあSi anak lngsung nangis, malu, dan menyerahkan pedang-pedangannya.

3. Hemat

Jelas mereka kaya. I jam baito 750 円. 2 bulan baito bisa buat tamasya ke indonesia.

Tapi tetap hemat, suka berburu obral diskon ketika toko mau tutup. Garrage sale. Reuse recycle.

Ditekankan kepada anak-anak jepang :

Kita negara kecil, tidak punya SDA, makan harus habis, kasihan petani.

4. Loyal, setia

I 侍 1 大名

Jarang pindah pekerjaan

Bos punya previlage, tapi tanggung-jawabnya juga besar. Bos memikirkan kesejahteraan pegawai, sehinggai pegawai juga bersetia kepadanya.

Strukturnya seperti tentara :

jenderal, perwira, bintara, tamtama -> prof, doktor, graduate, undergraduate

dalam satu kesatuan uchi menghadapi musuh.

5. Inovatif

Jepang bukan negara penemu

Meracik temuan orang, diperbaiki dan dipasarkan.

Walkman aslinya paten Amerika, tapi digarap lagi sehingga mampu merajai dunia persilatan selama 30 tahun (Akio Morita, Matsushita Sony)

6. Pantang menyerah

失敗学 :

Fail is mother of succes, kegagalan adalah ibu dari kesuksesan

Gagal ini, diulangi dengan cara berbeda, dimodifikasi secaa sistemik, terstruktur, semua langkah dicatat.

7. Gemar membaca

漫画 membuat membaca jadi menyenangkn. Dan ini didukung pemerintah.

Ilmu-ilmu yang sulit seperti kalkulus, mikrobiologi dsb dimangakan.

Penerjemahan buku-buku baru asing sangat masif, keluar di negara asing dalam waktu 2 minggu sudah ada terjemahan bahasa jepangnya.

Kalau kita ada di bandara di bali, sebagian besar orang yang sedang membaca adalah orang jepang.

8. Kerja Kelompok

Sadar betul bahwa dibesarkan dari masyarakat petani

Yang tidak bisa nanam sendiri, nyemprot sendiri, panen sendiri

Klaim hasil pekerjaan disematkan pada tim atau kelompok, bukan pada individu.

Dalam mengambil keputusan strategis ada 稟議 (musyawarah mufakat), memang lama tapi diterima semua.

Anekdot :

1 orang prof jepang kalah dengan 1 prof amerika

Tapi 10 prof amerika tidak bisa mengalahkan 10 prof jepang J

9. Mandiri

Anak kecil, anak TK saja sudah bawa 3 tas besar sendiri

Isinya : pakaian ganti, bento, sepatu ganti, handuk, sebotol minuman tergantung di leher.

Lepas SMA dan masuk kuliah sebagian besar sudah バイト,berusaha  tidak meminta biaya orang tua.

10. Jaga tradisi

Menyerap budaya luar yang baik, tanpa membuang budaya sendiri yang selama ini sudah baik.

Biarpun waktu kuliah pakai anting, rambut merah, nge-punk dsb, tapi waktu mau masuk kerja sudah normal lagi dan rapi.

***

Sumber: http://yunanirshadi.web.ugm.ac.id/?p=340

 

3 thoughts on “Japanese Positive Behaviour : 10 Watak Orang Jepang (Kelas Budaya PSJ UGM)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s