Quotations Collection Part 24

First thing first…

Aku tidak punya kebiasaan merayakannya, tetapi aku punya sesuatu yang aku ingin dapat terus aku lakukan setiap kali datang hari di mana usiaku bertambah. Aku berterima kasih kepada Allah atas kehidupan yang indah ini. Aku berterima kasih kepada banyak sekali orang atas kebaikan hati dan pelajaran-pelajaran dari mereka. Aku pun berterima kasih, juga, pada diriku yang lalu, yang telah membawaku sampai ke titik ini. Ketika hari ini aku mampu merasakan kemenangan, aku tahu itu tidak lepas dari ia yang selalu berjuang dan tidak membiarkanku menyerah.

***

“Don’t wait for the perfect moment. Take the moment and make it perfect.”

— Author Unknown

Jangan menunggu kesempatan terbaik datang. Manfaatkan waktu yang ada dan jadikan saat itu sempurna.

 

“You can’t have everything. Where would you put it?”

— Stephen Wright

Kita tidak bisa memiliki segala hal. (Kalau kita punya semua hal), di mana kita akan menyimpannya?

 

“Never regret. If it’s good, it’s wonderful. If it’s bad, it’s experience.”

— Victoria Holt

Janganlah menyesali sesuatu. Jika itu bagus, baguslah. Jika itu buruk, itu pengalaman.

 

“Don’t put off for tomorrow what you can do today because if you enjoy it today, you can do it again tomorrow.”

— James A. Michener

Jangan tunda sampai besok apa yang bisa kita lakukan hari ini karena jika kita menikmatinya hari ini, kita bisa melakukannya lagi besok! ^^d

 

“Some people are always grumbling because roses have thorns. I am thankful that thorns have roses.”

— Alphonse Karr

Beberapa orang menggerutu, mengapa mawar berduri. Tetapi aku bersyukur, duri-duri itu memiliki mawar.

 

“Stop being afraid of what could go wrong and focus on what could go right.”

— Author Unknown

Berhentilah mengkhawatirkan hal salah apa yang mungkin terjadi dan fokuslah pada apa yang dapat dilakukan dengan benar.

 

“Doubt is overcome… by courage. Courage does not deny that there is doubt, but it takes the doubt into itself as an expression of its own finitude. Courage does not need the safety of an unquestionable conviction. It includes the risk without which no creative life is possible.”

— Paul Tillich

Keraguan diatasi … oleh keberanian. Keberanian tidak menyangkal bahwa ada keraguan, namun menjadikan keraguan ke dalam dirinya sebagai ekspresi dari keterbatasan keberanian itu sendiri. Keberanian tidak memerlukan keamanan dari sebuah keyakinan yang tak terbantahkan. Keberanian mencakup risikoyang  tanpanya tidak mungkin ada kehidupan yang kreatif.

 

“The unexamined life is not worth living. … to be a rational human being is to have a kind of creative doubt about ones fundamental beliefs, a creative doubt that promotes, within reason, a continual reappraisal of such belief.”

— Socrater, dalam Baird (1980)

Kehidupan yang tak teruji tidak layak dihidupi. … menjadi manusia yang rasional berarti memiliki semacam keraguan kreatif tentang keyakinan-keyakinan yang mendasar, keraguan kreatif yang mendorong, dalam pertimbangan akal, penilaian yang  terus-menerus tentang keyakinan tersebut.

 

Introversion is not a pathological condition; it is not an abnormal response to the world. It is simply a personality trait found in a small percentage of the total population. Introverts are different from extraverts and this difference is very difficult for the extravert to understand because they do not operate in that fashion. And because they do not understand it, many continually try to help the introvert become more social, more gregarious, more outgoing, and have more fun from the extravert perspective. Such is the situation of the introvert, a minority in the regular population but a majority in the gifted population (Gallagher, 1990; Hoehn & Birely, 1988)

Introversi bukanlah kondisi patologis; introversi bukan respon yang tidak normal terhadap dunia. Ia hanyalah sifat kepribadian yang ditemukan dalam sedikit orang dalam populasi total. Orang yang introvert berbeda dari yang ekstrovert dan perbedaan ini sangatlah sulit dimengerti oleh para ekstrovert karena mereka tidak hidup dalam cara yang seperti itu. Dan karena mereka tidak memahaminya, banyak yang kemudian berusaha membantu si introvert menjadi lebih sosial, lebih bergaul, lebih ramah, dan lebih banyak bersenang-senang dari perspektif ekstrovert. Itulah situasi yang dialami orang introvert, minoritas dalam populasi umum, tetapi merupakan mayoritas dalam populasi orang-orang berbakat.

 

“If I were asked to give what I consider the single most useful bit of advice for all humanity, it would be this: Expect trouble as an inevitable part of life, and when it comes, hold your head high. Look it squarely in the eye, and say, ‘I will be bigger than you. You cannot defeat me.'”

— Ann Landers

 

“Whenever you find yourself doubting how far you can go, just remember how far you have come. Remember everything you have faced, all the battles you have won, and all the fears you have overcome.”

— Author Unknown

Kapanpun kau mendapati dirimu meragukan seberapa jauh kau dapat pergi, ingat saja seberapa jauh kau telah sampai. Ingat segala hal yang pernah kau hadapi, setiap pertempuran yang kau menangkan, dan semua ketakutan yang berhasil kau atasi.

 

“Don’t judge each day by the harvest you reap but by the seeds that you plant.”

— Robert Louis Stevenson

 

“Enthusiasm is one of the most powerful engines of success. When you do a thing, do it with all your might. Put your whole soul into it. Stamp it with your own personality. Be active, be energetic and faithful, and you will accomplish your object. Nothing great was ever achieved without enthusiasm.”

— Ralph Waldo Emerson

Antusiasme adalah sumber kekuatan paling besar untuk sukses. Ketika kau mengerjakan sesuatu, kerjakanlah dengan sekuat tenaga. Kerjakanlah sepenuh jiwa. Cap itu dengan kepribadianmu. Jadilah aktif, energik, dan dapat dipercaya, maka kau akan mencapai apa tujuanmu. Tidak ada hal besar yang dicapai tanpa antusiasme.

 

“I believe in intuition and inspiration; at times I feel certain I am right while not knowing the reason.”

— Albert Eistein

 

“Work for a cause, not for applause. Live your life to express, not to impress, don’t strive to make your presence noticed, just make your absence felt.”

— Author Unknown

 

“We are not given a good life or a bad life. We are given life. And it’s up to you to make it good or bad.”

— Ward Foley

 

“Iman adalah sebuah rumah dengan banyak kamar.” “Tapi tak ada ruang untuk keraguan?” “Oh, banyak. Di setiap lantai. Keraguan berguna. Itu membuat iman tetap hidup. Setelah semua, kau tak dapat menguji kekuatan imanmu sampai kau diuji.”

— From “Life of Pi”

 

“Courage doesn’t always roar. Sometimes courage is the quiet voice at the end of the day saying, ‘I will try again tomorrow.'”

— Mary Anne Radmacher

Keberanian tidak selalu mengaum. Terkadang keberanian adalah suara tenang di akhir hari yang mengatakan, “Aku akan mencoba lagi besok.”

 

“Be authentic. Don’t try to be someone you aren’t. You’ll hate yourself for it and the effort to maintain the facade will exhaust you. Be real! Many won’t like the real you but that’s better than having people adore the person that isn’t you at all.”

— Larry Winget

 

“Barangsiapa ingin supaya musuhnya ditimpa keburukan, berarti dia menyukai keburukan. Orang yang suka akan keburukan, berarti dia penjahat. Yang lebih jahat dari ini adalah orang yang ingin agar keburukan menimpa orang yang bukan musuhnya. Orang yang ingin agar kebaikan yang dimiliki teman-temannya sirna, berarti dia menghendaki agar temannya ditimpa keburukan.”

_Ibn Miskawaih, Tahdzibul Akhlaq, h. 194

 

“It is hard to fail, but it is worse never to have tried to succeed.”

— Theodore Roosevelt

Gagal itu memang berat, tapi itu lebih baik dari pada tidak pernah berusaha untuk berhasil.

 

“The moment you give up is the end. If you try everything, you will find a way.”

— A nice character from a good story

Ada begitu banyak orang yang belum mencoba segalanya. Mereka mendapati jalan mereka buntu tanpa sadar bahwa itu disebabkan oleh tangan mereka sendiri. Mereka menyalahkan dunia yang tidak adil, padahal merekalah yang tidak bertindak adil terhadap diri mereka sendiri. Mereka protes, mencela, mengaduh, mengeluh, dan menyalahkan atas sesuatu yang sebenarnya adalah akibat kesalahan mereka sendiri.

Apakah itu kau?

 

“Sometimes your joy is the source of your smile, but sometimes your smile can be the source of your joy.”

— Thich Nhat Hanh

 

“Rising children … is more than fixing what is wrong with them. It is about identifying and nurturing their strongest qualities, what they own and are best at, and helping find niches in which they can best live out these positive qualities.”

— Martin Seligman

Membesarkan anak itu lebih dari sekadar memperbaiki apa yang salah dari mereka. Membesarkan anak adalah tentang mengenali dan memelihara kualitas diri terbaik mereka, apa yang mereka miliki dan paling bisa lakukan, dan membantu mereka menemukan lingkungan yang di dalamnya mereka dapat hidup sebaik mungkin dengan kualitas-kualitas positif mereka.

 

“Jika seseorang mencari keutamaan buat dirinya sendiri, ia harus bercermin pada orang yang dikenalnya. Karena (dengan begitu) ia akan melihat cacatnya sendiri, dan karena dia mencari-cari cacat orang lain. Maka, ketika dia melihat tindakan keji yang dilakukan seseorang, dia akan mencerca dirinya sendiri atas tindakan itu, seolah-olah dialah pelakunya… Demikianlah siang dan malam dia meninjau semua perbuatannya, hingga tak ada yang luput dari perhatiannya.

“… Sekiranya kita ketahui kekeliruan tingkah laku kita, maka marahilah diri kita, lalu hukumlah diri kita. Dan jika kita amati tingkah laku orang lain, lalu kita dapati ada satu tindakan keji, maka cercalah diri sendiri karena tindakan itu. Sebab, dengan begitu (kita) akan membenci tindakan keji dan terbiasa berbuat kebaikan. Maka perbuatan keji ini akan selalu teringat oleh benak kita, dan sama sekali kita tak akan lupa sekalipun untuk waktu yang lama. Kita harus senantiasa melakukan kebaikan, agar jiwa kita bersemangat untuk berbuat baik dan tidak mau kehilangan kesempatan berbuat baik.

“Kita tidak boleh merasa puas menjadi seperti (orang) yang memberikan makna kearifan pada orang lain, atau menjadi seperti pengasah pisau yang mempertajam alat lain, tapi dirinya sendiri tidak dapat memotong. … Jadilah matahari yang berguna bagi bulan. Bila matahari menyinari bulan, bulan pun jadi bercahaya sehingga menyerupai matahari, meski sinarnya tak seperti sinar matahari. Beginilah mestinya kita, jika kita menebarkan keutamaan demi keutamaan kepada orang lain.”

— Abu Yusuf bin Ishaq Al-Kindi

 

“Siapa pun adanya, kalau dia sudah terlalu cinta diri, dia tak akan pernah tahu cela yang terdapat dalam dirinya.”

— Galen

 

Orang yang miskin adalah orang yang terlalu banyak kebutuhannya.
Orang yang paling kaya adalah dia yang paling sedikit keperluannya.

— Ibn Miskawaih

 

1) Know thyself

2) Choose yourself

3) Become what you are

— Aristotle in Nichomacean Ethics

 

Setelah merasakan kepedihan, kita bisa memahami penderitaan hidup.
Dengan mengetahui nafsu, seseorang bisa menaklukkannya.
Dari mengetahui apa yang diinginkan, seseorang bisa merelakannya.

— Kini kau telah tahu, hal yang “kecil” itu.

From a movie, great movie.

 

“Good people do not need laws to tell them to act responsibly, while bad people will find a way around the laws.”

— Plato

 

“As we express our gratitude, we must never forget that the highest appreciation is not to utter words, but to live by them.”

— John Fitzgerald Kennedy

 

“Cita-cita manusia hendaklah jangan cita-cita manusiawi, meski dia manusia. Jangan puas dengan aspirasi binatang yang akan mati, meski dia juga akan mati. … dengan seluruh potensi yang dimilikinya, dia harus bercita-cita untuk hidup dengan kehidupan Ilahi. Manusia, biarpun dia kecil secara fisik, tapi dia besar karena kearifan dan mulia karena akalnya. Akal mengatasi semua makhluk yang ada. Sebab, akal merupakan esensi utama yang menguasai seluruh yang ada melalui perintah Yang Mahatinggi.

— Aristoteles

Dalam Tahdzibul Akhlaq Ibn Miskawaih, h. 159

 

“Sungguh saya tak habis pikir mengapa mereka yang mendongengkan pada anak-anaknya kehidupan para raja dan peperangan di antara para raja, peperangan demi peperangan, kebencian demi dendam, dan pemberontakan, lupa menceritakan kasih sayang, kerukunan, dan kemaslahatan yang diperoleh umat manusia melalui cinta dan persahabatan? … tak ada orang yang sanggup hidup tanpa kasih sayang, meski seluruh pesona dunia dilimpahkan kepadanya.

Kalau ada orang yang menyangka bahwa kasih sayang itu hal yang sepele, sesungguhnya sepele pulalah orang iu, dan jika dia percaya bahwa kasih sayang dapat dicapai dengan mudah (maka dia benar-benar sesat), karena (harus dia ketahui) betapa sulit mencapai kasih sayang, dan betapa sulit membina persahabatan.

Tak ada satupun benda di bumi ini yang bisa menggantikan peran teman yang dipercaya dapat membantu mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Betapa bahagia orang yang memperoleh nikmat besar seperti ini ketika dia tak memiliki otoritas, dan betapa sangat bahagia orang yang memperolehnya pada saat dia memiliki otoritas! Kalau dia mempunyai teman yang bisa dipercaya, niscaya teman itu baginya akan menjadi mata, telinga, dan hati, seakan itu semua milik dia. Dengan begitu, semuanya itu akan membuat yang jauh menjadi dekat baginya, sehingga dia dapat mendeteksi yang terjauh dan melihat yang tidak hadir.

Sekali lagi, dari manakah datangnya kemuliaan serupa ini kalau bukan dari peran serta sahabat sejati? Dan bagaimana mungkin dapat ditemui, kalau bukan dengan persahabatan yang baik?”

— Socrates

Dalam Tahdzibul Akhlaq Ibn Miskawaih, h. 148-149

 

“… tiap orang yang murah hati itu adil. Dan tidak setiap orang yang adil itu murah hati.”

— Ibn Miskawaih

 

Meyakini teori-teori konspirasi adalah cerminan ketidakberdayaan diri (yang sering tidak disadari sedang dialami). Teori-teori konspirasi paling sering muncul dalam komunitas yang mengalami isolasi sosial atau dis-empowerment politik.

“captive minds… resort to conspiracy theory because it is the ultimate refuge of the powerless. If you cannot change your own life, it must be that some greater force controls the world.” — Roger Cohen (2010)

Where responsible behavior is prevented by social conditions, or is simply beyond the ability of an individual, the conspiracy theory facilitates the emotional discharge or closure that such emotional challenges require.

 

“We’re 14 centuries-plus from the time of the Prophet now, and if you look at the history of Islam there have been high points and low points. As within any religion, you find people of wisdom and also people of great ignorance who use Islam for political expediency, who distort it knowingly or unknowingly. And so, for anyone who wants to follow in the dust of the footsteps of the Prophet Muhammad, blessings and peace be on him, you have to get to the point before there are any schools of jurisprudence, before Sunni and Shia – and if you go to that point there’s no argument, just knowledge … As they say, the nearer you get to the source, the purer the drink. If you go to the source of the Thames it doesn’t taste the same as where it reaches the sea.”

— Ahmad Thomson

As they say, the nearer you get to the source, the purer the drink.

 

“Don’t take anything personally. Nothing others do is because of you. What others say and do is a projection of their own reality, their own dream. When you are immune to the opinions and actions of others, you won’t be the victim of needless suffering.”

— Miguel Angel R.

 

“Everything changes when you start to emit your own frequency rather than absorbing the frequencies around you, when you start imprinting your intent on the universe rather than receiving an imprint from existence.”

— Barbara Marciniak

 

“Everyone wants to live on top of the mountain, but all the happiness and growth occurs while you’re climbing it.”

— Andy Rooney

Setiap orang ingin hidup di puncak dunia, tetapi semua kebahagiaan dan pertumbuhan muncul ketika kau mendakinya.

 

“What began as a quest to understand the extraordinary has revealed the power of the ordinary. Resilience does not come from rare and special qualities, but from the everyday magic of ordinary, normative human resources in the minds, brains, and bodies of children, in their families and relationship, and in their communities.”

— Ann Masten

 

“We are what we repeatedly do. Excellence, then, is not an act, but a habit.”

— Aristotle

Kita adalah apa yang kita lakukan berulang-ulang. Keunggulan, karena itu, bukanlah sebuah tindakan, melainkan kebiasaan.

 

“We tend to forget that happiness doesn’t come as a result of getting something we don’t have, but rather of recognizing and appreciating what we do have.”

— Frederick Keonig

Kita cenderung melupakan bahwa kebahagiaan tidak muncul sebagai hasil dari mendapatkan sesuatu yang kita tidak miliki, tetapi merupakan hasil mengenali dan menghargai apa yang kita punya.

 

“Deal with the difficult while it is yet easy; deal with the great while it is yet small.”

— Tao Te Ching

Hadapi yang sulit ketika itu masih mudah; hadapi yang besar ketika itu masih kecil.

 

“Your knowledge must improve your heart, and finish your ego.”

— Al-Ghazali

Itulah ilmu yang hakiki; ilmu yang mendekatkan pemiliknya kepada Tuhan.

 

“Psychology is not just the study of disease, weakness, and damage; it also is the study of strenght and virtue. Treatment is not just fixing what is wrong; it also is building what is right. Psychology is not just about illness or health; it also is about work, education, insight, love, growth, and play.”

— Martin Seligman, dalam Handbook of Positive Psychology (Snyder & Lopez, 2002)

 

“Anyone can become angry – that is easy. But to be angry with the right person, to the right degree, at the right time, for the right purpose, and in the right way – that is not easy.”

— Aristotle

 

“Saya sering menyaksikan masyarakat banyak meneriakkan ‘kecintaan berbuat baik’. Akan tetapi kemudian, nyatanya mereka sendiri yang tidak tahan menghadapi cobaan berat dalam berbuat baik, kendati mereka tahu benar nilainya, sehingga mereka menyerah kepada kecenderungan untuk bersenang-senang dan bermalas-malasan. Akibatnya, tidak ada lagi perbedaan antara antara mereka dengan orang-orang yang tidak suka berbuat baik. Kasus seperti ini bisa terjadi, lantaran mereka tidak tabah menghadapi cobaan, tidak sabar mencapai kesempurnaan yang tengah mereka upayakan dan sudah pula mereka ketahui keutamaannya.”

— Aristoteles

Dalam Tahdzibul Akhlak karya Ibn Miskawaih, h. 74

 

“With everything that has happened to you, you can either feel sorry for yourself or treat what has happened as a gift. Everything is either an opportunity to grow or an obstacle to keep you from growing. You get to choose.”

— Wayne W. Dyer

 

“If you follow the crowd, you will go no further than the crowd. But if you walk alone, and find your own way, you will likely find yourself in places no one has ever been before.”

— Albert Einstein

Jika kita mengikuti orang banyak, kita tidak akan bisa pergi lebih jauh ketimbang orang-orang itu. Tapi, jika kita berjalan seorang diri, dan menemukan jalan kita sendiri, kita akan mungkin mendapati diri kita berada di suatu tempat yang belum pernah didatangi orang lain sebelumnya.

 

*Untuk apa penelitian ini?*

Apakah Anda ingin mempelajari kebudayaan kami untuk membangun teori Anda tentang kemiskinan? Tidak dapatkan Anda melihat bahwa anak-anak kami kelaparan?

Apakah Anda ingin mempelajari keyakinan rakyat mengenai aksi sihir dengan air? Bagaimana tentang badan tenaga nuklir yang mencemarkan air minum kami dengan buangan radioaktif?

Apakah Anda ingin mempelajari istilah-istilah kekerabatan untuk membangun teori-teori yang lebih esoterik? Bagaimana dengan kerabat kami yang sudah lanjut usia yang berada dalam kondisi miskin dan kesepian?

Apakah Anda ingin mempelajari sekolah-sekolah kami untuk mengajukan teori-teori belajar yang baru? Kebutuhan kami yang paling mendesak adalah sekolah-sekolah yang memenuhi kebutuhan anak-anak kami dengan bahasa yang mereka pahami!

Jadi, untuk apa Anda meneliti kami?

*Dilema peneliti sosial, masalah besar peneliti sosial yang tidak lulus ilmu mensinkronkan kebutuhan masyarakat dengan tujuan penelitiannya*

— dari Spradley, 2006, h. 21

 

“…kita harus bisa memahami manfaat dan mudharat teknologi informasi, serta secara sadar memanfaatkannya untuk mencapai tujuan-tujuan kita, dan bukan tujuan-tujuan mereka – para pembuat dan pencipta teknologi itu. Secara ideal, kita harus mengembangkan kecakapan khas dalam menciptakan dan memanfaatkan teknologi ini.”

— Ziauddin Sardar

 

“Find someone who isn’t afraid to admit that they miss you. Someone who knows that you’re not perfect, but treats you as you are. One who gives their heart completely. Someone who says I love you and means it. Find someone who wouldn’t mind waking up with you in the morning and seeing your wrinkles and your gray hair but still falls in love with you all over again.”

— Author Unknown

Temukan seseorang yang tidak takut mengakui kalau ia merindukanmu, sesorang yang tahu kau tidak sempurna tapi memperlakukanmu apa adanya. Ia yang memberikan hati mereka secara sempurna, mengatakan I love you dalam arti yang sebenarnya. Temukan ia yang tidak keberatan bangun denganmu di pagi hari dan melihat kerutan dan rambut kelabumu, tetapi tetap jatuh cinta padamu sekali lagi.

***

PS: Oya, kalau seri ini mencapai bagian ke-25-nya aku hendak menjadikannya sebuah buku! Sebentar lagi berarti!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s