Syair-syair dalam Buku “Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi” Bag. 1

Aku mencermati betul, karya-karya klasik para ulama terdahulu sering juga diselingi syair-syair. Aku tak pernah tahu apa tujuannya, tetapi mungkin itu berperan memberi warna dan kehangatan bagi perbincangan-perbincangan serius dalam buku-buku yang mereka tulis. Buku “Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi” adalah salah satunya; bahkan halaman pertamanya dibuka dengan sebuah syair. Ini dia:

***

1# Wasiat Hikmah untuk Para Penempuh Jalan Spiritual

Tuhan berwasiat, demikian pula para utusan Tuhan.
Karenanya, meneladani mereka adalah sebaik-baik perbuatan.
Andai tiada wasiat, makhluk berkubang dalam kegelapan.
Dengan wasiat, raja kekal dalam kekuasaaan.
Lakukanlah, jalan itu jangan kautinggalkan.
Wasiat adalah hukum Allah dalam keazalian.
Kuingatkan suatu kaum akan wasiat Tuhan,
dan itu bukanlah apa yang pertama kuwasiatkan.
Yang mereka katakan dan tetapkan bukanlah
jalan-jalan lurus yang mereka tempuh ke depan.
Perilaku Ahmad adalah agama itu sendiri secara keseluruhan.
Dan agama Musthafa adalah agama paling terang.
Ia tak menyilaukan mata, bahkan memberi kekuatan.
Yang miring ia tegakkan.
Dari sumbernya, ambillah buatmu yang membahagiakan,
sampai bulan tertinggi, Saturnus, dan puncak ketinggian.
Tiba di ketegaran, jangan kau berhenti di pelataran.
Cepatlah naik ke tangga puncak ketinggian.
Lalu tapakkan kakimu di kursiy dan ‘arsy terbentang,
menuju asykal dan mutsul kemudian.
Menuju tabiat diri dan kesucian akal,
yang terbelenggu a’radh dan ‘illah dalam ikatan.
Menuju napas di puncak ketinggian awan.
Tempat yang disifati dengan keazalian.
Pandanglah gunung-gunung kukuh tinggi menjulang,
yang senantiasa dan selalu menatapkan pandangan.
Andai tiada ketinggian dalam kerendahan di bawah kerendahan,
wajah-wajah kita yang riya’ pasti mencari pujian.
Sebab itu, atas diri kita sujud Allah tetapkan.
Kita saksikan kebenaran dalam ketinggian dan kerendahan.
Inilah wasiat kami, jika engkau mau memikirkan.
Sungguh, wasiat ini adalah sebaik-baik kecerdikan.
Dengannya kaulihat setiap bentuk ilmu pengetahuan.
Di atas hakikatnya, bukan di atas penggantinya.
Hingga kaulihat pemandangan di puncak ketinggian,
yang dihadirkannya hanyalah dirimu seorang yang
tak hilang dan senantiasa ada dalam keberadaan.
Jika ia menyerumu pada sesuatu yang menyenangkan,
janganlah kau penuhi seruan itu, dan hindarilah ia
dengan penuh ketakutan.
Kita adalah perempuan bagi apa yang kita lahirkan.
Hendaklah kita memuji Allah, yang tak ada seorang
laki-laki pun di semesta alam.
Laki-laki yang kepadanya ditunjukkan kebiasaan
tak lain hanyalah sekadar seorang perempuan.
Bagiku, mereka adalah tuntutan dan harapan. (h. 13-14)

2#

Barangsiapa bertakwa kepada Allah,
Dia berikan jalan keluar bagi urusannya,
seperti tersebut dalam firman-Nya.
Diberi-Nya ia rezeki dari arah yang tak diduga-duga,
dan jika ia susah, diberinya ia kelapangan. (h. 55)

Aku telah tidur sambil mengikat wajahku. Kemudian aku bangun dan sadar serta melantunkan dua bait syair yang tidak kuketahui sebelumnya:

Jangan percaya kecuali pada Allah,
Segala sesuatu ada di tangan Allah.
Sebab-sebab adalah tabirnya,
Hendaknya engkau selalu bersama Allah. (h. 56)

3#

Ada seorang Arab badui dari kalangan orang-orang Musyrik yang fasih berbicara datang kepada Rasulullah Saw. Ia mendengar bahwa Allah telah menurunkan Al Quran kepada Rasul-Nya, di  mana orang-orang Arab yang fasih sekalipun tidak mampu menandinginya. Ia berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasul Allah, apakah yang Tuhanmu turunkan kepadamu seperti yang aku katakan?”

Rasulullah balik bertanya, “Apa yang engkau katakan?”

Maka orang Arab itu pun berkata:

Kaum berhati dengki menawan akal mereka,
Penghormatanmu pada kerabat dekat menolak bencana.
Jika mereka terang-terangan mengatakannya, maafkanlah
dengan kemuliaanmu.
Jika mereka menutupi celaan atas dirimu, engkau tak
memperhatikannya.
Sungguh, orang yang pendengarannya mengganggumu,
Dan sungguh apa yang dikatakannya di belakangmu
tidak dikatakan.

Maka Allah Swt. pun menurunkan ayat: “Dan tiadalah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan yang lebih baik, niscaya orang yang ada permusuhan antara engkau dan dirinya menjadi seolah teman dan keluarga yang dekat. Dan tiada orang akan dikaruniai (sifat-sifat demikian) kecuali orang-orang yang sabar. Dan tiada orang akan dianugerahi (sifat-sifat demikian) kecuali orang-orang yang sangat beruntung.” (QS Fushshilat [41]: 34-35)

Lantas orang Arab itu pun mengatakan, “Demi Allah, ini adalah sihir yang halal. Demi Allah, aku tidak pernah membayangkan dan tidak pernah ada dalam pengetahuanku. Sungguh ia telah dibekali atau diberi yang lebih baik dari apa yang aku katakan. Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasul Allah. Demi Allah, yang demikian ini pastilah datang dari sang pemilik rububiyyah.”

Begitulah keadaan orang-orang yang mengetahui mukjizat Al Quran. (h. 80)

4#

Aku berwasiat kepadamu agar tidak menghinakan seorang pun di antara makhluk Allah, karena Allah tidak menghinakannya saat menciptakan-Nya.

Jangan sekali-kali kau hinakan hamba-hamba Allah
Sungguh, mereka memiliki ketentuan, meskipun
terkumpul bagimu segenap perkataan.

Janganlah engkau menjadi orang yang banyak melaknat, suka membenci, dan bersuara keras, karena melaknat seorang Mukmin sama saja dengan membunuhnya. … Rasulullah Saw. bersabda: “Aku tidak ingin membiasakan lisanku kecuali dengan perkataan yang baik.” Berbicaralah kebaikan…

Semua manusia pun berbicara,
jadilah engkau pembicara terbaik yang didengar.
Jika mereka mengadu kepadamu,
jadilah engkau perisai kuat yang menahan.
Jika sikapmu tidak demikian kepada mereka,
engkau, demi Allah, pastilah pemimpin bermanfaat.
Lilin hanya menghancurkan dirinya,
tapi bagi yang melihat ia adalah cahaya yang bersinar.
Kehinaan yang engkau ketahui tak lain hanyalah
kenikmatan di tangan orang yang mencegah. (82)

6#

“Ucapan yang benar akan selalu menjadi sahabatmu.”

— Uways Al-Qarani

Ketika aku berpegang pada nasihat dan kebenaran,
keduanya selalu menjadi sahabatku di alam ini. (h. 93)

7#

Janganlah engkau bergaul dengan apa yang bakal terpisah darimu. Bergaullah hanya dengan sesuatu yang tidak akan berpisah darimu, yakni amal kebaikan. Jadikanlah amalmu sebagai amal kebaikan yang membawa kesenangan dan kebahagiaan. Jadikanlah amalan itu mendatangkan kebaikan kepadamu dan tidak mendatangkan keburukan bagimu. Ketahuilah bahwa kuburan adalah tempat penyimpanan amalan-amalanmu. Janganlah engkau simpan di dalamnya kecuali yang dengan melihatnya akan membahagiakanmu ketika engkau memasuki tempat penyimpanan itu.

Wahai orang-orang yang sibuk dengan dunianya,
angan-angan panjang telah menipunya.
Ia senantiasa berada dalam lalau,
hingga ajak datang menjemputnya.
Kematian datang dengan tiba-tiba,
dan kubur adalah tempat simpanan amal. (h. 161)

8#

Jika engkau melakukan suatu perbuatan, baguskanlah, karena Allah menuliskan kebaikan atas segala sesuatu. Hendaklah engkau bersikap tawadhu’ dan tidak bersikap sombong kepada siapapun mengenai hal itu. Ali bin Abi Thalib melantunkan syair:

Bentuk lahiriah manusia semuanya sama
Ayahnya adalah Adam, dan ibunya Hawa.
Jika ia punya nasab yang dibanggakannya,
ketahuilah, asalnya dari air dan tanah.
Tiada keutamaan kecuali bagi orang berilmu.
Ia berada di atas petunjuk bagi orang
yang meminta petunjuk.
Nilai setiap orang ialah kebaikan dirinya,
dan orang bodoh adalah musuh orang berilmu. (h. 193)

Tidak ada kebanggaan kecuali dengan ketakwaan kepada Allah, karena ketakwaan adalah nasab Allah yang ada di antara Dia dan hamba-hamba-Nya.

(bersambung.. ^^ Ada banyak ternyata. Capek…

4 thoughts on “Syair-syair dalam Buku “Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi” Bag. 1

  1. Pingback: Syair-syair dalam Buku “Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi” Bag. 2 | I love life, life loves me.

  2. Pingback: Hari Perpisahan dengan Ibnu ‘Arabi | I love life, life loves me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s