Poetry of The Week: Kisah tentang Kesendirian

1#

Mengamati wanita tua itu, aku memikirkan hidupku.
Ia akan mengakhiri, sementara aku ingin memulai.
Ia hidup dengan ingatan tentang orang-orang yang pergi.
Aku dengan pertanyaan dan rindu di hari kelabu.

Lagu-lagu kenangan bersuara tanpa didengarkan,
perabot-perabot bisu saksi tahun demi tahun…
Menatap daun-daun mengangguk mengiyakan hujan,
kutermangu bersama kisahnya tentang kesendirian.

2#

Mengamati gadis muda itu, aku memikirkan hidupku.
Ia telah mengakhiri, sementara aku ingin memulai.
Ia hidup dengan kebencian pada orang yang mengkhianati.
Aku dengan ketakmengertian apakah setia itu.

Panggilan-panggilan tanpa sambutan,
hadiah-hadiah bisu saksi bulan demi bulan…
Menatap bunga-bunga diterbangkan angin dingin,
kutermangu bersama kisahnya tentang kesendirian.

3#

Mengamati diriku dalam cerminan, aku memikirkan hidupku.
Masih aku bernapas, tak ingin apapun terakhiri.
Biarkan aku dengan keegoisan jiwaku haus akan sesuatu.
Sungguh pilu mereka yang tak pernah mampu memulai.

Di hari doa-doa berhenti melantun,
di hari mimpi-mimpi mati tanpa kehidupan.
Menatap awan-awan yang berarak pelan,
kutermangu bersama kisahku sendirian.

Yogyakarta, 19 Januari 2014

Looking through the window

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s