Wasiat Ibnu ‘Arabi: Pergaulilah dengan Sebaik-baiknya

Ini sama seperti yang dikatakan oleh Ibnu ‘Athaillah dalam kitab Tajul ‘Arus, dalam bab Hakikat Berguru.

Ibnu ‘Athaillah berkata, “Jika ada yang bertanya, ‘Bagaimana cara bersahabat dengan Allah?’ Ketahuilah bahwa bersahabat dengan segala sesuatu harus sesuai dengan keadaannya. Bersahabat dengan Allah diwujudkan dengan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bersahabat dengan kedua malaikat (Raqib dan Atid) dilakukan dengan mendiktekan berbagai amal kebaikan. Bersahabat dengan Al Quran dan sunnah diwujudkan dengan mengamalkan isinya. Bersahabat dengan langit diwujudkan dengan merenungkannya. Bersahabat dengan bumi diwujudkan dengan mengambil pelajaran dari segala yang ada di dalamnya. Hubungan bersahabatan tidak mesti menunjukkan kesejajaran.

Jelasnya, persahabatan manusia dengan Allah adalah dengan karunia dan nikmat-Nya. Orang yang bersahabat dengan nikmat-Nya lewat cara bersyukur, bersahabat dengan ujian lewat sikap sabar, bersahabat dengan perintah lewat cara menunaikannya, bersahabat dengan larangan lewat cara menghindarinya, serta dengan ketaatan lewat cara ikhlas, berarti ia benar-benar bersahabat dengan Allah Swt. Bila persahabatan menguat, kedekatan pun didapat.” (h. 446)

***

Bergaullah dengan setiap orang yang kau temani atau yang menemanimu.

Pergaulilah Allah dengan cara memenuhi janji ketika engkau berjanji kepada-Nya berupa ikrar atas rububiyah-Nya bagimu. Dia adalah sahabat sesuai dengan sabda Rasulullah Saw.

Pergaulilah ayat-ayat Al Quran dengan kajian atasnya.

Pergaulilah benda-benda yang dapat kau capai melalui inderamu dengan mengambil pelajaran darinya.

Pergaulilah para Rasul dengan meneladani mereka.

Pergaulilah para malaikat dengan bersuci dan berzikir.

Pergaulilah setan-setan, dari golongan jin dan manusia, dengan cara mengingkarinya.

Pergaulilah malaikat-malaikat penjaga dengan kebaikan yang engkau diktekan kepada mereka.

Pergaulilah orang yang lebih tua dengan rasa hormat.

Pergaulilah orang yang lebih muda darimu dengan rasa kasih sayang.

Pergaulilah orang yang sebaya denganmu dengan pengkhidmatan dan pengutamaan. Hendaklah engkau menuntut dirimu untuk menunaikan haknya atasmu, dan engkau tinggalkan hakmu atasnya.

Pergaulilah para ulama dengan pengagungan.

Pergaulilah orang-orang bodoh dengan kemurahan hati.

Pergaulilah orang-orang jahil dengan siasat.

Pergaulilah orang-orang jahat dengan keberanian dan takut pada kejahatan mereka.

Pergaulilah binatang dengan memperhatikan kebutuhannya, karena binatang itu bisu.

Pergaulilah pohon-pohon dan bebatuan dengan tidak menggunakannya secara sia-sia.

Pergaulilah bumi (tanah) dengan salat di atasnya.

Pergaulilah orang-orang mati dengan mendoakan mereka, mengingat kebaikan mereka, dan melupakan kejahatan mereka.

Pergaulilah para sufi, ahli kaysf dan wujud di antara mereka, pemilik ahwal (pengalaman-pengalaman ruhani) dengan sikap tunduk.

Pergaulilah saudara-saudara di jalan Allah dengan memperhatikan gerak dan diamnya – dalam apa mereka bergerak dan dalam apa mereka diam.

Pergaulilah anak-anak dengan kebaikan.

Pergaulilah istri dengan perlakian yang baik, dan pergaulilah anggota keluarga dengan kecintaan.

Pergaulilah salat dengan kehadiran hati.

Pergaulilah puasa dengan penyucian diri dari dosa-dosa.

Pergaulilah ibadah-ibadah dengan zikir kepada Allah dan mengagungkan-Nya.

Pergaulilah zakat dengan bersegera menunaikannya.

Pergaulilah tauhid dengan keikhlasan.

Pergaulilah Nama-nama Allah dengan memberikan hakikat pada setiap nama berupa akhlak.

Pergaulilah perempuan dengan kewaspadaan pada fitnahnya.

Pergaulilah harta dengan mendermakannya.

Pergaulilah neraka dan siksaan dengan takwa dan ketakutan.

Pergaulilah surga dengan pendambaan.

Pergaulilah para wali dengan menambah kewalian (wilayah) mereka.

Pergaulilah musuh-musuh dengan menahan bahaya mereka.

Pergaulilah pemberi nasihat dengan penerimaan.

Pergaulilah orang yang berbicara dengan memperhatikan pembicaraannya.

Pergaulilah benda-benda yang ada (mawjudat) dengan kecintaan.

Pergaulilah para penguasa dengan mendengat dan ketaatan, dan mengambil tangan-tangan kezaliman dari mereka semampumu dengan cara menghentikan kejahatan mereka. Berhati-hatilah engkau agar jangn bersahabat dengan para penguasa, karena jika engkau banyak bergaul dengan mereka, mereka akan menguasaimu. Jika engkau meninggalkan mereka, mereka akan menghinamu.

Pergaulilah pembaca Al Quran dengan diam dan mendengarkan selama ia membacanya.

Pergaulilah Al Quran dengan pengkajian (tadabbur).

Pergaulilah hadist Nabi Saw. dengan penelitian dari yang sahih dan yang cacat, dan memeriksanya berdasarkan prinsip-prinsip. Jika sesuai dengan prinsip-prinsip, ambillah, kendatipun periwayatannya (sanad) tidak sahih, dan jika tidak memenuhi prinsip-prinsip secara keseluruhan, janganlah engkau ambil, sekalipun periwayatannya sahih, selama engkau tidak mengetahui ada aspek lain, karena hadist ahad memberikan manfaat, kecuali yang menimbulkan keraguan. Hendaklah engkau berpegang pada sunah yang mutawatir dan Kitab Allah. Keduanya adalah sebaik-baik pendamping dan sebaik-baik teman.

Berhati-hatilah engkau agar jangan memperbincangkan apa-apa yang terjadi di antara mereka (para sahabat). Cintailah mereka semuanya. Jangan mencela seorang pun di antara mereka. Dari mereka kita mengambil ajaran agama kita, yang dengannya kita beribadah kepada Allah. Pergaulilah mereka dengan keadilan dalam mengutip (hadis) dari mereka. Janganlah mencurigai mereka, karena mereka adalah generasi terbaik.

Pergaulilah rumahmu dengan menegakkan salat di dalamnya.

Pergaulilah majelismu dengan zikir kepada Allah di dalamnya.

Pergaulilah perpisahan dari setiap majelis dengan istighfar.

Yang pasti dari persahabatan ialah bahwa engkau memberikan setiap hak kepada yang berhak menerimanya. Janganlah engkau tinggalkan tuntutan seseorang atas haknya darimu.

Pergaulilah orang yang berbuat jahat kepadamu dengan maaf dan ampunan.

Pergaulilah orang jahat dengan kebaikan.

Pergaulilah pandanganmu dengan menundukkannya dari apa yang diharamkan Allah; pendengaranmu dengan mendengarkan sebaik-baik pembicaraan dan ucapan; dan lisanmu dengan diam dari ucapan yang jelek, walaupun lisan memiliki hak untuk itu, tetapi syariat membencinya atau mengharamkannya untuk diucapkan.

Pergaulilah dosa dengan ketakutan.

Pergaulilah kebaikan dengan harapan.

Pergaulilah doa dengan kepentingan.

Pergaulilah seruan kebenaran kepadamu dengan sambutan atas apa yang diserukan kepadamu, entah berupa perintah untuk melakukan sesuatu maupun perintah untuk meninggalkannya. (h. 206-209)

***

Pahami dengan hati-hati, karena sebagian perlu interpretasi ^^

 

One thought on “Wasiat Ibnu ‘Arabi: Pergaulilah dengan Sebaik-baiknya

  1. Pingback: Hari Perpisahan dengan Ibnu ‘Arabi | I love life, life loves me.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s