Hari Perpisahan dengan Ibnu ‘Arabi

Setelah Ibnu Khaldun, aku bertemu Ibnu Battutah. Lalu Ibnu Miskawaih, dan kali ini Ibnu ‘Arabi. Satu hal yang unik kurasakan ketika membaca karya-karya klasik adalah betapa mudahnya mereka dijadikan seperti kawan berdiskusi. Mati, tetapi terasa hidup. Tulisan-tulisan itu terasa benar-benar berbicara.

Aku membayangkan seorang bapak berbicara dengan intonasi dan nada yang seperti itu. Terkadang membuat tertawa, terkadang membuat merenung. Ia duduk di sebuah kursi, sedangkan aku bersila di bawahnya. Ia berbicara, dan aku tersenyum mendengarkan. Ah, kami mungkin terpisah masa yang panjang, tetapi tetap saja ia atau mereka, para syaikh, adalah guruku. Mereka yang di masa lalu biasa bermuridkan laki-laki, sekarang punya murid perempuan. Aku bersyukur pada zaman ini. Semoga Allah membalas kebaikan mereka semua.

Setelah sekitar dua bulan bertahan dengannya, akhirnya buku Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi habis aku baca. Buku yang sangat bersahabat, yang dibuat oleh seorang ulama yang luar biasa, yang sungguh-sungguh dengan perintah Allah untuk menyebarkan nasihat agar orang-orang kembali pada agama dan beragama dengan benar. Ibnu ‘Arabi telah mengumpulkan ayat-ayat Al Quran, hadis-hadis nabi, doa-doa, kisah nabi-nabi, kisah-kisah hikmah tentang para penguasa, nasihat-nasihat ulama, syair-syair, dan pengalaman hidup orang dan dirinya sendiri yang mengandung pelajaran yang besar.

Aku telah merangkum banyak, hal-hal yang aku anggap penting dan tidak ingin aku lupakan. Karena saking banyaknya dan tak mungkin hanya dimuat dalam satu tulisan, aku telah memecah-mecahnya ke dalam beberapa tulisan. Berikut ini untuk teman-teman yang ingin mengetahui apa kata Ibnu ‘Arabi yang aku dengar.

1# Syair

Syair-syair dalam buku Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi 1

Syair-syair dalam buku Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi 2

Syair-syair dalam buku Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi 3

2# Nasihat

Nasihat Dzun-Nun Al-Mishri

Nasihat kepada Harun Al-Rasyid

 

3# Kisah-kisah Hikmah

Kumpulan kisah-kisah pendek 1

Wasiat Sang Arif dan Sang Rahib

 

4# Wasiat Ibnu ‘Arabi

Pergaulilah dengan Sebaik-baiknya

 

5# Tulisan Reflektifku Sendiri

Mari Sesama Muslim Saling Mencintai

 

6# Kalimat-kalimat Mutiara

“Sikap diam yang menyebabkan engkau selamat lebih baik dari bicara yang menyebabkan engkau menyesal. … Kelemahan yang menghinakanmu lebih baik dari kemahiran yang membinasakanmu.”

— Ibnu ‘Arabi

 

Manusia punya satu harta dan aku punya dua harta,
jika seorang pemelihara menjaga pemilik harta.

Hartaku ialah keridhaan pada apa yang menjadi milikku,
hartaku ialah putus asa dari yang dimiliki manusia.

— Syair, Abu Hazim Al-A’rah, dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 315)

 

Tiada hari-hari ini selain pinjaman
engkau tak mengenalinya, maka berbekallah.

Sungguh engkau tak tahu di negeri mana
engkau mati dan apa yang Allah jadian besok.

Mereka berkata, “Janganlah engkau menjauh. Barangsiapa jauh
dua hasta saja dari kekasih, maka ia sudah jauh.”

— Syair, Ibnu ‘Arabi, dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 315)

 

“… Jika seseorang mencacimu dengan suatu sifat yang ada padamu, janganlah mencelanya. Ia hanya mengatakan kebenaran. Celalah dirimu. Singkirkan sifat tercela itu. Berterimakasihlah kepadanya atas apa yang telah ditampakkannya. Ia telah menyampaikan nasihat kepadamu, meskipun tidak bermaksud demikian. Allah telah membuatnya berbicara, maka perhatikanlah hal itu.

Jika ia mencacimu dengan sesuatu yang tidak ada padamu, jadikanlah itu sebagai peringatan. Ia memperingatkanmu dengna sesuatu yang disebutkannya agar engkau mengingatnya dan tidak memiliki sifat itu di masa mendatang. Ia telah memberikan nasihat kepadamu atas segala hal.”

— Ibnu ‘Arabi, dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 317)

 

Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mencela dunia, karena dunia adalah sebaik-baik pemberian bagi orang Mukmin. Dengan dunia, ia sampai pada kebaikan, dan dengannya pula ia selamat dari kejahatan. Jika seorang hamba berkata, ‘Semoga Allah mengutuk dunia,’ maka dunia berkata, ‘Semoga Allah melaknat orang yang mendurhakakan kami kepada Tuhannya.'”

Qatadah berkata, “Seseorang tidak mengambil separuh dunia. Dunia dicela karena perbuatan jahat orang yang menggunakannya untuk berbuat jahat, tetapi tidak dipuji karena kebaikan orang yang menggunakannya untuk berbaut baik.”

Jika orang berakal menguji dunia, maka tersikaplah baginya musuh dalam pakaian sahabat.

— dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 326)

 

“Jika engkau ingin melihat dunia dengan segala isinya, lihatlah sampah. Sampah itulah dunia.

Jika engkau ingin melihat dirimu, ambillah segenggam tanah, karena darinya engkau diciptakan dan kepadanya engkau kembali.

Jika engkau ingin melihat apakah engkau, lihatlah pada apa yang keluar darimu ketika engkau di dalam kakus.

Barangsiapa memperhatikan keadaannya yang demikian, maka tidak layak dan tidak pantas ia bersikap congkak dan sombong kepada sesamanya.”

— Asy-Syibliy, dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 338)

 

“Barangsiapa mempunyai keinginan hanya pada sesuatu yang dimasukkan pada perutnya, maka nilai dirinya adalah seperti apa yang keluar darinya.” — Wise Man said.

 

“Empat dari raja-raja berkata dengan empat kalimat seakan dilempar dari satu busur.”

Kisra (Raja Persia) berkata, “Aku lebih banyak berpaling pada apa yang tidak aku katakan. Ini lebih baik dari apa yang telah aku katakan.”

Raja India berkata, “Jika aku mengucapkan sepatah kata, maka ia akan menguasaiku, kendati aku pun menguasainya.”

Kaisar Romawi berkata, “Aku tidak menyesali apa yang tidak aku katakan, tetapi aku menyesali apa yang telah aku katakan.”

Raja Cina berkata, “Akibat mengeluarkan perkataan lebih besar dari penyesalan atas meninggalkannya.”

Seorang penyair mengatakan:

Demi Allah, tiada sesuatu yang kuketahui tempatnya
lebih berhak ditahan selain lisan yang hina.

Pada mulutmu yang tidak kau maksudkan ucapannya,
kuncilah yang keras di mana saja kau berada.

— dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 350)

 

Wahai pendengar, yang mendengar apa yang tidak manfaat, jika engkau tak memikirkan apa yang engkau dengar; Jika engkau tak mampu berbuat baik di dunia, apalah yang bisa engkau perbuat di Hari Kiamat.

— Ibnu ‘Arabi

***

Akhirnya, buku ini akan kembali kepada pemiliknya. Ya Allah, semoga semua ini bermanfaat. Untuk selanjutnya, aku akan bertemu dan menyelesaikan urusanku dengan Ibnu ‘Athaillah lewat bukunya Tajul ‘Arus dan Asy-Syahrastani lewat bukunya Al-Milal wa An-Nihal.

Ya Allah, semoga umur ini mampu kuisi dengan hal-hal yang bermanfaat ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s