Poetry of The Week: Aku Lupa Pernah Tahu Ini

 

“Apa yang kau percaya dari Tuhan?” dan aku menjawab, “Banyak.”
Banyak Janji-Nya, yang karena itu aku begini. Aku seperti ini.

Dia Memberikan ketika Mengizinkan. Dia Berkehendak ketika Berketetapan.
Dia Berencana dalam rahasia-Nya. Dia Mengambilnya, Dia Mencabutnya,
agar aku berdoa lagi, semoga suatu saat Dia Mengizinkan kembali, Memberikan lagi,
apa yang pernah Ia Kehendaki dan Tetapkan dan lalu Ia Cabut, Ia Ambil kembali
dari diriku, hari ini, di sini.

Inilah makna kesabaran. Tak membuat kesal, juga tak menyesal.
Ia bukan penantian dalam kebungkaman. Bukan ketakberdayaan dalam ketersiksaan.

Benar ia membuatmu menahan, tetapi juga menjadikanmu tahan dan bertahan.
Ia membuat mulutmu diam, tetapi hatimu berakhir penuh kata dan berbicara pada Tuhan
tentang mimpi yang bertahun-tahun dalam benak,
tersimpan, senantiasa misteri, yang menjadi jawab atas pertanyaan:
“Apa yang membuatmu (begitu) hidup?”
Yogyakarta, 2 Juli 2014

 

***

Aku lupa pernah tahu ini:

“… sebenernya dalam doa tu yang perlu kita lakukan hanya meminta, terus yang penting itu terus berusaha. Nanti Allah akan menentukan kalau misalnya dikasih sekarang, tunggu, atau mau dikasih yang lebih baik daripada yang diminta…

… kan katanya, Allah itu sangat malu kalau misalnya ada hamba-Nya yang meminta tapi Allah tidak memberikannya. Padahal kan Allah kan berkemampuan untuk memberikan apapun. Jadi ya, berarti kan gratis kalo minta apa saja sama Allah.

… kalau kita sudah pingin, tek apa, terus disebutin, divisualisasikan, misalnya ada gambarnya ditempel, terus kita doakan, nanti kan Allah akan memutuskan, entah dikasih, tunggu entar, atau jangan yang itu, ini aja yang lebih bagus. Tapi pasti bakal, bakat tentang itu pasti akan ada entah dalam wujud yang lebih baik, atau waktu yang lebih tepat, atau justru benar-benar langsung dikasih. Kalau kita nggak minta, siapa tahu nggak dikasihin…”

satu narasi yang menenangkan tentang hanya kepada Allah meminta,
yang bisa mengubah diri menjadi sebenar-benarnya hamba.

 

Yogyakarta, 2 Juli 2014

 

patient 1

 

patient 2

 

patient 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s