Pemimpin Yang Cerdas

I collect many thoughts about leadership… One of them I like is this.

luaydpk

Oleh: Farid Lu’ay*

Tiada patut masyarakat kacau, tanpa pemimpin.
Dan tiada pemimpin, bila yang tampil orang-orang bodoh
.”
Al-Afwah Al-Audi

Apa yang dikatakan oleh penyair Arab Jahiliyah tersebut sangat menarik. Masyarakat butuh pemimpin agar mereka tidak kacau. Tetapi pemimpin yang dipilih oleh masyarakat harus pemimpin yang cerdas dan berakhlak. Sebab bila pemimpin yang dipilih orang tak berilmu dan berakhlak, bagai-mana ia akan mengatur dan menjadi tauladan masyarakat?
Agar masyarakat mampu memi-lih pemimpinnya dengan tepat, maka masyarakat pun harus cerdas. Dan masyarakat yang cerdas lahir karena kebijakan dari pemimpin yang cerdas, yang berusaha mencerdaskan rakyatnya melalui pendidikan. Bukan seorang pemimpin yang pandai mengelabui rakyat-nya. Tanpa pemimpin yang punya kepedulian pada pendidikan masyarakat mustahil suatu masya-rakat di suatu negeri akan cerdas. Dari masyarakat yang cerdas akan lahir para pemimpin yang cerdas pula.
Adalah hal yang umum suatu masyarakat memilih seseorang yang terbaik dari kelompoknya untuk menjadi pemimpin, dari zaman dulu hingga…

View original post 674 more words

3 thoughts on “Pemimpin Yang Cerdas

  1. Assalaamu’alaykum, Tina. Kaifa haluk? Semoga selalu sehat di bulan Ramadhan ini. Di masa tenang ini semoga kita bisa menjadi bagian dari pemilih yang cerdas dalam menentukan masa depan bangsa ke depan.
    Saya sudah membaca artikel Tina tentang kepemimpinan. Cukup tertarik dan membuat saya berpikir, apakah teori” tersebut teraplikasi nyata dalam negeri kita? Menyelami karakteristik dari kedua capres bersama catatan record dan kontribusi mereka, memang diperlukan pemahaman. Kita memang seharusnya menggunakan hak pilih, untuk menentukan satu pilihan yang lebih kecil mudharatnya. Saya memang menyukai Pak JKW sebagai pemimpin yang merakyat. Namun saya memikirkan basic pendukungnya, yang jelas-jelas membenci Islam, menentang pembuatan UU Pornografi, menghapuskan kolom agama dalam KTP, termasuk record mereka sebagai partai terkorup Indonesia #menyadari hal ini membuat saya merinding. Ditambah lagi, konsekuensi dari Ibukota yang akan dipimpin oleh non-muslim.

    Mungkin Tina tertarik untuk membaca tulisan Bapak Iwan : http://www.iwanyulianto.wordpress.com
    Atau tulisan Ustadz Salim A. Fillah tentang surat terbuka kepada Bapak PBW.
    Mohon maaf atas segala khilafku, ya, Tina. Semoga dengan perbedaan pandangan ini tidak membuat kita terpecah belah. Indonesia tetap bersatu dalam pilpres besok.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s