Quotations Collection Part 28: On January 2014

Kau tak akan mudah memberi yang besar jika kau sulit memberi yang kecil. Kau akan merasa sulit melakukan hal yang besar jika kau tidak merasa mudah melakukan yang kecil. Itu prinsipnya. Hal-hal (besar) yang kau harapkan, nyata belum terjadi karena memang belum waktunya terjadi. Itulah ujiannya, terutama jika kau justru jadi orang yang mengeluhkan dan meremehkan nilai kehidupan sehari-hari yang biasa, yang tidak mengagumkan, yang tidak membuat orang lain terkesan. Kau yang seperti itu sangat tidak menarik. Aku tidak mau lihat. Aku tidak mau membacamu. — My Own Mind, 1 Januari 2014

 

“I follow four dictates: face it, accept it, deal with it, then let it go.” — Sheng Yen

 

“Some people believe that holding on and hanging in there are signs of strength, but there are times in life when it takes much more strength just to let go.” — Ann Landers

 

“When I look back on all these worries, I remember the story of the old man who said on his deathbed that he had had a lot of trouble in his life, most of which had never happened.” — Winston Churchill

 

“Ketika kamu berhasil, teman-temanmu akhirnya tahu siapa kamu. Dan ketika kamu gagal, kamu akhirnya tahu siapa sesungguhnya teman-temanmu.” — Aristoteles

 

“For every minute you are angry you lose sixty seconds of happiness.” — Ralph Waldo Emerson

 

“It was only a sunny smile, and little it cost in the giving, but like morning light it scattered the night and made the day worth living.” — F. Scott Fitzgerald

 

“When something bad happens you have three choices. You can let it define you, let it destroy you, or you can let it strengthen you.” — Author Unknown

 

“Other minds, other cultures, other languages, and other theoretical schemes call for understanding from within. Seen from within, they make us doubt whether there is anything universal under the sun. This doubt is also a challenge to the very idea of a single word. Is not the world, as interpreted in our scheme of things, but one of many? Are not our forms of reasoning and tests of truth as parochial as any other? This is the primrose path to relativism and it is paved with plausible contention.” — Hollis, M. & Lukes, S. eds. 1982 dalam Introduction in “Rationality and Relativism.”

 

“Western science is not the textbook saga of cumulative Reason, and we have much to learn from ‘cross-cultural understanding and self-refexive critique’ in understanding science itself.” –Mary Hesse in Hollis & Lukes (1982)

 

“The secret of staying young is to live honestly, eat slowly, and lie about your age.” — Lucille Ball

 

“The struggle you’re in today is developing the strength you need for tomorrow. Don’t give up.” — Robert Tew

 

“Jangan sampai dosa itu kau anggap besar sehingga menghalangimu berprasangka baik kepada Allah. Sebab, siapa yang mengenal Allah, ia akan memandang kecil dosanya dibandingkan dengan kemurahan-Nya.” — Ibn Athaillah, dalam Tajul ‘Arus (h. 44)

 

Dalam satu hati, tidak mungkin berkumpul dua cinta, yaitu cinta akhirat dan cinta dunia. “Kesiapan satu wadah untuk menerima sesuatu tergantung dari apakah ia telah dikosongkan dari lawan sesuatu itu. Jika prinsip itu berlaku pada suatu benda, prinsip yang sama juga berlaku pada masalah keyakinan dan kehendak. Jika hati dipenuhi kebatilan yang selalu dicintai dan diyakininya, maka tidak tersisa lagi ruang untuk meyakini dan mencintai kebenaran. Apabila lisan sibuk membicarakan sesuatu yang tidak berguna, sang pemilik lisan itu tidak akan mampu mengucapkan sesuatu yang bermanfaat sebelum ia berhenti mengucapkan kebatilan. Jika anggota badan sibuk dengan selain ketaatan, ia tidak bisa berbuat taat sebelum dibebaskan dari lawannya. Apabila hati sibuk mencinta, menghendaki, dan merindukan selain Allah, ia tidak mungkin mencinta, menghendaki, dan merindukan pertemuan dengan-Nya sebelum dilepaskan dari keterkaitan dengan selain-Nya. Sama halnya, lisan tidak mampu berzikir dan tubuh tidak dapat mengabdi kepada-Nya sebelum ia dikosongkan dari ingatan dan pengabdian kepada selain Dia.” — Ibn al-Qayyim, dalam Tajul ‘Arus (h. 33-34)

 

“Menyia-nyiakan waktu lebih buruk daripada kematian. Sebab, menyia-nyiakan waktu memutusmu dari Allah dan negeri akhirat, sementara kematian memutusmu dari dunia dan penghuninya.” “Setiap kali kau menunda-nunda rencana atau perbuatan yang dapat memperbarui hidupmu dan memperbaiki amalmu, berarti kau memperpanjang masa sulit yang ingin kau akhiri; semakin lama pula kau berada dalam keadaan lemah dan kalah menghadapi tarikan nafsu. Bahkan, bisa jadi keburukan dan kesulitanmu semakin parah. Di sinilah kehancuran terjadi.” — dalam Tajul ‘Arus (h. 23 dan 24)

 

“There are two ways to live: you can live as if nothing is a miracle, or you can live as if everything is a miracle.” — Albert Einstein

 

We are all different – but we share the same human spirit. Perhaps it’s human nature that we adapt – and survive.” — Stephen Hawking

 

“We are each free to believe what we want and it is my view that the simplest explanation is there is no God. No one created the universe and no one directs our fate. This leads me to a profound realization. There is probably no heaven, and no afterlife either. We have this one life to appreciate the grand design of the universe, and for that, I am extremely grateful.” — Stephen Hawking

 

“If we counted our blessings instead of our money, we would all be rich.” — Linda Poindexter

 

“Jangan beranggapan bahwa manusia tidak mendapat ilmu, tetapi sesungguhnya mereka tidak mendapat taufik.” — Ibnu ‘Athaillah

 

“Tidak semua orang yang berguru kepada seseorang mendapat petunjuk. Jangan merasa aman karena kau telah berguru kepada beberapa Syekh. Barangsiapa terperdaya dengan Allah, berarti ia telah bermaksiat, karena ia telah merasa aman dari hukuman-Nya…” — Ibnu ‘Atahillah

Kepada orang yang merasa aman karena berguru kepada satu atau beberapa Syekh, kami bertanya: apakah Syekhmu sendiri aman sehingga bisa memberikan rasa aman dan keselamatan kepada orang lain? Jika kau merasa aman, sungguh itu merupakan bentuk penyimpangan dari prinsip Islam. Tugas seorang Syekh adalah mengantarkan kepada Allah serta mengajari murid bagaimana mencintai dan takut kepada-Nya. Tajul ‘Arus, h. 421-422

 

“Siapa yang ingin mendapat akhir yang baik, luruskanlah permulaannya.” “Di antara tanda sukses di akhir perjalanan adalah kembali kepada Allah sejak permulaan.” “Siapa yang awal perjalanannya bersinar, akhir perjalanannya juga akan bersinar.” — Ibn ‘Athaillah, Tajul ‘Arus, h. 428

 

“Allah menjadikanmu berada di alam pertengahan antara alam materi dan malakut agar kau mengenali kedudukanmu yang tinggi di antara makhluk. Kau adalah mutiara yang tersembunyi dalam kulit ciptaan-Nya. Kau tunduk kepada alam selama tidak menyaksikan Sang Pencipta. Namun, jika kau telah melihat-Nya, alam akan tunduk kepadamu.” — Ibnu ‘Athaillah

“Engkau menyangka dirimu benda yang begitu kecil, padahal dalam dirimu ada alam yang paling besar.” — Ali r.a.

 

“Allah membolehkanmu melihat apa yang ada di alam, tetapi Dia tidak mengizinkanmu berhenti di sana. Dia berfirman, ‘Katakan, “Perhatikan apa yang ada di langit!”‘ Penggunaan kalimat “perhatikan apa yang ada di langit”, menunjukkan bahwa Dia hendak membukakan pintu pemahaman untukmu. Dia tidak mengatakan, ‘Lihatlah langit!” karena ungkapan seperti itu hanya akan mengantarmu kepada keberadaan benda langit.” — Ibnu ‘Athaillah

 

“Most of the problems of education are problems of motivation.When a child is self-motivated, the teacher cannot keep him from learning.” — C. John Sommerville

 

“Failure is not reaching your goal, but in having no goal to reach.” — Benjamin Mays

 

“Although there may be nothing new under the sun, what is old is new to us and so rich and astonishing that we never tire of it. If we do tire of it, if we lose our curiosity, we have lost something of infinite value, because to a high degree it is curiosity that gives meaning and savour to life.” — Robertson Davies

Walaupun tidak ada yang baru di bawah matahari, apa yang sudah tua adalah baru bagi kita, begitu kaya dan mengherankan sehingga kita lelah karenanya. Jika kita lelah karenanya, jika kita kehilangan rasa ingin tahu kita, kita sudah kehilangan suatu nilai yang tak terbatas; karena keingintahuan itulah yang memberi makna dan menyelamatkan kehidupan.

 

“Time decides who you meet in life, your heart decides who you want in your life, and your behavior decides who stays in your life.” — Author Unknown

Waktu menentukan siapa yang kau temui dalam hidup. Hatimu menentukan siapa yang kau inginkan dalam hidupmu. Tapi, perilakumu lah yang menentukan siapa yang tetap tinggal dalam hidupmu.

 

“Nothing ever goes away until it teaches us what we need to know.” — Pema Chodron

 

“Be impeccable with your word. Speak with integrity. Say only what you mean. Avoid using the word to speak against yourself or to gossip about others. Use the power of your word in the direction of truth and love.” — Miguel Angel Ruiz

 

“Sahabat paling baik dari kebenaran adalah Waktu, Musuhnya yang paling besar adalah Prasangka, dan pengiringnya yang paling setia adalah Kerendahan Hati.” — Caleb Charles Colton

 

“The philosophers have only interpreted the world in various ways – the point however is to change it.” — Karl Marx

 

“Never try to impress a woman, because if you do she’ll expect you to keep up the standard for the rest of your life.” — W. C. Fields

 

“Empat dari raja-raja berkata dengan empat kalimat seakan dilempar dari satu busur.” Kisra (Raja Persia) berkata, “Aku lebih banyak berpaling pada apa yang tidak aku katakan. Ini lebih baik dari apa yang telah aku katakan.” Raja India berkata, “Jika aku mengucapkan sepatah kata, maka ia akan menguasaiku, kendati aku pun menguasainya.” Kaisar Romawi berkata, “Aku tidak menyesali apa yang tidak aku katakan, tetapi aku menyesali apa yang telah aku katakan.” Raja Cina berkata, “Akibat mengeluarkan perkataan lebih besar dari penyesalan atas meninggalkannya.” Seorang penyair mengatakan: Demi Allah, tiada sesuatu yang kuketahui tempatnya lebih berhak ditahan selain lisan yang hina. Pada mulutmu yang tidak kau maksudkan ucapannya, kuncilah yang keras di mana saja kau berada. — dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 350)

 

“Jika engkau ingin melihat dunia dengan segala isinya, lihatlah sampah. Sampah itulah dunia. Jika engkau ingin melihat dirimu, ambillah segenggam tanah, karena darinya engkau diciptakan dan kepadanya engkau kembali. Jika engkau ingin melihat apakah engkau, lihatlah pada apa yang keluar darimu ketika engkau di dalam kakus. Barangsiapa memperhatikan keadaannya yang demikian, maka tidak layak dan tidak pantas ia bersikap congkak dan sombong kepada sesamanya.” — Asy-Syibliy, dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 338)

 

Rasulullah bersabda, “Janganlah kalian mencela dunia, karena dunia adalah sebaik-baik pemberian bagi orang Mukmin. Dengan dunia, ia sampai pada kebaikan, dan dengannya pula ia selamat dari kejahatan. Jika seorang hamba berkata, ‘Semoga Allah mengutuk dunia,’ maka dunia berkata, ‘Semoga Allah melaknat orang yang mendurhakakan kami kepada Tuhannya.'” Qatadah berkata, “Seseorang tidak mengambil separuh dunia. Dunia dicela karena perbuatan jahat orang yang menggunakannya untuk berbuat jahat, tetapi tidak dipuji karena kebaikan orang yang menggunakannya untuk berbaut baik.” Jika orang berakal menguji dunia, maka tersikaplah baginya musuh dalam pakaian sahabat. — dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 326)

 

“… Jika seseorang mencacimu dengan suatu sifat yang ada padamu, janganlah mencelanya. Ia hanya mengatakan kebenaran. Celalah dirimu. Singkirkan sifat tercela itu. Berterimakasihlah kepadanya atas apa yang telah ditampakkannya. Ia telah menyampaikan nasihat kepadamu, meskipun tidak bermaksud demikian. Allah telah membuatnya berbicara, maka perhatikanlah hal itu. Jika ia mencacimu dengan sesuatu yang tidak ada padamu, jadikanlah itu sebagai peringatan. Ia memperingatkanmu dengna sesuatu yang disebutkannya agar engkau mengingatnya dan tidak memiliki sifat itu di masa mendatang. Ia telah memberikan nasihat kepadamu atas segala hal.” — Ibnu ‘Arabi, dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 317)

 

Tiada hari-hari ini selain pinjaman engkau tak mengenalinya, maka berbekallah. Sungguh engkau tak tahu di negeri mana engkau mati dan apa yang Allah jadian besok. Mereka berkata, “Janganlah engkau menjauh. Barangsiapa jauh dua hasta saja dari kekasih, maka ia sudah jauh.” — Syair, Ibnu ‘Arabi, dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 315)

 

Manusia punya satu harta dan aku punya dua harta, jika seorang pemelihara menjaga pemilik harta. Hartaku ialah keridhaan pada apa yang menjadi milikku, hartaku ialah putus asa dari yang dimiliki manusia. — Syair, Abu Hazim Al-A’rah, dalam Wasiat-wasiat Ibnu ‘Arabi (h. 315)

 

“Sikap diam yang menyebabkan engkau selamat lebih baik dari bicara yang menyebabkan engkau menyesal. … Kelemahan yang menghinakanmu lebih baik dari kemahiran yang membinasakanmu.” — Ibnu ‘Arabi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s