Perang Melawan Bias Kognitif

Diambil dari buku “Born to believe: Gen iman dalam otak” (Newberg & Waldman, 2013, h. 393-395) dalam bab Perang CIA Melawan Bias🙂

***

Orang membangun versinya sendiri tentang “realitas” berdasarkan informasi yang diberikan oleh indra. Akan tetapi, masukan indrawi ini diperantarai oleh proses mental rumit yang menentukan informasi mana yang diterima, bagaimana mengaturnya, dan makna yang terhubung dengan informasi tersebut. Apa yang dipahami oleh seseorang, bagaimana kesiapannya untuk memahaminya, dan bagaimana mereka mengolah informasi ini setelah menerimanya, sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, pendidikan, nilai budaya, tuntutan kedudukan, norma-norma dalam organisasi…

Kita menyangka apabila kita semua objektif, kita merekam apa yang sebenarnya ada di sana. Namun, dapat dibuktikan bahwa persepsi adalah suatu proses aktif, bukan pasif. Persepsi lebih bersifat membangun daripada merekam “realitas”. … itulah sebabnya setiap orang membuat kesimpulan yang berbeda tentang realitas.

Untungnya, ada banyak jalan untuk menghindari bias ini sehingga kita dapat merasakan dunia melalui kacamata yang lebih lebar dan tidak terlalu menyimpang. Terdapat delapan strategi yang dapat digunakan untuk berpikir lebih bijak dan lebih terbuka:

1. Kuasai cara-cara mengembangkan sudut pandang berbeda.

2. Jangan beranggapan bahwa orang lain akan berpikir atau bertindak sama seperti Anda.

3. Pikirkan sebaliknya. Daripada berpikir tentang apa yang mungkin terjadi, letakkanlah diri Anda pada masa depan dan cobalah untuk menerangkan penyebab terjadinya suatu situasi potensial.

4. Bayangkan bahwa keyakinan yang saat ini Anda anut adalah salah. Kemudian, buatlah skenario yang membuatnya benar. Hal ini membantu untuk melihat keterbatasan keyakinan Anda.

5. Cobalah menjalani kepercayaan orang lain dengan betul-betul memerankannya. Hal ini membuat Anda berhenti melihat dunia hanya dari sisi keyakinan Anda.

6. Mainkan “pengacara setan” (devil’s advocate) dengan melihat dari sudut pandang kaum minoritas. Hal ini akan membantu Anda untuk melihat bahwa anggapan yang berbeda membuat dunia terlihat berbeda.

7. Curah pendapat. Banyak gagasan dapat membawa ke pemikiran yang berkualitas karena gagasan yang pertama kali muncul di pikiran kita mencerminkan keyakinan lama. Gagasan baru membantu Anda untuk terbebas dari kendala emosional dan norma sosial.

8. Berinteraksilah dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan keyakinan.

 

Cognitive Bias

 

“Jika Anda ingin menjadi seorang beriman yang lebih baik, banyak-banyaklah bertanya. Cari tahu, dan jangan terpaku pada fakta yang dangkal. Lihatlah lebih dekat, galilah lebih dalam, dan selidikilah sumbernya. Belajarlah untuk mengatakan perbedaan antara pendapat pribadi dan data aktual. Bersikap terbukalah untuk mengubah apa yang Anda percayai. Lalu, ajukan lagi pertanyaan lain, karena pertanyaan membantu Anda memperluas pengetahuan tentang dunia. Ajukan pertanyaan dengan semangat demi menemukan kebenaran, bukan dengan hasrat ingin melecehkan dan meruntuhkan keyakinan orang lain. Dan yang paling penting, … camkan bahwa kita tidak akan pernah mengetahui secara pasti keakuratan keyakinan mana pun, bahkan keyakinan yang kita pegang teguh.” (h. 393)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s