Literatur untuk Psikologi Islami

Aku ingin memenuhi janji pada seorang teman yang minta dibuat daftar buku-buku apa yang sebaiknya dimiliki dan dibaca jika ingin mempelajari dan mengembangkan psikologi Islami. Daftar yang kubuat ini berdasarkan apa yang sejauh ini, alhamdulillah, kumiliki. Sebenarnya tidak mudah mengklasifikasikan sebuah buku apakah termasuk bidang psikologi Islami atau tidak, karena terdapat sejumlah buku-buku dengan tema Islam juga mengandung konten yang sifatnya psikologis dan buku-buku bukan psikologi yang isinya sangat relevan bagi pengembangan wawasan psikologi Islami.

Daftar ini akan dimutakhirkan dari waktu ke waktu. Mari berdoa, semoga Allah memberikan cukup rezeki agar kita dapat terus membeli buku😉 ya teman-teman… Semoga daftar ini bermanfaat!

***

Buku-buku Psikologi (dan) Islam

Aliah B. Purwakania Hasan. Pengantar Psikologi Kesehatan Islami. (Rajawali Pers, 2008)

Amin An-Najar. Mengobati Gangguan Jiwa (Judul Asli: At-Tashawwuf An-Nafsi). (Penerbit Hikmah, 2004)

Amru Khalid. Semulia Akhlak Nabi. (Judul Asli: Akhlaqul Mukmin). (Aqwam, 2013)

Baharuddin. Paradigma Psikologi Islami: Studi tentang Elemen Psikologi dari Al-Quran. (Pustaka Pelajar, 2004) -> Ini disertasi yang dibukukan.

Dadang Hawari. Dimensi Religi dalam Praktek Psikiatri dan Psikologi. (Balai Penerbit FKUI, 2005)

Faizah & Lalu Muchsin Effendi. Psikologi Dakwah. (Kencana, 2009)

Hamdani Bakran Adz-Dzakiey. Prophetic Intelligence (Kecerdasan Kenabian): Menumbuhkan Potensi Hakiki Insani Melalui Pengembangan Kesehatan Ruhani. (Penerbit Islamika, 2005)

Lisya Chairani & M. A. Subandi. Psikologi Santri Penghafal Al-Quran: Peranan Regulasi Diri. (Pustaka Pelajar: 2010) -> Ini tesis yang dibukukan.

M. A. Subandi. Psikologi Agama & Kesehatan Mental. (Unit Publikasi Fak. Psikologi UGM, 2013)

Mohammad Shafii. Psikoanalisis & Sufisme. (Judul Asli: Freedom from the Self: Sufism, Meditation, and Psychotherapy). (Campus Press, 2004)

Muhammad Fethullah Gulen. Tasawuf untuk Kita Semua: Menapaki Bukit-bukit Zamrud Kalbu Melalui Istilah-istilah dalam Praktik Sufisme. (Republika, 2013)

Muhammad Izzudin Taufiq. Panduan Lengkap & Praktis Psikologi Islam. (Judul Asli: At-Ta’shil al-Islami lil Dirasat an-Nafsiyah). (Gema Insani, 2006)

Muhammad ‘Utsman Najati. Psikologi Qurani: Dari Jiwa hingga Ilmu Laduni. (Judul Asli: Al Qur’an wa ‘Ilm an-Nafs). (Penerbit Marja, 2010)

Muhammad ‘Utsman Najati. Psikologi dalam Al-Quran: Terapi Qurani dalam Penyembuhan Gangguan Kejiwaan. (Judul Asli: Al-Quran wa Ilmun Nafsi). (Pustaka Setia, 2005)

Murtadha Muthahhari. Bedah Tuntas Fitrah: Mengenal Jati Diri, Hakikat, dan Potensi Kita. (Judul Asli: al-Fithrah). (Citra, 2011)

Robert Frager/ Syekh Ragip Frager. Psikologi Sufi untuk Transformasi Hati, Jiwa, dan Ruh. (Judul Asli: Heart, Self, & Soul: The Sufi Psychology of Growth, Balance, and Harmony). (Zaman, 2014)

Robert Frager/ Syekh Ragip Frager. Obrolan Sufi untuk Transformasi Hati, Jiwa, dan Ruh. (Zaman, 2012)

Tamami HAG. Psikologi Tasawuf. (Pustaka Setia, 2011)

Buku Filsafat

Abdul Rozak. Filsafat Etika Islam. (Pustaka Setia, 2011)

Undang Ahmad Kamaluddin & Juhaya S. Pradja. Filsafat Manusia: Sebuah Perbandingan antara Islam dan Barat. (Pustaka Setia, 2012)

Buku Sejarah

Philip K. Hitti. History of The Arabs. (Serambi, 2010)

Pengembangan psikologi Islami modern tidak lepas dari perkembangan ilmu jiwa di zaman klasik, terutama ketika dinasti-dinasti Islam berjaya sejak abad ke-7 Masehi. Banyak ilmuwan besar muslim merupakan polymath, yang mana mereka turut memiliki pemikiran-pemikiran psikologi yang berharga. Namun, yang berharga dari masa lalu tidak hanya berupa karya-karya intelektual. Belajar dari sejarah, lewat buku ini kita akan belajar berpikir bijak tentang sejarah dan cara ilmu pengetahuan dikembangkan yang mana itu melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang dan tidak semuanya muslim. Kita akan belajar bahwa ilmu pengetahuan yang kita klaim sebagai ilmu Islam saat ini, sebetulnya ibarat satu mutiara dalam seuntai kalung mutiara panjang yang indah, membentang dari masa lalu sampai masa depan, yang merekam perkembangan akal budi manusia dari masa ke masa. Pada akhirnya, tidak ada yang dapat kita sombongkan🙂

 

Kitab-kitab Klasik

Bagi mahasiswa yang ingin belajar dan mengembangkan psikologi Islami, akan sangat bermanfaat jika mau menengok ke belakang, ke kitab-kitab klasik yang pernah ditulis oleh ulama-ulama besar Islam. Kita sering dinasihati, jangan cuma tahu psikologi modern yang asalnya dari Barat saja, bukan? Catatan di sini, semua buku karya Imam Al-Ghazali patut untuk dibaca.

Ibnu Athaillah. Mengaji Latha-iful Minan: Biografi Dua Wali Allah dan Pelajaran Pencerah Akal dan Hati. (Judul Asli: Latha-iful Minan). (Zaman, 2010)

Ibnu Athaillah. Tajul ‘Arus: Pelatihan Lengkap Mendidik Jiwa. (Judul Asli: Taj al-‘Arus al-Hawi li Tahdzib al-Nufus). (Zaman, 2013)

Ibn Hazm al-Andalusi. Psikologi Akhlak. (Judul Asli: Kitab al-Akhlaq wa al-Siyar fi Mudawat al-Nufus). (Zaman, 2014)

Ibnu Tufail. Hayy bin Yaqdzon: Manusia dalam Asuhan Rusa. (Judul Asli: Hayy bin Yaqzhon). (Navila, 2010)

Imam Al-Ghazali. Tahafut al-Falazifah (Kerancuan Para Filosof). (Penerbit Marja, 2010)

Imam Al-Ghazali. Manusia yang Tertipu. (Judul Asli: Al-Kasyf wa al-Tabyin fi Ghurur al-Khalq Ajma’in). (Mitra Pustaka, 2007)

 

Proceeding

“Perspektif Baru dalam Perkembangan Psikologi Islam”, Seminar Nasional & Sarasehan Psikologi Islam Universitas Muhammadiyah Malang, 29-30 Desember 2012.

 

Majalah

ISLAMIA Thn 1 No. 6, Juli-September 2005. “Membangun Peradaban Islam dari Dewesternisasi kepada Islamisasi Ilmu Pengetahuan”.

ISLAMIA Vol. IX No. 1 Maret 2014. “Isu-isu Pendidikan antara Problematika dan Konseptualisasi”. -> Terdapat tulisan tentang pendidikan karakter dalam Islam, konsep pendidikan jiwa menurut HAMKA, dan Islamisasi pendidikan

***

PS: Bagaimana ya caranya membuat perpustakaan digital???

2 thoughts on “Literatur untuk Psikologi Islami

  1. @aftina, apa perbedaan yang mendasar antara psikologi umum dengan psikologi Islami, apakah pada konsepnya atau sekaligus penerapannya? Seperti apa? Terimakasih

    • Perbedaannya utamanya ada pada asumsi dasarnya, pada konsep manusia.

      Dalam psikologi Islami, manusia disadarkan bahwa dirinya makhluk yang spiritual dan mulia pada asalnya, hamba Tuhan yang hidupnya punya tujuan kembali pada Tuhan, dan hidup di dunia dengan misi beribadah kepada Tuhan. Konsep yang demikian berimplikasi misalnya pada definisi seperti apa kehidupan dan kepribadian yang ideal itu, konsep sakit dan apa penyebab sakit (dalam konteks kejiwaan tentunya), tuntunan cara-cara hidup yang baik, dan macam-macam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s