Ilmu Laduni dalam Al Quran

Ini adalah jawaban sementara untuk seorang teman yang bertanya tentang apakah ilmu laduni dari perspektif psikologi. Aku berharap tulisan ini akan berkembang karena dia berjanji akan memberikanku copy dari risalah ilmu laduni karya Al-Ghazali. Insya Allah…🙂 Sepertinya… seru ini kalau dibahas di kajian Psikologi dan Tasawuf.

***

            Ini adalah salah satu bab dalam buku Psikologi Qurani: Dari Jiwa hingga Ilmu Ladunia karangan Najati (2010). Beberapa ayat Al Quran kita ketahui membahas tentang kejiwaan manusia dan memberikan petunjuk tentang bagaimana memelihara jiwa. Buku ini berusaha mengumpulkan fakta dan konsep tentang jiwa yang ada dalam Al Quran dan membuka jalan bagi lahirnya psikologi yang sesuai dengan Al Quran.

Ilmu laduni bisa dikatakan adalah bagian dalam psikologi Islami. Landasannya adalah kenyataan bahwa kemampuan akal manusia untuk mengetahui berbagai realitas dan mendapatkan ilmu pengetahuan sangatlah terbatas. Akal manusia tidak mempunyai kemampuan untuk memahami hal-hal dengan sempurna, baik yang tampak maupun yang gaib. Akal manusia punya berbagai kelemahan, seperti dapat keliru dan lupa.

Persoalan keterbatasan dan kelemahan akal manusia ini sudah luas dibahas dalam psikologi modern. Cabang psikologi yaitu psikologi kognitif banyak sekali membuktikan ini. Misalnya, tampak dalam temuan bahwa akal manusia yang dapat “tertipu” ilusi visual, bias-bias kognitif, pengaruh sensasi, persepsi, dan emosi, dan bahkan harapan terhadap pikiran manusia, dan sebagainya.

Hal di atas pun semakin diperkuat oleh temuan dalam cabang neuropsikologi. Keterbatasan akal manusia memiliki akar pada karakter dasar (nature) otak manusia yang secara biopsikologis terbatas. Misalnya adalah temuan bahwa apa yang disebut manusia sebagai pengetahuan tidak bersifat objektif, melainkan dikonstruksi oleh dirinya sendiri. Apa yang disensasi lewat indera akan dipersepsikan, sementara persepsi itu adalah sebuah interpretasi personal. Ini menjelaskan fenomena subjektivitas dan relativitas pengalaman dan kebenaran di antara manusia.

Dari sudut pandang psikologi, pencapaian kebenaran sejati adalah hal yang absurd. Di satu sisi, kesimpulan ini benar dan bermanfaat, sampai pada rentang tertentu. Ada banyak persoalan hidup yang dapat diselesaikan dengan cara berpikir secukupnya atas dasar pengetahuan yang ada, tanpa perlu kebenaran yang mutlak. Ini seperti seseorang yang cukup tahu cara menjalankan mobil untuk sampai ke suatu tempat. Ia tidak membutuhkan pengetahuan tentang hakikat mobil untuk mencapai tujuannya.

Namun di sisi lain, ketidakmungkinan di atas dapat dipandang sebagai kelemahan terbesar bagi kemanusiaan. Ada persoalan-persoalan prinsipil yang hanya dapat puas terjawab jika pengetahuan manusia mendekati kebenaran yang sejati, seperti tentang Kebenaran dan kebijaksanaan menjalani hidup, makna dan tujuan hidup, hikmah kejadian, hakikat penciptaan, solusi masalah kehidupan, pengambilan keputusan penting, dan sebagainya.

Persoalannya, apakah manusia bisa mencapai pengetahuan yang demikian? Menurut psikologi Islami, bisa. Ada satu jenis pengetahuan yang tidak sanggup dibahas oleh psikologi, bernama ilmu laduni, yaitu ilmu yang langsung diberikan Allah kepada manusia. Ini berupa petunjuk dan pengarahan dari Allah bagi manusia untuk mencapai kebaikan dan kemanfaatan bagi dirinya. Ilmu laduni diberikan kepada nabi dan rasul, juga manusia biasa dengan syarat ia beriman, bertakwa, dan bersih hatinya. Berdasarkan Al Quran, caranya dapat lewat ilham dan mimpi (Najati, 2010).

  1. Ilham

Ilham adalah sejenis ilmu yang diberikan Allah kepada manusia dan diletakkan dalam hatinya, yang dengannya terbukalah beberapa rahasia dan realitas. Dalam Al Quran banyak ayat yang menunjukkan ilmu laduni yang diberikan kepada para nabi dan rasul, serta orang-orang saleh. Contohnya adalah ilham yang diberikan kepada ibu Musa (QS Thaha 20: 38-39), ilmu Nabi Khidir dalam kisah perjalannya bersama Nabi Musa (lih. QS Al Kahfi), dan sebagainya.

Dalam psikologi modern, tidak ada penjelasan tentang ilham Ilahi, tetapi ada satu konsep yang sedikit mendekati dalam konteks studi tentang berpikir kreatif, yaitu inspirasi. Inspirasi adalah pemikiran kreatif yang tiba-tiba muncul pada orang-orang yang memikirkan suatu masalah. Contoh yang terkenal adalah cerita penemuan hukum Archimedes “Eureka” dan penemuan gaya gravitasi oleh Newton “apel”. Menurut ahli psikologi, inspirasi tidak timbul dari luar diri manusia melainkan dari pikiran manusia itu sendiri. Orang yang mengalami hal ini juga sering mengatakan diri mereka mendapatkan ilham.

Dalam khazanah ilmu jiwa klasik, Ibnu Sina pernah membahas tentang ilham sebagai salah satu pengetahuan manusia.

 

  1. Mimpi

Mimpi merupakan gejala kejiwaan yang dialami semua orang. Banyak pemikir dan ilmuwan berusaha menafsirkan mimpi dan mengetahui penyebabnya sehingga saat ini kita banyak mendengar tentang adanya tafsir mimpi. Penyebab mimpi bermacam-macam. Ada yang berupa perasaan-perasaan yang terbawa ketika tidur, pengaruh luar terhadap panca indera, pengaruh dari dalam diri sendiri, atau ekspresi dan ingatan dari peristiwa masa lalu.

Dalam psikologi, mimpi secara cukup mendalam dibahas oleh Freud. Asumsinya adalah bahwa mimpi adalah dorongan dari alam bawah sadar, mencerminkan keinginan-keinginan dan kecemasan yang terpendam. Kelemahannya adalah teori mimpi tersebut baru sampai pada jenis-jenis mimpi dan artinya, tidak menjelaskan fenomena mimpi yang bersifat prediksi dan mimpi yang benar, bukan sekedar bunga tidur.

Dalam Islam dikenal ada dua macam mimpi, yaitu mimpi yang membingungkan, yang buruk, yang berasal dari setan, dan mimpi yang benar, mimpi yang berasal dari Allah. Contoh tentang mimpi sebagai ilmu laduni ada dalam kisah penyembelihan Ismail (QS Ash Shaffat) dan mimpi Yusuf yang diceritakannya kepada bapaknya (QS Yusuf).

 

Referensi:

Najati, M. U. (2010). Psikologi Qurani: Dari Jiwa hingga Ilmu Laduni. Bandung: Marja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s