Poetry of the Week: Sincerity

Kalau aku menghilang
apakah kau akan menyesal karena belum sempat
mendengarkan ini?

Jauh di dalam hatiku aku menyembunyikan
hal-hal yang lama sekali ingin kukatakan
begitu takut untuk mengakui apa yang kurasakan
bagaimana aku, jika kau lalu memilih pergi?

Aku takut…
takut ternyata tidak dicintai
takut ternyata tidak dimaknai
takut ternyata tidak dikenali

***

Kadang aku berada di langitmu, kadang di bawah kakimu
tak pernah di hatimu, tempat yang paling hangat
apakah ada surga di sana, padang-padang yang hijau,
dan bunga-bunga yang tertiup angin?

Seperti apakah hatimu, kuil kecil di dalam dadamu?
kau matikan pintu dan jendelanya dengan ratusan kunci
kau bentengi dengan dinding-dinding yang tinggi
kau tambahkan pula jebakan dan kutukan di sana-sini

Seperti apakah hatimu, sanctuary di dalam dirimu?
kau tak beri jalan untuk kutempuh
kau tak beri petunjuk untuk kupelajari
kau tak beri bantuan untuk kusyukuri

Kebebasan macam apa yang kau jaga dengan semua penjara itu?
Kebahagiaan macam apa yang kau jaga dengan semua penderitaan ini?
sungguh misteri yang membuat air mataku mengalir
aku mati sebelum waktunya

***

Aku takut…
takut ternyata tidak diinginkan
takut ternyata tidak dibutuhkan
takut ternyata tidak diharapkan

Jauh di dalam hatiku aku menyembunyikan
hal-hal yang lama sekali ingin kukatakan
begitu takut untuk mengakui apa yang kurasakan
bagaimana aku, jika kau lalu memilih pergi?

Kalau aku menghilang
apakah kau akan menyesal karena belum sempat
mendengarkan ini?

 

Yogyakarta, 25 April 2015

 

windy season

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s