Quotation Collection Part 38: On May 2015

Bulan ini banyak yang dibaca ternyata. Pantas tesis susah maju.🙂 But I am happy…

***

“Veracity is the heart of morality.”

— Thomas H. Huxley

 

“We seek the truth, and will endure the consequences.”

— Charles Seymour

 

“Koreksi terasa kejam mengiris hati karena kita menaruh ego dalam kebenaran kita.”

— My own mind

 

Perasaan terbaik di dunia adalah menyadari bahwa kamu sudah bisa bahagia dengan sempurna, tanpa sesuatu yang kamu kira kamu butuhkan padahal sebenarnya hanya keinginanmu belaka.

— Sa’ad Marhaban

 

“Tidak mungkin kebenaran dipadukan dengan hawa nafsu. Jika kebenaran berkuasa maka hawa nafsu pasti tunduk. Begitu pula sebaliknya, jika hawa nafsu berkuasa maka kebenaran tak berdaya.”

— Hasan Al Banna

***

“Perkataan berada dalam belenggumu selama kamu tidak berbicara, namun tatkala kamu berbicara maka kamu berada di dalam belenggunya. Oleh karena itu, simpanlah lidahmu sebagaimana kamu menyimpan emas dan harta bendamu. Karena, mungkin saja sebuah perkataan menghilangkan kenikmatan dan mendatangkan siksaan.”

— Ali ra.

 

Bersabarlah dari lelahnya bangun di malam hari, dan dari pulang-pergi mencari kebutuhan dan kemuliaan.
Jangan bosan, dan jangan menarik diri, karena keberhasilan terlipat di antara kegagalan dan kebosanan.
Aku mendapatkan di dalam hari-hari terdapat pengalaman, dan kesabaran memiliki akibat yang terpuji.
Sungguh sedikit orang yang bersungguh-sungguh dalam urusan yang dicarinya, dan orang yang berteman dengan sabar tidak akan memperoleh apa-apa kecuali kemenangan.

— Ali ra.

 

“Bagaimana keadaanmu, begitulah orang akan memerintahmu.”

— dalam “Bagaimana Menjadi Orang Bijaksana” h. 146

 

Bukanlah yang dimaksud dengan zuhud itu engkau tidak memiliki sesuatu, melainkan yang dimaksud dengannya ialah engkau tidak dimiliki oleh sesuatu.

Bukanlah zuhud di dunia berarti menghilangkan harta dan mengharamkan apa yang halal, melainkan yang dimaksud dengannya adalah engkau tidak merasa lebih condong dengan apa-apa yang ada di tanganmu dibandingkan dengan apa-apa yang ada di sisi Allah.

— Ja’far Ash Shadiq

 

“Zuhud, seluruhnya ada di antara dua kalimat di dalam Al Quran: ‘Supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput bagimu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu.'”

— Ali ra.

 

“Bukanlah orang yang berakal orang yang mengetahui (bisa membedakan) yang baik dari yang buruk, melainkan orang yang mengetahui yang baik di antara dua hal yang buruk.”

— Ali ra.

 

“Sesungguhnya orang yang berakal adalah orang yang rasa syukurnya tidak disibukkan oleh sesuatu yang halal, dan sabarnya tidak dikalahkan oleh sesuatu yang haram.”

— Musa al Kazhim

 

“Orang yang berakal adalah orang yang kritis terhadap pikirannya sendiri, dan tidak percaya kepada semua bujuk rayu dirinya.”

— Ali ra.

 

“Barangsiapa merasa cukup dengan akalnya, dia akan tergelincir.”

— Ali ra.

 

“Di antara tanda kuatnya akal seseorang adalah banyak mengambil pelajaran.”

— Ali ra.

 

“Akal adalah penjaga pengalaman, dan sebaik-baiknya pengalaman adalah yang memberi nasihat kepadamu.”

— Rasulullah saw.

 

“Kejujuran adalah menepati janji.”

— Abu Sa’id al-Kharraz

 

“Orang yang diberikan istiqamah lebih baik daripada orang yang diberikan karamah.”

— Ibn Taimiyah

 

“Ilmu yang bermanfaat adalah yang dapat menundukkan hawa nafsu pemiliknya. Zakatnya ilmu adalah dengan menyebarkannya dan menyeru manusia kepada Allah.”

— Abdul Qadir Jailani

 

“Hidup adalah harmoni dalam pertentangan-pertentangan.”

— Jalaluddin Rumi

 

“Harapan adalah cabang dari rasa yakin, tandanya adalah mencari.”

— Al-Ghazali

 

“Jika seseorang mendapatkan kegembiraan dalam selain Allah, kegembiraannya membuahkan kesusahan. Dan jika seseorang tidak akrab dengan pengabdian kepada Tuhannya, keakrabannya membuahkan kesepian.”

— Abul Abbas Ahmad bin Masyruq

“Dusta adalah gabungan berbagai kemunafikan. Orang yang banyak omong tentu banyak pula dustanya.”

— Hasan Bashri

 

“Hati menjadi diam atau beku karena lalai kepada Allah. Tandanya, yaitu hilangnya kenikmatan dalam taat, tidak adanya kepahitan dalam maksiat, serta ketidakjelasan barang yang halal.”

— Al-Ghazali

 

“Saat sehat, semua manusia sama. Dan jika bencana menimpa, tampak terpilih mana orang-orang yang sanggup menanggung derita.”

— Hasan Bashri

 

“Bila hendak mengambil pendapat orang, jangan memahami itu hanya sebatas yang terlihat dari ucapannya itu. Makna-makna itu lebih luas daripada ungkapan-ungkapan kata. Dada lebih lapang daripada buku. Arahkan mata hati ke tujuan yang dimaksud dari ucapan itu.”

— Al-Ghazali

 

“Cinta sejati tidaklah berkurang karena ketidakbaikan dan tidak bertambah karena kebaikan dan kemurahan.”

— Yahya bin Muadz al-Razi

 

“Kebanggaan adalah keruntuhan orang-orang yang mendambakan kebenaran.”

— Abu Bakar Muhammad bin Musa al Wasithi

 

“Ada tiga macam orang yang mengemban Al Quran, yaitu:

Orang yang menjadikannya sebagai dagangan.
Orang yang menjaga huruf-hurufnya dan menghilangkan batas-batas hukumnya.
Orang yang membaca Al Quran lalu menjadikannya sebagai obat penyakit hatinya.

— Hasan Bashri

 

Agama (bagi) orang mukmin adalah daging dan darahnya. Hilangnya agama dikarenakan empat faktor, yaitu:

Tidak mengamalkan apa yang diketahui.
Mengamalkan apa yang tidak diketahui.
Tidak mencari tahu apa yang tidak diketahui.
Menolak manusia yang akan mengajari apa yang tidak diketahui.

— Abdul Qadir Jailani

 

Dengan adab ilmu dapat dipahami.
Dengan ilmu amal dapat diperbaiki.
Dengan amal hikmah dapat diperoleh.
Dengan hikmah kezuhudan dapat berdiri tegak.
Dengan zuhud dunia dapat diabaikan.
Dengan pengabaian dunia akhirat dapat dicintai.
Dengan cinta akhirat rahmat Allah dapat diperoleh.

— Yusuf bin Husain

 

“The words of the tongue should have three gatekeepers: Is it true? Is it kind? Is it necessary?”

— Arabian Proverb

***

Jika kita menggali terlalu dalam ke dalam diri kita, kadang-kadang tidak mungkin rasanya untuk naik kembali tanpa bantuan orang lain. Terbang terlalu tinggi dapat menjadi masalah jika kita tidak yakin bagaimana mendarat dengan aman. Kadang kita butuh seseorang untuk menjaga kita tetap di bumi, di tempat di mana hal-hal tampak lewat mata hati kita, dan kadang pula kita butuh untuk disadarkan akan pandangan tentang dunia yang terlewat oleh mata kita ketika kita menunduk atau memandang ke dalam diri.

— Robert G. Heyward, dalam intjentp.pdf

 

“If you and I are to live religious lives, it mustn’t be that we talk a lot about religion, but that our manner of life is different. It is my belief that only if you try to be helpful to other people will you in the end of your way to God.”

— Witgenstein

 

“Most of us no longer believe that ethic is founded in religion, nor do we want a legal system to intervene in our moral, personal, private life. Recent liberation movements suffer from the fact that they cannot find any principle on which to base the elaboration of a new ethic. They need an ethic, but they cannot find any other ethic than an ethic founded on so-called scientific knowledge of what the self is, what desire is, what the unconscious is and so on.”

— Foucoult

 

“zaman postmodernisme” banyak mengandung paradoks. Artinya, masyarakat mengajukan kritik tajam terhadap materialisme, tapi pada saat yang sama pola hidup konsumerisme semakin memonopoli…

zabalahque.blogspot.com

 

“Apabila kita mengalami segalanya tentang matahari, segalanya tentang atmosfer dan segala tentang rotasi bumi, kita masih luput untuk melihat kecemerlangan sinar matahari terbenam.”

— Alfred North Whitehead

 

“Kalau kita dicubit sakit, maka mencubit tak perlu terjadi.”

— mutiara tasawuf

 

… meskipun manusia bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan filsafat, manusia tetap tidak dapat mengetahui hakekat kebenaran!

— para sophis

zabalahque.blogspot.com

 

Belajar filsafat bukan hendak menjadikan kita sebagai ahli waris doktrin dan pemikiran yang sudah ada, tetapi agar kita bisa menciptakan yang cocok buat kita.

zabalahque.blogspot.com

 

Seorang murid mengeluh pada gurunya; Bapak sudah sering bercerita, tapi Bapak tak pernah menerangkan maknanya kepada kami!

Guru menjawab; Bagaimana pendapatmu, nak, jika ada orang yang mau memberimu buah tapi ia mengunyahkannya untukmu sebelum memberikannya padamu?

— Anthoni de Mello, Burung Berkicau

 

Mulailah berfilsafat untuk urusan-urusan kita dulu! Nanti kalau sudah bisa mengurus urusan kita, baru boleh ngurus urusan yang lain.

zabalahque.blogspot.com

 

“a good leader comes from a good follower”.

Kalau anda belum pernah merasakan perjuangan menjadi pengikut, jangan paksakan diri anda untuk menjadi pemimpin.

zabalahque.blogspot.com

 

Pada mulanya seorang pejuang pastilah ia berjuang karena merasa disakiti, lalu berjuang atas rasa sakit itu dengan kepentingannya, yang kemudian seringkali lupa bagaimana kemaslahatan itu tanpa harus menyakiti kembali.

zabalahque.blogspot.com

 

“Apa yang tak mampu membunuhku, hanya membuatku lebih kuat.”

— Nietzsche

 

***

Ketika doaku dikabulkan, aku bahagia karena itulah kehendakku. Ketika doaku tidak terkabul, aku lebih bahagia lagi karena itulah kehendak Allah.

— Ali ra.

 

Kekuatan tumbuh lewat perjuangan.
Keberanian berkembang dalam tantangan.
Kebijaksanaan muncul dari penderitaan.

 

“Allah Ta’ala lebih penyayang kepada hamba-Nya yang mukmin ketimbang ibu yang mengasihi anaknya.”

— Imam al Ghazali

 

Jika di waktu pagi aku memiliki makanan untuk hari itu
Janganlah kau risau terhadapku wahai yang bahagia
Jangan sibukkan dirimu dengan memikirkan esok
Karena untuk esok, telah disediakan rezekinya sendiri
Jika Allah menghendaki suatu hal, maka aku mematuhinya
Kutinggalkan kehendakku, mengikuti yang Dia kehendaki
Sama sekali tidak ada kehendak pada diri yang lemah ini
Jika Allah menghendaki apa yang tidak aku kehendaki

— Imam al Syafii, dalam Tajul ‘Arus h. 280

 

Seseorang disebut muslim jika ia telah menyerahkan diri dan nafsunya kepada Allah. Secara lahiriah ia melaksanakan perintah-Nya dan secara batiniah ia pasrah kepada hukum dan kekuasaan-Nya.

— dalam Tajul ‘Arus karya Ibnu ‘Athaillah, h. 280

 

“Wahai hamba Allah, jika engkau meminta kepada Allah, mintalah agar Dia memperbaiki dirimu secara keseluruhan serta memperbaiki dirimu untuk bisa bersikap ridha menerima pengaturan-Nya.”

— Ibnu ‘Athaillah

 

“Hakikat kejujuran itu: hendaklah Anda bersikap jujur pada suatu kondisi di mana Anda tidak akan selamat kecuali berbohong.”

— Al-Junaid

 

“… sesungguhnya semua kebaikan terkandung dalam keridhaan. Jadi, jika kau mampu, bersikap ridhalah engkau. Tapi jika tidak, maka bersabarlah.”

— Umar ra.

 

“Di antara mengikuti hawa nafsu adalah bersegera melakukan amal sunnah dan malas menunaikan kewajiban.”

— Ibn ‘Athaillah, dalam Tajul ‘Arus, h. 283

 

“… bisa jadi Dia memberi sesuatu yang kau senangi, tetapi menghalangimu untuk berada di hadirat-Nya. Bisa jadi Dia tidak memberi sesuatu yang kau senangi, tetapi dengan itu justru kau bisa hadir dan bersenang-senang bersama-Nya. Bisa jadi Dia memberimu kenikmatan dan perhiasan dunia, tetapi menghalangimu dari keindahan dan kegembiraan bersama-Nya.”

— Ibn Ajibah, dalam Tajul ‘Arus, h. 289

 

“Berteman dengan orang bodoh yang tidak meridhai dirinya (nafsunya) lebih baik dari pada berteman dengan orang berilmu tetapi meridhai dirinya.

Ilmu macam apa yang bisa disematkan kepada seorang alim yang meridhai dirinya?! Dan kebodohan macam apa yang bisa disematkan kepada orang bodoh yang tidak ridha terhadap dirinya?!”

— Ibnu ‘Athaillah, dalam Tajul ‘Arus, h. 290-291

 

“Manusia memujimu lantaran sesuatu yang disangka terdapat pada dirimu. Karena itu, celalah dirimu lantaran apa yang kau ketahui dari dirimu. Orang yang paling bodoh adalah yang meninggalkan keyakinan dalam dirinya lantaran prasangka orang lain.”

— Ibnu ‘Athaillah, dalam Tajul ‘Arus, h. 292-293

 

Sering yg diperlukan orang itu bukan banyak pengetahuan, tapi CUKUP PENGETAHUAN YANG BERMANFAAT dan SANGGUP DIAMALKAN.

— My own mind

 

Menciptakan banyak kesenangan, tidak mesti menemukan ketenangan batin. Menguasai banyak ilmu pengetahuan, belum tentu mencapai hidayah taufiq. Para pencibir tuli tak akan pernah paham akan dua perkara ini. Itu saja.

— Sa’ad Marhaban

 

Jika nafsu adalah milikmu, berbuatlah sesuka hatimu. Namun, itu tidak mungkin kau lakukan.

Nafsu laksana cermin. Semakin kau musuhi, ia akan semakin memusuhimu. Karena itu, serahkanlah kepada Tuhannya agar Dia memperlakukan nafsumu sesuai kehendak-Nya. Mungkin kau telah penat mendidik nafsumu, tapi ia tak juga tunduk dan taat. Seorang muslim adalah yang menyerahkan nafsunya kepada Allah sesuai dengan firman Allah: Allah telah membeli dari orang beriman nafsu (diri) dan harta mereka untuk dibalas dengan surga. QS 9: 111

Syekh Abu al Abbas al Mursi, dalam Tajul ‘Arus, h. 277

 

Ikhtiar lebih utama daripada hasilnya
Doa lebih utama daripada terkabulnya
Berjuang dengan keistiqamahan lebih utama daripada kemenangan
Syukur lebih utama daripada nikmat.

— dari Rasyid Isa

 

“Tak perlu menjelaskan siapa dirimu,
karena orang yang mencintaimu tak membutuhkan itu, dan orang yang membencimu tak akan percaya itu.”

— Ali ra.

 

Hidupku memang tak sempurna, tapi aku bersyukur atas apa yang ada. Lakukan apa yang kamu sukai, dan sukai apa yang kamu lakukan.

Orang bersabar, pasti mendapat kemenangan, walaupun tertunda.

— Ali ra.

 

“If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.”

— Chinese proverb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s