Cara Baik untuk Meminta dan Mencari Rezeki yang Baik

 

Oleh: Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari (648-709 H)

1. Mencari rezeki dengan penuh perhatian sampai-sampai melupakan Allah bukanlah cara yang baik. Sebaliknya, cara mencari rezeki yang baik adalah yang tidak melalaikanmu dari Allah.

2. Mencari rezeki yang baik adalah meminta kepada Allah Swt., tanpa menetapkan batasan, sebab, dan waktunya sehingga Dia akan memberikan apa yang Dia Kehendaki, dengan cara yang Dia Kehendaki, dan di waktu yang Dia Kehendaki. Itulah etika meminta rezeki.

Jangan meminta untuk dikeluarkan dari satu keadaan dan dialihkan ke keadaan yang lain. Jika kau menyadari bahwa Dia mengetahui keadaanmu, namun kau terus meinta agar dialihkan ke keadaan lain, maka permintaanmu itu termasuk adab yang buruk kepada Allah.

Bersabarlah… karena dikhawatirkan permintaanmu dikabulkan namun kau tidak merasa tenang dalam keadaan itu. … Keadaan itu sesungguhnya merupakan hukuman karena memilih dan mengatur untuk diri sendiri.

3. Meminta rezeki yang baik adalah memintanya kepada Allah Swt. dan jangan jadikan apa yang engkau inginkan sebagai tujuan doamu. Permintaan itu sesungguhnya hanyalah sarana untuk bermunajat kepada-Nya.

4. Mencari rezeki yang baik adalah dilakukan dengan penuh kesadaran bahwa jatahmu telah ditetapkan dan akan mendatangimu, bukan permintaan dan usahamu yang mengantarkanmu kepadanya.

5. Meminta rezeki yang baik adalah meminta kepada Allah sesuatu yang bisa mencukupimu, bukan yang melenakanmu. Jangan menghendaki sesuatu secara berlebihan. Nabi Saw. mengajarkan doa yang baik, “Ya Allah, jadikanlah makanan keluarga Muhammad sekadar bisa mencukupi.” Tercelalah orang yang meminta lebih dari cukup.

6. Bentuk meminta rezeki yang baik bisa dengan cara meminta bagian dunia. Allah berfirman, “… Dan di antara mereka ada yang berdoa, ‘Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat…” (QS 2: 201)

7. Bentuk meminta dengan baik adalah meminta tanpa meragukan jatah yang diberikan Tuhan serta tetap menjaga diri dari segala sesuatu yang dilarang.

8. Bentuk meminta dengan baik adalah meminta tanpa menuntut untuk segera dikabulkan. Nabi Saw. melarang tingkah semacam itu, “Doa kalian pasti dikabulkan selama tidak berkata, ‘Aku telah berdoa tetapi belum juga terkabul.'”

9. Meminta rezeki dengan baik adalah meminta dan bersyukur kepada Allah jika diberi, dan menyadari pilihan terbaik-Nya jika tidak diberi.

10. Meminta rezeki dengan baik adalah meminta kepada-Nya agar kau berpegang pada pembagian-Nya yang telah ditetapkan, tidak kepada permintaanmu. Selain itu, ketika kau meminta, tetapkanlah dalam benakmu bahwa kau tidak layak mendapatkannya. Orang semacam ini sangat pantas mendapat pemberian Tuhan. Syekh Abul Hasan berkata, “Ketika meminta sesuatu, kuletakkan dosaku di hadapanku.” Maksudnya adalah agar ia tidak meminta kepada Allah dengan perasaan layak atasnya. Namun, ia hanya meminta datangnya karunia Tuhan lewat karunia-Nya pula.

— dalam buku “Agar Rezeki yang Mencarimu bukan Kau yang Mencarinya”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s