Quotation Collection Part. 39: On April 2015

“Pemimpin, melalui pengetahuan keinsanian yang unggul, bisa mengetahui apa arti menjadi pemimpin, yaitu jika ia bisa memberikan kontribusi pada kehidupan dan kepemimpinannya. Dengan sumbangsih itu, ia seinsani-insaninya pemimpin, alangkah indahnya.”

— Dr. Chaterine Roberts

 

“Tugas utama pemimpin adalah melakukan hal yang benar, bukan melakukan sesuatu dengan benar.”

— Peter F. Drucker

 

“Don’t let the noise of others’ opinion drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition.”

— Steve Jobs

 

“Jangan hanya mengabdi pada kepentingan ekonomi. Semulia-mulianya ekonomi untuk kepentingan bangsa, pada akhirnya demokrasi memerlukan keseimbangan dengan keadilan. Maka persoalan hukum jangan disepelekan.”

— Jimly Asshiddiqie, Kompas, 28 April 2015, h. 15

 

Sebagian orang berpikir bahwa mereka perlu mencambuki diri agar menjadi orang yang lebih baik. Tapi, bersikap kejam pada diri sendiri seperti itu tidak menjadikanmu pribadi yang penuh kasih sayang. Belajarlah menjadi teman yang baik bagi diri sendiri, maka kau akan belajar menjadi teman yang lebih baik bagi orang lain. Kamu perlu menjadi orang yang baik agar punya teman. Perlakukan dirimu secara lebih baik dan kamu akan mendapati memperlakukan orang lain sebaik-baiknya menjadi cara hidupmu yang normal.

— David Joel Miller

 

Orang-orang yang berjuang menghadapi tantangan-tantangan kehidupan dapat belajar cara-cara untuk menjadi diri mereka yang terbaik. Jangan berharap menemukan seorang yang sempurna untuk melengkapi dirimu. Jadilah sebaik mungkin pribadi dan kamu akan menarik orang-orang yang kau inginkan ke dalam hidupmu.

— David Joel Miller

 

Apa yang orang pikirkan tentang dirimu bukan urusanmu. Semakin banyak yang kau lakukan dalam hidup, semakin kau akan dikritik. Tapi, sekalipun kau tidak melakukan apa-apa, kau juga akan tetap dikritik. Lakukan yang terbaik, tapi janganlah untuk mendapatkan pengakuan orang lain. Lakukan demi dirimu sendiri, dan untuk Tuhan.

— David Joel Miller, dengan tambahan

 

Berbuat kesalahan tidak menjadikanmu buruk. Itu justru menjadikanmu manusia.

— David Joel Miller

 

“Jika engkau mencari qari’, jumlahnya tak terhitung. Jika kau mencari dokter, jumlahnya teramat banyak. Jika kau mencari fakih, jumlahnya pun tak terbilang. Namun, jika kau mencari orang yang bisa menunjukkan kepada Allah dan memberitahukan aib dirimu, jumlahnya sangat sedikit. Jika kau mendapatkannya, jagalah baik-baik dengan kedua tanganmu.”

— Ibn Athaillah

 

Di tengah-tengah manusia engkau diukur
dengan orang yang engkau jadikan teman
Maka, bertemanlah dengan orang-orang pilihan
tentu engkau akan mendapatkan penghormatan

— sebuah syair

 

“Mursyid (pendidik, guru) tidak mendidikmu hanya dengan kata-kata, tetapi ia mendidikmu dengan keadaannya.”

“Cahaya ahli hikmat (orang bijak) mendahului ucapannya. Ketika cahaya terpancar, nasihat itu pun sampai.”

— Ibn Athaillah al Sakandari

 

“… setiap karya sastra sesungguhnya adalah autobiografi pengarangnya pada tahap dan situasi tertentu. Maka, ia adalah produk individu dan bersifat individual. Persembahannya kepada masyarakat tak lain dari sumbangan individu pada kolektivitas. Dalam hal ini, tugas sastrawan adalah melakukan gugatan kritis atas kemapanan di semua bidang kehidupan -termasuk membongkar historiografi resmi yang kerap menyembunyikan hal-hal kecil yang terabaikan; entah karena dianggap tidak penting atau sengaja dilupakan.”

— Anton Kurnia, “Kisah Seorang Pemberontak yang Sial”, dalam Kompas, 26 April 2015, h. 27

 

“… setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat…”

“Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan berbicaralah seperti orator.”

— HOS Tjokroaminoto, Raja Jawa Tanpa Mahkota dalam Kompas, 26 April 2015, h. 27

 

Agama harus melindungi nyawa dan kehidupan manusia. Kehidupan seorang manusia adalah sesuatu yang sangat penting.

Membunuh seorang manusia tanpa alasan seperti membunuh semua manusia; membunuh manusia berarti membunuh kemanusiaan. Karena itu, membantu menyelamatkan kemanusiaan itu merupakan hal yang sangat penting, tanpa perlu mempertimbangkan siapa mereka; apa agama mereka.

Itu misi terpenting dan tugas umat Islam melindungi nyawa dan kehidupan manusia. Karena itu tidak seharusnya umat Islam membiarkan orang-orang tidak berdosa terbunuh. Agama kita adalah agama kasih sayang. Kita hidup bersaudara. Menjaga keamanan, keselamatan manusia itu tanggung jawab kita semua, apa pun agama dan mazhabnya.

— Hassan Fereydoon Rouhani, presiden Iran, doktor ilmu hukum, seorang mullah, dalam Kompas, 26 April 2015, h. 5

 

“… berani untuk melawan ketakutan-ketakutan yang diciptakan oleh alam pikir normal.”

— inspirasi Gus Dur, Kompas, 26 April 2015, h. 2

 

“Everybody can be a victim (of corruption), but the weakest, the poor, the uninformed people are the first victims.”

–Huisman & Walle, 2010, Criminology of Corruption

 

“Seorang hakim mempunyai dua hal: suatu kebajikan, kecuali dia adalah orang yang bodoh; dan hati nurani, kecuali dia mempunyai sifat yang kejam.”

— Adagium para hakim… dibaca dalam Kompas

 

“Kesamaan adalah jiwa persahabatan.”

— Aristoteles

 

“Umntu ngumntu ngabanye abantu.”

Manusia tumbuh kemanusiaannya karena ada manusia lain.

— African proverb

 

Sugih tanpa banda
Digdaja tanpa adji
Ngalurug tanpa bala
Menang tanpa ngasoraken

Kaya tanpa harta
Berkuasa tanpa kekuatan
Menyerang tanpa kekerasan
Menang tanpa mempermalukan

***

“Saya hanya manusia biasa karena itu memegang peri kemanusiaan bukan hal asing.”

— RMP Sosrokartono

 

Why does so much of educational psychology concern itself with means, i.e., grades, degrees, credits, diplomas, rather than with ends, i.e., wisdom, understanding, good judgement, good taste?

We do not know enough about the acquisition of emotional attitude, of taste, of preferences. The “learning of the heart” has been neglected.

Education in practice too often adapts the child to the convenience of adults by making him less a nuisance and a little evil. More positively oriented education concerns itself more with the growth and future self-actualization of the child. What do we know about teaching childern to be strong, self respecting, righteous indignant, resistant to domination and exploitation, to propaganda and blind enculturation, to suggestion and to fashion?

— Abraham Maslow, Motivation and Personality, 1970, h. 281-282

 

Pertimbangkan kematian dalam setiap gerak dan keputusanmu. Insya Allah itu akan membuatmu menyegerakan amal.

Menulislah sebanyak mungkin kebaikan sebelum ajal menjemput. Siapa tahu satu kalimatmu membantu seseorang memperbaiki diri dan itulah amal yang membantumu sampai pada Rahmat Allah?

Jangan berhenti menulis…

— My Own Mind

 

“A man cannot gradually enlarge his mind as he does his house.”

— Alexis de Tocqueville

Memperbesar dan memperluas rumah itu lebih mudah dilakukan daripada memperluas pemikiran dan wawasan seseorang.

 

Ketahuilah tidak ada kebaikan dalam ibadah kecuali dengan ilmu, tidak ada kebaikan dalam ilmu kecuali dengan pemahaman, dan tidak ada kebaikan dalam membaca Al Quran kecuali dengan tadabbur (merenungkan maknanya).

— Ali r.a.

 

“The more you study deen (Islam), the happier you should be, and the happier people around you should be. If the people around you are not happy, you are not learning Islam. I am sorry. You are learning something else.”

— Nouman Ali Khan, in “Tafsir of last two verses of Baqarah”

 

“Seseorang tidak perlu bertepuk tangan dengan keberhasilan akal dalam membuktikan wujud-Nya, karena dengan akal pula argumen itu dapat ditolak.”

— ‘Abdul Halim Mahmud

 

“Untuk mengantarmu mengetahui rahasia-rahasia ayat Al Quran, tidaklah cukup kau membacanya empat kali sehari.”

— Al Maududi

 

“Saya terkadang duduk termenung, duduk berbulan-bulan, hanya untuk mengetahui hubungan antara satu ayat dengan ayat yang lain.”

— Ibrahim ibn ‘Umar Al Biqa’iy

 

Banyak muslim mengenal Islam sejak mereka lahir, tapi itu tak lantas membuat mereka mempelajari Islam. Banyak pula muslim yang sejak kecil telah pandai membaca Al Quran, tetapi itu tak lantas membuat mereka memahami isi Al Quran. Banyak muslim yang mengatakan bahwa masalah umat adalah tidak diamalkannya ajaran agama, tetapi itu tak lantas membuat diri mereka sadar bahwa masalah itu ada dalam diri mereka.

— My Own Mind

 

Saya tidak percaya karma. Orang menjadi miskin bukan karena karma atau kutukan dan belum tentu karena malas. Sering terjadi, meluasnya kemiskinan disebabkan karena struktur dan sistem perekonomian dan dunia usaha yang lebih banyak memberikan akses para pemodal besar.

Tanah perkebunan seluas itu sudah lebih dari cukup. Pabrik yang ada pun tidak akan kami tambah lagi. Demikian pula jumlah pekerja yang sudah mencapai 30.000 orang. Tak mungkin mempertahankan integritas usahadan produk jika yang diproduksi sudah menjadi produk massal.

… proses konglomerasi usaha justru akan mengecilkan atau bahkan menutup peluang usaha orang lain untuk maju.

— Merrill J. Fernando, “Perlawanan Teh dari Sri Lanka, KOMPAS, Senin, 6 April 2015

 

Kampus = land of integrity

— Buku pendidikan antikorupsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s