Quotations Collection Part 41: On February 2015

“Barangkali orang-orang yang merasa budaya dan komunitas mereka terancam, akan terdorong untuk menetapkan batas-batas yang tegas, ke arah pandangan eksklusif dalam upaya melindungi warisan budaya mereka yang terancam. Dalam hal ini, sebenarnya kita berbicara tentang unsur-unsur psikologi pribadi dan sosial, sama sekali bukan teologi.”

— Graham E. Fuller, Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam? hal. 61

 

“Perpolitikan dan pergulatan kekuasaan telah sering kali memperbesar perbedaan teologis demi tujuan-tujuan politik, bukannya memperkuat warisan bersama.

Gesekan-gesekan antara agama-agama dan pengikutnya jarang dilandasi oleh perbedaan teologi khusus, melainkan oleh akibat-akibat politis dan sosialnya.

Oleh karena itu, kekuasaan merupakan jebakan terakhir, perusak terhebat: semakin suatu agama terkait erat dengan kekuasaan negara, semakin ia terseret masuk ke wilayah politik — dengan akibat-akibat langsung bagi kekuasaan negara dan pihak berwenang.

— Graham E. Fuller, Apa Jadinya Dunia Tanpa Islam?

 

“Sedikit yang mampu kau syukuri lebih baik daripada banyak yang tidak mampu kau syukuri.”

— Nabi Saw. kepada Tsa’labah bin Hatib ketika ia minta didoakan Nabi agar Allah memberinya harta

 

“Engkau harus memperhatikan urusan dunia, tetapi engkau lebih membutuhkan urusan akhirat, maka selalu dahulukan urusan akhirat, karena itu akan membuat urusan duniamu teratur dengan baik.”

— Mu’adz bin Jabal

 

“Jika niatmu benar, mengumpulkan dan menyimpan kekayaan lebih baik daripada meninggalkannya.”

— Ibnul Jauzi

 

“Bagaimana engkau percaya kepada apa yang kau miliki padahal itu semua akan hilang, dan bagaimana engkau tidak percaya kepada Allah padahal Dia tidak akan pernah hilang? Wahai yang bergantung pada makhluk dan sebab, (mengapa) engkau menafikan kekuatan dan keagungan Allah di dunia dan akhirat. Wahai yang percaya kepada yang kau miliki, (mengapa) engkau menafikan kekayaan-Nya di dunia dan akhirat.”

— Abdul Qadir al-Jailani

 

“Orang mudah risau soal rezeki bila ia memandang rezekinya bergantung pada usahanya atau usaha orang lain. Ini soal cara memandang, bukan soal cara hidup. Anjuran untuk yakin bahwa Allah sudah menjamin rezeki bukanlah berarti anjuran untuk tidak berusaha. Seseorang akan lebih murni tauhidnya, lebih tenang dan optimis hidupnya, bila memandang rezekinya bergantung sepenuhnya pada Allah. Temanilah setiap usaha dengan cara pandang ini. Kalau tidak, kita akan mudah cemas, pesimis, dan putus asa.”

— Editor buku “Agar Rezeki yang Mencarimu bukan Kau yang Mencarinya”

 

“Tujuan setan adalah agar manusa tidak rida atas keadaan yang Allah tetapkan untuknya. Ia berusaha mengeluarkan manusia dari pilihan Allah menuju pilihan manusia sendiri.

Ketahuilah, ketika Allah memasukkanmu ke dalam suatu keadaan, Dia pasti akan selalu membantumu. Namun, jika kau masuk ke dalamnya dengan kemauanmu sendiri, dia akan membiarkanmu. Allah berfirman, ‘Katakan, “Wahai Tuhan, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.”‘ QS Al Isra’ 17: 80

Cara masuk yang benar adalah yang sesuai dengan keinginan-Nya, bukan dengan keinginanmu. Begitu pula cara keluar yang benar. Tuhan ingin agar kau tetap berada dalam keadaan yang Dia tetapkan untukmu sampai Dia sendiri mengeluarkanmu darinya.”

— Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari (648-709 H), al-Tanwir fi Isqath al-Tadbir

 

Tidakkah kau tahu, Allah berkata kepada Maryam
Guncangkan pohon itu, kurma segar pasti kan gugur
Kalau mau, Dia akan langsung memberikan buah itu
Maryam tak perlu bersusah-payah mengguncangnya
Namun, segala sesuatu membutuhkan sebab dan upaya

— Sebuah syair

 

“Ada yang mengatakan bahwa orang-orang bijak menyimpulkan ada lima sumber musibah: sakit tatkala bepergian, miskin semasa tua, mati saat muda, buta setelah mata sehat, dan dimusuhi orang setelah kenal dekat. Tetapi, seorang penyair memberi ungkapan yang lebih baik: segala sesuatu yang berpisah denganmu ada gantinya, tetapi Allah tak ada gantinya bila engkau berpisah dengan-Nya.”

— Imam al-Ghazali dalam Minhaj al Abidin ila al Jannah

 

“Siapa saja yang merasa tenang-tenang saja dengan agamanya, sudah terlepaslah agamanya.”

— Sufyan ats-Tsauri

“Jika engkau mendengar tentang keadaan orang kafir dan kekalnya mereka di neraka, maka jangan tenang-tenang saja dengan keadaan dirimu. Ini penuh risiko. Engkau tidak tahu apa jadinya nanti, dan apa yang digariskan untukmu di atas sana. Maka angan terlena dengan luangnya masa, karena di baliknya tersembunyi bahaya.”

— Imam al-Ghazali

Muhammad ibn Yusuf berkata, “Aku bersama Sufyan ats-Tsauri suatu malam, lalu ia menangis semalam suntuk. Aku pun bertanya, ‘Apakah engkau sedang menangisi dosa-dosa?’ Lalu ia mengambil seutas jerami dan berkata, ‘Dosa itu lebih ringan bagi Allah daripada jerami ini. Aku hanya merasa takut kalau-kalau Allah melepaskan keislamanku dan kemauanku untuk berlindung kepada-Nya.'”

— dalam Minhaj al Abidin ila al Jannah karya al-Ghazali

 

“Ketahuilah bahwa tidak ada yang menghalangimu untuk melakukan kebaikan apapun yang engkau harapkan kecuali dirimu sendiri.”

— Imam al Ghazali (450-505 H)

 

Seorang shalih berkata:
Kami dulu belajar di masjid, kemudian sekolah-sekolah dibuka maka hilanglah barakah. Kemudian diletakkan meja kursi maka hilanglah tawadhu’. Lalu memperoleh ijazah, sehingga hilanglah keikhlasan.

 

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmahNya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmatNya- membuka jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.”

— Ibnul Qayyim

 

“Nowdays people know the price of everything and the value of nothing.”

Oscar Wilde

 

“If you want your children to turn out well, spend twice as much time with them, and half as much money.”

— Abigail van Buren

 

Don’t always think that you’re a victim. Because that will only make things harder.

— Arashi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s