Quotations Collection Part 42: On January 2015

“Jagalah akhlak dan etikamu kepada para pemimpin di saat hari ini kau adalah bagian dari rakyat. Suatu hari nanti jika datang giliranmu atau anak cucumu bergabung dalam barisan para pemimpin, entah 10, 20, 30, 40, atau 50 tahun lagi, semoga Allah memudahkanmu dan mereka menjalankan amanah dengan keberadaan rakyat yang berakhlak mulia.”

— My Own Mind

 

“You are the books you read, the films you watch, the music you listen to, the people you meet, the dreams you have, the conversations you engage in. You are what you take from these. You are the sound of the ocean, the breath of fresh air, the brightest light and the darkest corner. You are a collective of every experience you have had in your life. You are every single second of every single day. So drown yourself in a sea of knowledge and existence. Let the words run through your veins and let the colors fill your mind until there is nothing left to do but explode. There are no wrong answers. Inspiration is everything. Sit back, relax, and take it all in. Now, go out and create something.”

— Jac Vanek

 

“Sesuatu yang seharusnya dijadikan kecenderungan oleh para penuntut (ilmu/ kebenaran) adalah menghindari pengafiran (orang lain) selama dia menemukan jalan untuk itu, karena membenarkan penumpahan darah seorang Muslim dan perampasan harta benda mereka yang shalat mengarah ke kiblat, yang menegaskan bahwa ‘Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah], adalah suatu kesalahan, sedang kesalahan membiarkan seribu kafir dalam kehidupan ini lebih ringan daripada kesalahan dalam menumpahkan darah seorang Muslim. Rasul saw. telah bersabda, ‘Aku diperintahkan memerangi manusia sampai mereka mengucapkan La Ilaha Illa Allah Muhammad Rasulullah, maka bila mereka telah mengucapkannya, maka terpeliharalah dariku darah (nyawa) dan harta benda mereka kecuali berdasarkan haknya (alasan yang dibenarkan agama).'”

— al-Ghazali, Hujatul Islam

 

“Al Qur’an dan sunnah dan ajaran Islam, lebih luas daripada mazhab dan pendapat-pendapat mereka dan bahwa mazhab dan pendapat mereka itu jauh lebih sempit daripada Al Qur’an, sunnah, dan ajaran Islam… bahwa dalam arena ajaran Islam yang demikian luas dan penuh toleransi ditemukan tempat yang luas bagi kebebasan berpendapat dan perbedaan pandangan, selama semua berpegangan teguh pada hablun min Allah (tali yang terulur dari Allah, yakni Al Qur’an).”

“… saya mewanti-wanti diri saya dan Anda, jangan sampai menuduh seorang Muslim dengan tuduhan kekufuran, bid’ah, atau hawa nafsu, hanya disebabkan karena dia berbeda dengan kita dalam pandangan Islam yang bersifat teoretis, karena saling tuduh dengan kekufuran, dan bid’ah, merupakan hal yang sangat buruk/ keji. Ulama-ulama kita menegaskan bahwa satu kalimat bila mengandung kemungkinan (bermakna) kekufuran sebanyak 99 arah, namun ia mengandung juga satu kemungkinan iman, maka kalimat itu hendaknya dipahami dalam arti yang sebaik-baiknya, yakni keimanan. Ini adalah persoalan yang telah selesai (dibahas oleh para ulama dengan kesimpulan tersebut) dan demikian juga halnya dengan argumentasi kebenarannya.”

— Syaikh Muhammad Abdul Azhim az-Zarqany, Guru Besar Universitas al-Azhar, Mesir

 

“… fanatisme buta sejalan dengan kemunduran peranan ilmu dalam masyarakat Islam.”

— Quraish Shihab

 

“Setiap masalah yang terjadi dalam (ajaran) Islam, lalu terjadi perbedaan antar sesama (Muslim), tetapi perbedaan ini tidak mengakibatkan permusuhan, kebencian, atau percerai-beraian, maka kita mengetahui bahwa perbedaan tersebut adalah bagian dari (ajaran) Islam. Dan setiap masalah yang muncul, lalu mengakibatkan permusuhan, ketidakharmonisan, caci maki, atau pemutusan hubungan, maka kita mengetahui bahwa ia sedikit pun bukanlah bagian dari agama. Masalah (yang mengakibatkan hal-hal) itulah yang dimaksud oleh Rasul dan yang merupakan penafsiran dari firman Allah: ‘Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka (terpecah) berkelompok-kelompok, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka.’ (QS. al-An’am [6]: 159). Karena itu, menjadi kewajiban setiap orang yang beragama dan berakal untuk menghindarinya. Dalil kewajiban itu adalah firman-Nya: ‘Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepada kamu ketika kamu dulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hati kamu, lalu menjadilah kamu -berkat nikmat Allah – orang-orang yang bersaudara.” (QS. Ali Imran [3]: 103). Oleh karenanya, jika mereka (umat Islam) berselisih dan saling memboikot, maka hal itu disebabkan oleh suatu hal yang mereka ciptakan sebagai akibat mengikuti hawa nafsu – itulah yang mereka (ulama-ulama) nyatakan. Memang, Islam mengajak kepada keharmonisan hubungan, cinta-mencintai, kasih-mengasihi, dukung-mendukung, sehingga segala sesuatu yang mengantar kepada yang bertentangan dengan hal-hal tersebut, maka itu berada di luar ajaran agama.”

— Abu Ishaq asy-Syathibi

 

“Betapapun seseorang berusaha untuk bersikap objektif, namun bisa saja – sedikit atau banyak – terjadi darinya atau dinilai orang lain memiliki bias subjektif sebagai dampak dari kehidupan rumah tangga, latar belakang pendidikan, serta lingkungannya.”

— Quraish Shihab

 

“Imaginary obstacles are insurmountable. Real ones aren’t.”

— Barbara Sher

 

“Don’t let life discourage you; everyone who got where he is had to begin where he was.”

— Richard L. Evans

 

“Courage is asking for a time-out, to shed a tear, to dust yourself off, and then getting back in the ring to fight like you’ve never fought before.”

— Author Unknown

 

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Sesungguhnya pada pintu masuk istana para penguasa terdapat fitnah seperti menderumnya unta”. Ulama salaf memperingatkan umat supaya jangan mendatangi penguasa, jika dalam hati mereka tidak ada maksud menasehati dan mencegah penyimpangannya, dan tidak ada niat menjauhi harta kekayaannya. “Jika engkau bermaksud memasuki pintu istana negara, ada dua perkara yang harus engkau hindari, yaitu harta kekayaan mereka dan pemberian mereka. Sebab, perkataanmu akan jatuh tak bernilai dalam sekejap, begitu dirham dari tangan sultan jatuh ke tanganmu,” ujar Ibnu Mas’ud.

 

“Self-beliefs does not necessarily ensure success, but self-disbelief assuredly spawns failure.”

— Albert Bandura

 

“Psychology cannot tell people how they ought to live their lives. It can however, provide them with the means for effecting personal and social change.”

— Albert Bandura

 

“I’m touched by the idea that when we do things that are useful and helpful – collecting these shards of spirituality – that we may be helping to bring about a healing.”

— Leonard Nimoy

 

“Our greatest glory is not in never failing, but in rising every time we fail.”

— Confucius

 

“Cultivate the habit of being grateful for every good thing that comes to you, and to give thanks continuously. And because all things have contributed to your advancement, you should include all things in your gratitude.”

— Ralph Waldo Emerson

 

Should guilty seek asylum here,
Like one pardoned, he becomes free from sin.
Should a sinner make his way to this mansion,
All his past sins are to be washed away.
The sight of this mansion creates sorrowing sighs;
And the sun and the moon shed tears from their eyes.
In this world this edifice has been made;
To display thereby the creator’s glory.

— Shah Jahan, on Taj Mahal

 

“Sebutan negara Islam untuk Indonesia yang plural tidak lagi diperlukan. Yang terpenting, moral Islam dapat menyinari masyarakat luas melalui perkawinan perangkat hukum Islam dengan sistem hukum nasional melalui proses demokratisasi.”

— Ahmad Syafii Maarif, testimoni untuk buku “Kontroversi Khilafah: Islam, Negara, dan Pancasila”, Komaruddin Hidayat (Ed.)

 

“If you wish to be out front, then act as if you were behind.”

— Lao Tzu

 

“A wise man adapts himself to circumstances, as water shapes itself to the vessel that contains it.”

— Chinese Proverb

 

“One of the most sincere forms of respect is actually listening to what another has to say.”

— Bryant H. McGill

 

“If you live long enough, you’ll make mistakes. But if you learn from them, you’ll be a better person. It’s how you handle adversity, not how it affects you. The main thing is never quit, never quit, never quit.”

— William J. Clinton

 

“To handle yourself, use your head; to handle others, use your heart.”

— Eleanor Roosevelt

 

Orang yg menjelaskan keadilan tapi tidak memahami hakikat kezaliman yang menjadi lawannya, hakikatnya adalah orang yang tidak mengetahui kedua-duanya. Ketahuilah saudaraku, orang terbodoh dan terendah kedudukannya di sisiku di antara empat jenis orang bodoh adalah orang yang seperti ini.

-Imam Abu Hanifah-

 

“Love is friendship that has caught fire. It is quiet understanding, mutual confidence, sharing and forgiving. It is loyalty thru good times and bad. It settles for less than perfection and makes allowances for human weaknesses. Love is content with the present; it hopes for the future and it doesn’t brood over the past. It is the day-in and out chronicles of irritations, problems, compromises, small disappointments, big victories and common goals. If you have love in your life, it can make up for a great many things that you lack. If you don’t have it, no matter what else is there, it isn’t enough.”

— Ann Landers

 

“Believe that life is worth living and your belief will help create the fact.”

— William James

 

“I am not what happened to me, I am what I choose to become.”

— Jung

 

“The first recipe for happiness is: avoid too lengthy meditation on the past.”

— Andre Maurois

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s