Bantuan bagi Para Penulis: 100 Kata Pengganti Kata “Kata”

Ini hanya sedikit bantuan bagi teman-teman yang suka menulis, terutama menulis fiksi. Aku bukan pengarang profesional, tetapi ada lah… kadang-kadang aku mengisi waktuku dengan menulis cerita. Persoalan yang sering kuhadapi adalah bosan dengan bagian dialog yang monoton macam:

“…………………………………………..,” kata dia.

Kata.

Ya, kata itulah yang seharusnya bisa lebih variatif mencerminkan nuansa, atau maksud, atau konteks pembicaraan. Ketika aku menulis, terkadang mengerti bahwa dalam imajinasiku, si tokoh itu berbicara secara begini, begini, begini, tetapi tidak menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan perkataan itu.

Akhirnya kemarin, di saat istirahat mengerjakan tesis, aku mencoba melakukan brainstorming, mencari-cari beberapa jam lamanya ekspresi-ekspresi apa saja yang dapat menggantikan kata. Beberapa sudah sangat umum diketahui siapa saja yang suka membaca fiksi, tetapi beberapa tidak banyak diketahui dan agak terdengar aneh, meskipun bermanfaat sekali karena sifatnya yang detail.

Tanpa berpanjang lebar di bagian pembukaan, langsung saja🙂 100 kata pengganti kata “kata” beserta definisinya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Disclaimer: aku bukan ahli bahasa, hanya peminat bahasa🙂 Pembagian-pembagian yang ada berdasarkan rasa-rasa saja.

Semoga bermanfaat dan silakan menambahkan jika punya kata yang lain.

***

1# Berkata secara Umum

“Manusia yang budiman dapat mengambil manfaat dari musuh-musuhnya,” ujar Jalinus.

Kata Berbicara, melahirkan isi hati dengan kata-kata, menyebutkan, menuturkan, menceritakan, memberitahukan
Ucap Berkata, mengeluarkan ucapan
Ujar Berkata, berucap
Cakap Berbicara, berkata
Tutur Bercakap, berkata, mengucapkan, melafalkan, menyebutkan, mengatakan, menceritakan
Cerita Menuturkan cerita, mengatakan (memberitahukan) sesuatu kpd
Sabda Berkata (bagi Tuhan, nabi, raja, dsb)
Sebut Memberi nama (kpd), menyatakan nama sesuatu, melisankan (kata dsb), mengucapkan, melafalkan, memperkatakan (menceritakan dsb), mengatakan

***

2# Berkata Menurut Caranya

“Manusia yang budiman dapat mengambil manfaat dari musuh-musuhnya,” tulis Jalinus dalam bukunya.

Batin Berpikir dalam hati
Pikir Berkata dalam hati, menimbang-nimbang dalam ingatan, mempertimbangkan
Tulis Melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan

 

“Tidakkah gembira hatiku, bila aku ingat bahwa aku akan meninggalkan dunia yang fana, kembali ke alam baka, menemui Rasulullah yang kucintai…” bisik Bilal.

Gumam Berbicara dengan suara yang tertahan di dalam mulut
Bisik Berkata dengan suara perlahan-lahan (seakan hanya mendesis dan tidak nyaring)

 

“Kamu ikut saya,” desisku di telinganya.

Dengus (Berbicara sambil) mengeluarkan suara menghembuskan napas kuat-kuat
Desah (Berbicara sambil) mengeluarkan bunyi desah, membuang napas kuat-kuat untuk menghilangkan kesal hati
Desis (Berbicara sambil) mengeluarkan bunyi desis (seperti orang meniup atau berbisik)

 

“Masa begitu saja tidak bisa?” celetuk ayah ketika adik bercerita tidak bisa mengerjakan ujian matematika pada ibu.

Cerocos Berbicara secara terus-menerus
Celetuk Berujar secara spontan, menyela
Sela (Berbicara) menyelang, menyisip di antara pembicaraan orang lain, memotong (perkataan, pembicaraan, dsb), menyelingi
Potong (Berbicara) menyelang atau memenggal perkataan orang
Serobot Menyela perkataan orang dengan cara yang nekat atau menyimpang dari aturan
Nimbrung Datang dan (langsung) turut serta bercakap-cakap

 

“Tidak bisa!” cetusnya setelah mendengar ideku yang mungkin menurutnya mengerikan.

Tandas Mengatakan dengan tegas, jelas, nyata
Tegas Mengatakan dengan tegas (pasti, tentu, tidak ragu-ragu)
Cetus Menyatakan dengan sekonyong-konyong

 

“Hoooooi, kami di sini!” teriak mereka bersama-sama ketika regu penyelamat datang.

Seru (1) Berkata atau bersuara dengan nyaring
Sorak Berteriak-teriak (tanda gembira atau senang); bergembira dengan berteriak-teriak
Sergah Berbicara dengan kata-kata atau suara yang keras dan mengejutkan, mengejutkan dengan suara keras (misal membentak)
Teriak Berseru (berkata, memanggil, dsb) dengan suara keras, seruan yang keras, pekik,
Jerit Berbicara dengan suara keras melengking (karena kesakitan, memanggil, dsb), teriak, pekik, berkeluh kesah dengan sangat
Pekik Teriakan, jeritan, berteriak, menjerit
Lolong Memekik keras (spt perempuan menangis)

 

“Haha… Akhirnya aku menang! Lihat bagaimana aku menjadikannya pecundang!” tawanya sambil menunjukkan pialanya.

Tawa (Berbicara sambil) melahirkan rasa gembira, senang, geli dsb, dengan suara berderai, berlanjutan dan tidak beraturan (pelan, sedang, keras)
Kikik Tertawa kecil, bercekikikan
Kekeh Tertawa keras, tergelak-gelak

 

“Di mana kami harus tinggal setelah ini?” ratap ibu itu melihat rumahnya terbakar.

Isak (Berbicara) dengan suara tangis yang tertahan-tahan, sedu-sedan, menangis tersedu-sedu
Raung (Berbicara) dengan menangis dan memekik keras-keras, menggerung-gerung, bunyi yang nyaring dan panjang
Tangis Mengungkapkan perasaan sedih (kecewa, menyesal, dsb) dengan mencucurkan air mata dan mengeluarkan suara (tersedu-sedu, menjerit-jerit, dsb)
Ratap Menangis dengan ucapan yang menyedihkan, mengeluh (dengan menangis, menjerit dsb)

 

“Tolong saya… tolong saya…” rintih seorang korban begitu memilukan meminta pertolongan.

Erang Mengeluh (merintih) karena kesakitan
Rintih Mengerang (karena kesakitan dsb), mengeluh, mendesah

 

“Ayah… ayah…” igau adik dalam tidurnya tadi malam.

Racau Berbicara tidak karuan (waktu sakit, demam, dsb), mengigau
Igau Berkata-kata tanpa disadari seperti pada waktu tidur atau sakit
Celoteh Bercakap-cakap tidak keruan, mengobrol, mengoceh
Oceh Berkata-kata yang bukan-bukan, meracau, berceloteh

***

3# Berkata Menurut Isinya

*Selanjutnya, carilah contohnya sendiri😉

 

Perintah Berkata dengan maksud menyuruh melakukan sesuatu
Titah Berkata, memerintah (biasanya dari raja) yang harus dipatuhi
Saran Memberikan anjuran, menganjurkan, usul, untuk dipertimbangkan
Sumpah Menyatakan kebenaran dengan sumpah, berjanji dengan sungguh-sungguh
Janji Menyatakan bersedia dan sanggup untuk berbuat sesuatu
Kutuk Mengatakan (mengenakan) kutuk atau doa atau kata-kata yang dapat mengakibatkan kesusahan atau bencana kepada seseorang, menyatakan dan menetapkan salah (buruk)
Keluh Menyatakan susah (krn penderitaan, kesakitan, kekecewaan, dsb)
Gerutu Berkata terus-menerus dengan cara bergumam terus-menerus karena rasa mendongkol atau tidak puas dengan keadaan atau peristiwa yang dialami
Rajuk Bersungut-sungut, mengomel
Omel Marah dengan banyak mengeluarkan kata-kata, bersungut-sungut, menggerutu
Rutuk Menggerutu, mengomel, mencomel
Sindir Mengata-ngatai (mencela) seseorang, tetapi perkataan itu ditujukan kepada orang lain, mengkritik secara tidak langsung
Ejek Mengolok-olok (menertawakan, menyindir) untuk menghinakan
Cemooh Mengejek, menghina kepada, menertawakan
Cela Mengatakan bahwa ada celanya, mencacat, mengecam, mengkritik
Ledek Mengejek, menghina
Bentak Memarahi dengan suara keras
Hardik Mengatai-ngatai dengan kata-kata yang keras, membentak-bentak, memarahi
Semprot Memberikan kritik keras, memarahi, menggusari, mencera, mendamprat
Umpat Mengeluarkan umpatan, memuruk-burukkan orang, mengeluarkan kata-kata keji karena marah (jengkel, kecewa)
Maki Mengeluarkan kata-kata (ucapan) keji (kotor, kasar, dsb) sebagai pelampiasan kemarahan atau rasa jengkel dsb
Sembur Mengeluarkan kata-kata yang tidak patut (seperti memaki-maki, marah-marah)
Cerca Mencela keras, mencaci, memaki, menghinakan
Damprat Mencaci-maki
Labrak Mengata-ngatai (mencela dsb) dengan keras
Canda Berkelakar, bersenda gurau, berseloroh
Seloroh Bersenda gurau, berkelakar, berolok-olok

***

4# Berkata Menurut Tujuannya

Tanya Meminta keterangan (penjelasan dsb), meminta supaya diberi tahu (tt sesuatu)
Cecar Terus-menerus menanyai
Selidik Memeriksa, mengusut untuk mencari tahu dengan mencari informasi atau data
Jawab Memberi jawaban, membalas, menyahuti, memenuhi, menanggapi, sahut, balas
Sahut Jawab, membalas, menyambut
Timpal Mengimbangi, menimbangi, menjawab, membalas, menyahut
Sambut Menerima, memberi tanggapan (balasan, jawaban, reaksi, dsb) atas
Terang Menjadikan jelas, menguraikan dsb supaya jelas, memberi penjelasan
Jelas Menerangkan, menguraikan secara jelas, membuat lebih jelas
Papar Menguraikan dengan panjang lebar
Ungkap (2) Menerangkan dengan jelas, mengemukakan, menyatakan, memaparkan
Ralat Membetulkan, memperbaiki yang salah atau keliru
Ulang (Berbicara) lagi serupa dengan yang pertama, mengatakan hal yang sama
Lanjut Meneruskan perkataan, menyambung
Tambah Memberi tambah supaya menjadi banyak (lengkap)
Imbuh Memberi tambahan (tidak banyak)
Ringkas Memendekkan (cerita, pembicaraan), mengambil inti sarinya saja
Pungkas Mengakhiri
Tebak Menduga, mengira-ira, menerka
Terka Menebak, menduga, mengira, menuduh, menyangka, mendakwa
Sangka Menduga, mengira, mencurigai
Tuduh Menunjuk dan mengatakan bahwa seseorang berbuat kurang baik, melakukan perbuatan yang melanggar hukum
Tukas Mendakwa (menuduh) tanpa alasan yang cukup (asal menuduh saja)
Ancam Menyatakan maksud (niat, rencana) untuk melakukan sesuatu yang merugikan, menyulitkan, menyusahkan, atau mencelakakan
Ungkap Menunjukkan, membuktikan, menyingkapkan (tt sesuatu yang tadinya masih menjadi rahasia atau tidak banyak diketahui orang)
Ungkit Mengungkapkan sesuatu yang sudah berlalu
Harap Meminta supaya, berkeinginan supaya terjadi, mohon, minta
Pinta Meminta untuk diri sendiri, memohon
Desak Meminta (menganjurkan dsb) dengan sangat
Tuntut Meminta dengan keras (setengah mengharuskan supaya dipenuhi)
Ajak Meminta (menyilakan, menyuruh, dsb) supaya turut (datang dsb)
Bujuk Berusaha meyakinkan seseorang bahwa yang dikatakan benar, merayu
Rayu Meminta dengan membuat sedih, membuat iba
Panggil Mengajak (meminta) datang (kembali, mendekat, dsb) dengan menyerukan nama dsb
Goda Mengajak (menarik-narik hati) supaya berbuat dosa atau berbuat jahat, mengganggu, mengusik
Tolak Tidak menerima, menampik, tidak membenarkan
Tampik Menolak, tidak bersedia (mau) menerima
Bantah Melawan (menentang, menyerang) perkataan orang lain, menyangkal (pendapat, kabar, dsb), tidak membenarkan
Sangkal Mengingkari, tidak mengakui, tidak membenarkan, membantah, melawan, menolak
Protes Menyatakan tidak setuju, menyangkal, menentang
Kilah Berusaha memutarbalikkan kebenaran (dengan menyangkal), mencari-cari alasan
Elak Menghindar, melepaskan diri dari tuduhan (tanggung jawab dsb)
Hibur Menyenangkan dan menyejukkan hati yang susah
Puji Melahirkan kekaguman dan penghargaan kepada sesuatu (yang diangap baik, indah, gagah berani, dsb)
Sapa Menegur (mengajak bercakap-cakap dsb)
Tegur Mengajak bercakap-cakap, sapa-menyapa

***

PS: Ada 111 kata sebenarnya.

15 thoughts on “Bantuan bagi Para Penulis: 100 Kata Pengganti Kata “Kata”

  1. Tambah. 112

    Berkata menurut caranya.

    Kutip Mengambil perkataan atau kalimat dari buku dsb

    “Masa kecil teranja-anja, setelah besar terbawa-bawa,” kutip Pak Guru dari buku di tangannya.

  2. Terimakasih sudah berbagi ya🙂 ini bermanfaat sekali, lho! Saat menulis memang rasanya membosan menggunakan satu kata terlalu sering. Kendala lain yang sering saya temui adalah kata “dia” dalam bahasa kita yang tidak bisa secara langsung menunjukkan bahwa dia yang dimaksud laki-laki atau perempuan sebagaimana dalam bahasa inggris.

    • Tapi menurut saya, itu justru menarik. Terkadang dalam cerita kita ingin berahasia, membuat misteri tentang identitas seseorang. Kalau jelas gender orang yang ingin kita rahasiakan, tidak seru lagi, karena jadi mudah ditebak…😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s