Untuk Psikologi 30 Tahun Lagi Bag. 1: Awal Mula

Awal bulan lalu saya diminta oleh salah seorang dosen saya untuk membantu dalam sebuah pekerjaan “besar” di kampus. Pekerjaan ini adalah penyusunan rencana pengembangan kampus, terkhusus di bidang sains psikologi, untuk 30 tahun ke depan. Ini hanyalah satu bagian dari keseluruhan kerja, karena selain rencana untuk pengembangan sains psikologi, ada pula rencana untuk pengembangan psikologi terapan, pembangunan Indonesia SATU ABAD ke depan, dan good governance.

Tercemplungnya saya dalam pekerjaan ini saya rasakan sebagai hadiah lain dari berkesempatan belajar di Fakultas Psikologi UGM. Memang akan ada honornya, tetapi semua jadi terasa lebih, amat sangat lebih, karena rasanya saya ini sedang dibayar untuk belajar, bukan bekerja. Rasa syukur kepada Allah tak terkira: bisa ikut berkontribusi dalam pekerjaan untuk masa depan pengembangan ilmu di Indonesia, bisa bertemu dan berdiskusi dengan dosen-dosen, para doktor dan profesor di kampus, bisa berinteraksi dengan rekan-rekan mahasiswa yang lain, bisa belajar banyak dari mendengar pengalaman orang-orang, membaca banyak literatur, melongok perkembagan psikologi di dunia dan berbagai negara, dan mempraktikkan pengetahuan yang selama ini didapat. Syukur alhamdulillah, lagi-lagi bisa bermanfaat untuk fakultas.🙂

Tapi, ada satu hal yang penting, sebuah aspirasi yang rasanya seperti keberuntungan yang jatuh dari langit. Ingin sekali setelah lulus dari UGM langsung melanjutkan studi doktoral. Tentu saja, saya belum tahu bagaimana jalan menuju itu, tetapi rasanya sekarang ingin sekali setelah ini adalah bergerak ke arah itu. Ya, biar bisa berpikir secara lebih baik lagi, meneliti secara lebih baik lagi, menulis secara lebih baik lagi, dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara secara lebih baik lagi.🙂

Nah, sebagai awal mula, pendahuluan saja, saya cuma ingin memberikan sebuah pengantar bahwa dalam dua bulan ke depan saya akan menulis sebuah seri baru dengan judul “Untuk Psikologi 30 Tahun Lagi”. Seri ini akan berisi pengalaman selama berpartisipasi dalam pekerjaan kampus ini, wawasan yang diperoleh selama itu, juga mungkin pemikiran-pemikiran sendiri. Rasanya sayang sekali jika momen ini lewat begitu saja. Saya tidak tahu apakah di masa depan, selama 30 tahun ke depan, sampai usiaku 55 tahun, sudah jadi ibu-ibu tua, akan berkesempatan kembali ke kampus UGM ini, entah sebagai apa. Mungkin saja selain tesis dan macam-macam karya ilmiah yang kutulis dengan membawa identitas “mahasiswa magister psikologi UGM”, ini termasuk pemberian terakhir untuk kampus tercinta.

Saya ingin pula menambahkan, bahwa saya ingin mengajak teman-teman, terutama mahasiswa psikologi, untuk urun pendapat mengenai “Untuk Psikologi 30 Tahun Lagi”. Sangat menarik rasanya jika tahu seperti apa harapan mahasiswa psikologi, atau mantan mahasiswa psikologi. Ingin psikologi yang seperti apa? Mari kita kumpulkan bahan-bahannya dan masak bersama-sama🙂

Sudah, itu saja sebagai pendahuluan. Saya berdoa, semoga pekerjaan ini bermanfaat luas dan Diridhai Allah Swt. Aamiin… Semoga Allah membalas kebaikan semua guru dan orang-orang yang belajar sehingga psikologi bisa berkembang sejauh ini. Semoga psikologi di masa depan bersinar sama cerahnya.

Masa depan psikologi

2 thoughts on “Untuk Psikologi 30 Tahun Lagi Bag. 1: Awal Mula

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s