Memahami Islamisme Bag. 4: Mimpi-mimpi Islamisme

Utopia: ideally perfect state; especially in its social and political and moral aspects

Keinginan kaum Islamis sebetulnya sederhana. Mereka hanya ingin (orang) Islam gemilang, berjaya dan mendominasi (lagi). Tidak lebih.

***

1# Hakikat pemikiran dan gerakan sosial dapat ditelusuri pada konteks di mana pemikiran itu lahir

Sejarah hanya sedang berulang kembali. Ketika kemarin aku mereview biografi Ibn Taimiyyah seorang ulama sekaligus aktivis politik yang dianggap “bapak ideologis” Islamisme (Wahabi, Salafi, dkk) hari ini, aku menyadari satu hal penting tentang suatu kemiripan konteks:

Pemikiran “keras” Ibn Taimiyyah lahir dalam konteks dunia Islam pasca invasi Mongol sepanjang abad 13 yang mengobrak-abrik Kekhalifahan Abbasiyah. Pemikiran “keras” Islam Politik atau Islamisme saat ini pun lahir dalam konteks yang relatif sama, yaitu pasca kolonialisasi bangsa-bangsa Eropa atas dunia Islam (abad 18-20).

Secara psikologis dapat dimengerti bahwa situasi penghancuran fisik, pendudukan, dan penjajahan tentu mengakibatkan sesuatu yang memilukan pada jiwa (entah apa tepatnya).

Hal sangat menarik untuk diperhatikan pula, metode yang digunakan untuk keluar dari, apakah itu kesedihan, kegetiran, penderitaan, atau kemarahan, DAN KETERHINAAN pun sama.

Ibn Taimiyyah “mencari jawaban” dengan memandang ke arah generasi salaf sebagai yang ideal. Kaum Islamis saat ini memandang ke arah Islamic Golden Age abad 8-13, plus masa-masa lain yang dianggap gemilang, termasuk di dalamnya masa generasi salaf dan masa hidup Kekaisaran Ottoman.

Pemikiran dan gerakan-gerakan yang diciptakan, adalah cermin apa yang begitu didambakan (what is longed) di dalam sanubari, apa yang hilang atau tidak ditemukan di kenyataan (what is missing), apa yang lantas diimpikan dan diharapkan dengan sangat (what is desired).

Islamisme dari masa ke masa, dari luar tampak sebagai gerakan pembebasan dari kolonialisme dan hegemoni bangsa asing atas dunia Islam, tetapi merupakan gerakan pembebasan dari penderitaan dan rasa terhina.

Dan mereka pun mendapatkan dalil yang menguatkan (sebagai favorit): “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia…” (QS 3: 110). Umat terbaik tidak mungkin lemah, tidak mungkin dikuasai, tidak mungkin rendah, tidak mungkin bodoh, tidak mungkin miskin, tidak mungkin didominasi, tidak mungkin dijajah, tidak mungkin dihancurkan, tidak mungkin dipermalukan. Umat terbaik tidak mungkin realitasnya berlawanan sekali dengan apa yang ideal.

Akar pemikiran dan gerakan Islamisme: (Rasa) kehilangan kekuasaan. Mungkin tidak akan diakui atau bahkan disadari, motivasi yang mendasari: Kekuasaan.

Ini dapat dicek lewat penelitian psikologi. Kecenderungan pada Islamisme ditinjau dari tiga motivasi, apakah afiliasi, kekuasaan, atau prestasi. Hipotesisku: orang yang motivasi berkuasa (mendominasi) dan berprestasi (menjadi yang terbaik) adalah yang cenderung menjadi Islamis. Jika ditelusuri akarnya, mereka kuduga punya riwayat menjadi pribadi yang lemah/ didominasi oleh orang lain dan/atau riwayat kurang dihargai.

***

 

2# Utopia Islamisme

Akan ada negara-dunia yang penduduknya seluruhnya muslim, dipimpin oleh satu pemimpin tertinggi yang disebut Khalifah. Tempatnya di mana, aku tidak tahu. Mungkin akan mengambil seluruh daratan di Asia di mana seluruh muslim di dunia akhirnya bersatu, seperti yang dilakukan orang Israel saat ini dengan negaranya Israel.

Khalifah adalah seorang muslim terbaik dengan penguasaan ilmu agama yang superior, berakhlak tiada cela, hafal Al Quran, sangat taat beribadah, kharismatik, adil, baik hati, kuat, pemurah, cerdas, dan segala kualitas lain yang dikagumi. Gabungan Abu Bakar (lembut hati), Umar (tegas dan berani), Utsman (kaya raya dan pemurah), dan Ali (cerdas dan bijaksana) sekaligus. Tangan kanannya adalah ulama yang baik-baik semua, tangan kirinya adalah para menteri yang berintegritas semua. Panglima-panglima dan tentara-tentaranya tangguh-tangguh.

Semua muslim tinggal di satu negara yang sama. Di negara Islam ini tidak ada yang kafir, musyrik, dan munafik. Semua sejahtera lahir batin, hidup aman dan sentosa. Semua beribadah dengan bebas. Orang segala etnis dan ras ada di sini. Tidak ada diskriminasi apapun.

Keluarga-keluarga bahagia dengan anak yang saleh-salehah semua. Anak-anak alim-alim, pintar-pintar, patuh-patuh. Keluarga-keluarga besar di mana-mana dengan jumlah anak banyak, karena semua berlomba-lomba mewujudkan keinginan nabi yang ingin umat Islam terbanyak di akhirat nanti. Para suami begitu adilnya dan istri-istri mereka akur-akur semua layaknya saudara.

Perempuan dan laki-laki semua rupawan seperti bidadari dan bidadara. Perempuan dan laki-laki semua menjaga pandangan. Semua rendah hati. Perempuan semua berjilbab lebar dan bercadar. Semua laki-laki berjenggot, berjidat hitam, dan berwajah bercahaya karena selalu berwudhu. Perempuan dan laki-laki punya ruang-ruang sendiri dan terpisah. Perempuan tidak ada yang sendirian di tempat umum, tinggal di rumah dan menjadi ibu yang baik-baik semua.

Tidak ada orang miskin; tidak ada yang menerima zakat seperti zaman Umar II dahulu. Orang-orang mengerjakan pekerjaan yang prestisius dan bergajinya tinggi. Rumah-rumah dan bangunan indah-indah seperti istana Alhamra, Taj Mahal, dan yang seperti itu. Semua orang bisa berhaji dan umrah berkali-kali karena semua punya uang. Sedekah dan zakat bermilyar-milyar. Hewan kurban berton-ton setiap tahun dan selalu sisa-sisa.

Tidak ada orang jahat. Tidak ada kriminalitas karena semua orang religius dan patuh pada hukum Islam. Semua tempat aman dan tak perlu penjagaan dan polisi. Harta orang tak ada yang dicuri, jiwa orang tak ada yang dibunuh, kehormatan orang tak ada yang direnggut. Tidak pernah terjadi konflik sosial di sini, baik yang kecil maupun perang-perang besar. Semua aman, damai, sentosa.

Tidak ada orang bodoh. Semua orang sekolah dan banyak yang sampai S3 dan menjadi ulama. Banyak yang menjadi penemu, memproduksi ilmu pengetahuan yang mengagumkan. Universitas-universitas ternama di mana-mana, madrasah-madrasah ramai anak-anak mengaji. Semua ilmu berhasil diislamisasikan. Muslim penguasa ilmu pengetahuan. Daftar nama ilmuwan begitu panjang dan penghargaan bergensi diberikan setiap tahun dengan hadiah-hadiah yang luar biasa. Ilmu-ilmu agama sangat populer dan dikuasai semua orang.

Tidak ada maksiat. Hal-hal dan barang-barang haram punah semua. Tidak pernah tampak lagi keberadaannya. Tidak terlacak jejaknya: miras, makanan haram, judi, pacaran, zina, pornografi, musik, narkoba, rokok, pemerkosa, ilmu Barat, budaya-budaya tak syar’i. Semua budaya adalah Islami, lagu-lagu Islami, novel-novel Islami, puisi-puisi Islami, berita-berita Islam, kaligrafi, mode busana Islami, kuliner Islami. Al Quran terdengar di mana-mana.

Tidak ada masalah lingkungan. Hutan-hutan hijau laksana Firdaus terhampar, seindah padang gurun Arab, Gunung Elburz, Laut Mati, dan Samudera Hindia. Tidak ada banjir, tidak ada badai, tidak ada kekeringan, tidak ada cuaca ekstrem, tidak ada kebakaran hutan, tidak ada polusi, tidak ada gempa bumi. Sekalipun tambang minyak, batu bara, atau apapun di mana-mana, aneka barang tersebut tak habis-habis. Pabrik-pabrik tak mengeluarkan asap.

Perekonomian makmur sepanjang tahun. Barang-barang diproduksi dengan mudah dan berkualitas. Harga-harga murah, tidak ada permainan pasar. Semua orang jujur dan menggunakan sistem syariah. Negara adalah pengekspor dan tidak mengimpor apapun karena swasembada.

Rumah sakit tersedia di mana-mana, pengobatan gratis, orang-orang sakit sembuh. Tidak ada kecelakaan, karena jalan-jalan begitu sempurna dengan angkutan massal yang canggih. Semua orang hidup sampai tua dan tidak ada yang mati muda kecuali ditakdirkan Allah. Tidak ada kelaparan, tidak ada kekurangan bahan makanan, semua tersedia. Tidak ada orang lapar.

Dan negara ini tidak punya musuh sama sekali. Seluruh negara lain di dunia (jika ada) sangat hormat padanya, takut padanya, tidak berani mengganggunya, iri dan mendamba bisa maju sepertinya. Penduduk negara lain berlomba-lomba jadi warga negara dan tinggal di sana (seperti antusiasme pengungsi Syria ke Eropa sekarang), dengan cara apapun yang legal maupun menyelundup. Budaya negara ini begitu populer dan mendominasi dunia, seperti Korean Wave saat ini. Globalisasi adalah globalisasi gaya hidup Islam, ilmu pengetahuan Islam, dan apapun yang Islam.

Negara ini bertahan sampai hari akhir. Sejarahnya begitu bersinar dan tak ada peradaban lain yang menandingi. Segala tentangnya menjadi warisan dunia terbesar. Semua penduduknya mati khusnul khatimah, dalam kondisi tersenyum, dan masuk surga.

**Err… I cannot imagine more… -_- Is there anything better than this?

 

Paradise

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s