Poetry of The Week: Perjamuan Sang Bulan

Puisi selama Ramadan tahun ini… Ya Rabb, semoga dapat bertemu dengan Ramadan tahun depan, aamiin…

 

Sunrise

 

On religion we fight
Nothing is killed but prides
When wisdom comes and speaks
All should do is to listen

 

Nothing hurts you but your ego
Nothing humiliates but your blindness
Light is so real but clouds in your eyes
Night is so beautiful but you know only light

 

Yogyakarta, 23 Juni 2016

 

***

Tidak semua orang merasakan
Pemikiran itu… sama seperti seorang anak

Kau melahirkannya dan membesarkannya
Kau memberinya makan, juga busana
Kau ingin ia dewasa, jadi bermanfaat
Kau jaga dan tak ingin ia mati cepat

Kau tidur bersama ia
Kau makan bersama ia
Kau hidup bersama ia
Kau bahagia bersama ia

Namun,

Kau tak tidur juga karena ia
Kau tak makan juga karena ia
Kau tak hidup juga karena ia
Kau tak bahagia juga karena ia

Pemikiran yang dicintai adalah anak yang dicintai
Ia mendurhakaimu, tetapi ikatanmu tak lepas darinya
Kau doakan ia, agar ia lurus dan benar
Tapi mungkin, ia akhirnya menjadi jadi api dan sesal

Yogyakarta, 28 Juni 2016

 

***

 

A pearl covered in mud is no longer pearl
A man with mistakes is no longer man

Now you understand the differences
between man and God

One stucks in a reality
One owns all realities

 

Yogyakarta, 29 Juni 2016

 

***

Mimpi dalam mimpi yang indah sekali
tentang suatu perjalanan pulang
berada di tempat yang asing
tetapi sangat berbaik hati
aku tidak bersedih
tidak pula takut

Pemandangan-pemandangan indah
sore hari yang tidak gelap, mentari terus ada
laut biru yang jernih, pulau-pulau karang megah
kapal-kapal penuh orang pergi berlayar
orang-orang yang bersama sebagai teman
dan seorang anak kecil berwajah bercahaya
sangat tampan dan menyentuh hati

Aku pulang, membuka mata dengan takjub
pulang lagi, membuka lagi mata dengan takjub
mimpi dalam mimpi yang tak terlupa
meski entah apa artinya

 

Yogyakarta, 29 Juni 2016

 

***

 

Ada Tuhan dalam teori
Ada Tuhan yang kau alami

Kau tak tahu Ia
Teman bicara yang tak membalas kata
tetapi kau rasa mendengarkan
Teman berpersoalan yang kejam
memberi jawab hanya dengan diam

Ia yang pertama mempermalukanmu
yang pertama pula menghiburmu
hadiah-hadiah setelah engkau salah
adakah yang lebih baik dari itu?

Ia yang tak kau bagi dengan orang lain
milikmu seorang, khazanahmu sendiri
perasaan-perasaan dan pemahaman
yang tak punya dalil dan hukumnya
tak dapat salah, tak butuh dibenarkan

Melampaui imajinasi dan fantasi
bangkit dari lembar-lembar suci
Tuhan yang kau cari
ada di bumi

 

Yogyakarta, 1 Juli 2016

 

***

Memandang bintang-bintang
memancing perenungan
tentang jarak dan masa

Mengapa manusia Kau buat terhibur
dengan sesuatu yang tak terjangkau
oleh dirinya?

 

Semarang, 2 Juli 2016

 

***

Batas adalah dirimu sendiri, yang berkata dirimu bebas dan lepas dari apapun
Inginkan ikatkan diri pada Penguasa kebebasan dan segala ikatan
Tuhan yang menjadi tujuan adalah perjalanan itu sendiri
Ketersesatan hanyalah ujian; karena kau Dimiliki, pasti kau Ditemukan

Magelang, 9 Juli 2016

Sunset

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s