Lingkaran Syukur dan Perilaku Ibadah (yang Benar)

Ibadah: Berawal dari Syukur, Berakhir dengan Syukur 1# Anugrah Nur Ilahi (Hidayah) Ketahuilah, bahwa pertama kali hamba bergerak untuk beribadah dan menekuni jalannya adalah melalui buah pikiran yang datang dari langit, dari Allah dan pertolongan khusus-Nya. “Apakah kau kira sama orang yang dilapangkan hatinya oleh Allah dengan orang yang tidak dikaruniai kelapangan hati? Tentu tidak! […]

Tak ada kekhawatiran dan tidak pula bersedih hati…

Al Quran:   2: 38 Kami berfirman, “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang Petunjuk-Ku, maka barang siapa mengikuti Petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.   2: 62 Sesungguhnya orang-orang Mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman […]

Membangun Teori Psikologi yang Islami

Sedikit pengantar: Alhamdulillah, Jumat kemarin (4/11) diberi Allah kesempatan untuk mengikuti workshop pra konferensi internasional IAMP (International Association of Muslim Psychologists). Ada beberapa workshop, tetapi saya memilih “Islamic theory building” yang dibawakan oleh Pak Bagus Riyono dari UGM. Kegiatan workshop itu sendiri memberikan banyak insights, tetapi di luar itu ada diskusi yang kemudian saya lakukan […]

Ilmu tentang Gerak Hati (Kathir): Satu Pokok dalam Ilmu an-Nafs (Psikologi Islami)

Sedikit pengantar:   Hati manusia adalah adalah misteri kehidupan paling besar. Kita yang belajar psikologi akan tahu bahwa hampir-hampir tidak pembahasan tentang hati manusia di dalam literatur-literatur psikologi modern. Ada konsep tentang “human heart” dan pada kenyataannya orang pun banyak membicarakan tentang their heart, tetapi tidak ada teori yang berhasil menyelami hati sebagai entitias yang […]

Kritis terhadap Konsep Psikologis “Ridha”

Beberapa hari yang lalu mengikuti kuliah umum di grup WA Psikologi Islam tentang konsep ridha. Apa itu ridha: menerima dengan senang hati segala ketentuan Allah, baik nikmat maupun musibah. Konsep ini digadang-gadang sebagai “the paramount of Islamic well-being” karena secara normatif dalam Islam “tujuan hidup manusia adalah untuk mencapai keridhaan Allah.”   ***   Konsep […]

On Living Not Materialistically

Presented in The Second International Conference on Islamic Psychology (ICONIPSY) 2015 with theme “Contribution of Islamic Psychology to The World Civilization”, in Yogyakarta, October 9-16, 2015. May it be useful 🙂 *** ON LIVING NOT MATERIALISTICALLY: A STUDY ABOUT LIFE ATTITUDE ON MUSLIM STUDENTS Aftina Nurul Husna Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia aftina.nurul.h@ugm.ac.id ABSTRACT Desire […]

Mutiara Tasawuf untuk Diri dan Catatan untuk Psikologi Islami

1# Mutiara Tasawuf untuk Diri Tasawuf bukan ilmu yang ditulis dan dibaca saja, tetapi adalah ilmu yang diamalkan. Aku mendapatkan itu di bagian pembukaan buku Thariqat Menuju Kebahagiaan, karya Allamah Sayyid Abdullah Haddad. Setelah mendapatkan kalimat itu, aku menutup buku itu dan memutuskan mencukupkan membaca buku-buku tasawuf. Benar, tasawuf, sebagai (bagian dari) ajaran agama, tak banyak […]

Suatu Hari Bersama Rumi: Syair-syair Pilihan dari “Matsnawi”

Kebersamaan dengan Rumi adalah kebersamaan yang menyenangkan. Butuh bertahun-tahun bagiku untuk akhirnya menyentuh sebagian kecil Matsnawi-nya ini. Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan dulu, pada November 2006 ketika membeli buku berjudul Hari-hari Bersama Rumi: Ajaran-ajaran Harian Sang Maestro Sufi (Timothy Freke, 2003). Mungkinkah sebenarnya aku sudah tahu bahwa diriku di masa depan akan mencari dalam […]

Hidup dengan Tasawuf yang Benar: Persoalan Psikologi Sufi, Sejarah Perkembangan Tasawuf, dan Pemurniannya

Aku bersyukur dengan hidupku, setidaknya satu tahun sampai enam bulan terakhir. Aku memasuki secara lebih serius sebuah bidang ilmu yang sebelumnya hanyalah sebuah minat. Aku belajar tasawuf. 🙂 Tasawuf berkenaan dengan aspek batin ajaran agama. Aku memutuskan menghindari masuk dalam perdebatan di antara ulama fikih tentang status tasawuf, juga para murid dan pengikut mereka. Cukup […]

Bertanya pada Yang Membuat Hidup

Ada seseorang, ada beberapa orang, ada banyak orang, yang bertanya kepada Yang Membuat hidup, “Kenapa hidup saya ditakdirkan seperti ini?” Neges karo sing gawe urip… Ada orang-orang yang aku tahu berakhir menderita gangguan jiwa karena bertanya yang demikian. Mereka memaksa diri mereka dengan persoalan yang sesungguhnya sulit sekali diketahui jawabannya tanpa iman yang benar pada […]

Ilmu Laduni dalam Al Quran

Ini adalah jawaban sementara untuk seorang teman yang bertanya tentang apakah ilmu laduni dari perspektif psikologi. Aku berharap tulisan ini akan berkembang karena dia berjanji akan memberikanku copy dari risalah ilmu laduni karya Al-Ghazali. Insya Allah… 🙂 Sepertinya… seru ini kalau dibahas di kajian Psikologi dan Tasawuf. ***             Ini […]

Literatur untuk Psikologi Islami

Aku ingin memenuhi janji pada seorang teman yang minta dibuat daftar buku-buku apa yang sebaiknya dimiliki dan dibaca jika ingin mempelajari dan mengembangkan psikologi Islami. Daftar yang kubuat ini berdasarkan apa yang sejauh ini, alhamdulillah, kumiliki. Sebenarnya tidak mudah mengklasifikasikan sebuah buku apakah termasuk bidang psikologi Islami atau tidak, karena terdapat sejumlah buku-buku dengan tema […]

Hikmah dalam Buku “Agar Rezeki yang Mencarimu Bukan Kau yang Mencarinya”

Satu lagi buku yang kubaca dalam dua bulan terakhir. Agar Rezeki yang Mencarimu Bukan Kau yang Mencarinya (Zaman, 2014). Buku ini tergolong kitab klasik karena merupakan kumpulan nasihat dari delapan ulama besar Islam, yaitu: Imam al-Harits al-Muhasibi, Syekh Abu Thalib al-Makki, Imam al-Ghazali, Syekh ‘Abdul Qadir al-Jailani, Syekh Ibnu ‘Atha’illah as-Sakandari, Imam Yahya al-Yamani, Syekh […]

Mutiara Tasawuf untuk Psikologi Islami

Buku tasawuf pertama saya adalah “Humor Sufi”, kumpulan cerita-cerita pendek sufistik Nasruddin Hoja. Saya membacanya ketika masih sekolah dasar dulu, tanpa mengerti sebelumnya apa itu sufi atau tasawuf. Cerita-cerita itu hanya cerita, tetapi selalu teringat betul. Salah satunya begini: Seseorang mendatangi Nasruddin dan meminta fatwa atas permasalahan ke arah manakah dirinya harus menghadap ketika ia mandi di […]

Apa yang Aku Pelajari tentang Islamisasi Psikologi Bag. 2

Di artikel pertamaku dengan topik ini, aku mendapatkan respon berupa pertanyaan yang menarik dari seorang pembaca. Sesungguhnya aku berharap dia akan balas memberikan feedback atas jawabanku, tetapi rupanya tidak.  Aku menginginkan sebuah diskusi sehingga aku bisa mengetahui di titik mana aku telah lurus, di titik mana aku luput. Semoga orang itu datang kembali. *** Farid Ivoed says: […]