Diari Tesis Bag. 13: Pertolongan-pertolongan Allah

PERTOLONGAN ALLAH DI SEPANJANG JALAN JADI MAHASISWA DAN BUAT TESIS YANG BERKAH 🙂   1# Sampai “dibantu” Jokowi hehe   Waktu itu, tepat setahun lalu, sedang genting-gentingnya butuh analisis data cepet, jadinya perlu pakai software analisis data NVivo. Awalnya mau nebeng komputer kampus, karena waktu itu sekalian kerja bantu penelitian dosen. Tapi, nggak mungkin setiap […]

Reaching Dream Bag. 21: Antara Kerja, Karya, dan Cita-cita

1# Pascalulus S2 Belum diwisuda sih, tapi kalau sudah ujian tesis, itu artinya lulus. Alhamdulillah wa syukurillah… 🙂 Akhirnya aku merasakan apa yang dirasakan teman-teman. Kalau tidak menjadi yang ditanya, “Habis lulus mau ke mana?”, aku jadi yang bertanya, “Habis lulus ini mau ngapain?” Jawaban standar orang-orang ya bekerja; tapi juga ada yang inginnya senang-senang […]

Pelajaran dari Potongan-potongan Keajaiban

1# Ia selalu bilang kalau dirinya orang bodoh; selalu merasa bodoh dan tidak seperti orang-orang yang lebih maju. Aku benar-benar mengerti itu sehingga aku tidak berharap akan melihatnya menjadi pribadi seperti orang-orang dari kalangan ilmuwan dan cendekiawan yang selalu kita tahu karakternya. Ia selalu bilang kalau hanya karena keberuntunganlah (Rahmat Allah) ia bisa di posisinya sekarang […]

Diari Tesis Bag. 12: Menuju Ujian Tesis, A Slight of Remembering

Sedang deg-degan. Jadwal ujian tesis yang ditunggu-tunggu tidak juga keluar, padahal direncanakannya besok. Sepertinya bakal diundur. Semoga tidak lewat bulan Juli. Aamiin… Ya Rabb. *** Pemandangan di luar pagi ini indah sekali. Awan mendung menggantung di langit, dan bersamaan dengan terbitnya matahari, semua menjadi dramatis. Tahun ketiga di Yogya bukannya tidak terasa. Terasa betul hari-hari […]

Diari Tesis Bag. 11: Mari Persiapan Semhas! ^_^/

  Jika ditanya, takut atau tidak, jawabanku adalah tidak. Aku justru excited! Akhirnya seminar hasil juga. It is very much rewarding to reach this point, finally. Setelah proses penelitian, analisis data, dan penulisan hasil yang panjang, memusingkan dan melelahkan itu, akhirnya aku dapat sampai pada saat di mana hasil penelitianku akan dibaca dengan kritis dan […]

Diari Tesis Bag. 10: Apa Materialisme dan Antimaterialisme Itu Part 1

Aku tengah mengalami kesulitan. Entah apa sebabnya, aku merasa tidak mengerti apa yang sebenarnya kucari lewat penelitianku tentang antimaterialisme ini. Pertanyaan penelitiannya memang sederhana: seperti apakah sikap hidup yang tidak materialistis itu? Namun, ketika semua hal sudah dijalani, termasuk proses analisis data yang menguras tenaga dan pikiran itu, jawaban yang kuperoleh tidak sederhana. Aku menduga, […]

Dari Tesis Bag. 9: Aku Tidak Mengerjakan Tesisku

“Pencari kebenaran tidak akan dapat, sampai ia bercermin pada dirinya sendiri dan melihat apa yang telah dirinya perbuat. Kebenaran itu menjadi benar sampai diri lah yang menjadi saksi dan buktinya.” — Aku, yang merasa hina *** Aku tidak mengerjakan tesisku. Mungkin sudah hampir satu bulan. Lembaran-lembaran tesisku tak beranjak dari halaman itu, sementara satu demi […]

Diari Tesis Bag. 8: Terima Kasih :D

Kita tidak tahu seperti apa takdir kita. Kadang-kadang kita merasa beruntung, tetapi kadang-kadang pula rasanya keberuntungan itu pergi. Ya, ada saatnya hidup itu mudah. Ada saatnya hidup itu susah. Haha… sungguh manusia. Memang begitulah pembawaan dirinya: memikirkan diri sendiri dan kehilangan perspektif yang lebih besar dalam memandang kehidupan. Lama sekali tidak memperbarui diari tesis. Bulan-bulan […]

Untuk Psikologi 30 Tahun Lagi Bag. 5: 30 Tahun Lagi

Ada satu hal yang saya simpan saja selama ini, tetapi menjadi teringat kembali dengan baik karena kalimat-kalimat lama yang saya temukan lagi benar-benar mirip seperti yang saya simpan itu. “Bayangkan kamu menjadi anggota suatu dewan terkemuka yang tugasnya adalah merumuskan seluruh undang-undang bagi masyarakat masa depan. Mereka berkewajiban untuk mempertimbangkan setiap rincian, sebab begitu mereka sampai […]

Untuk Psikologi 30 Tahun Lagi Bag. 4: Kritiklah Psikologi (Islam)

1# Berangkat dari Keanehan dalam… Psikologi Islam Tema minggu ini adalah psikologi kritis (critical psychology), dan ini mengingatkan saya pada macam-macam hal, terutama yang terjadi ketika saya menjadi anggota kelompok studi pengembangan psikologi Islami di kampus dulu. Kelompok studi pengembangan psikologi Islami lahir dari pemikiran kritis yang menunjukkan kekurangan-kekurangan teori-teori psikologi yang diproduksi oleh ilmuwan-ilmuwan […]

Untuk Psikologi 30 Tahun Lagi Bag. 3: Pengetahuan Baru tentang Metode Penelitian

Apa yang saya kerjakan untuk membantu kampus menyusun rencana pengembangannya sampai 30 tahun ke depan pada dasarnya adalah penelitian demi penelitian. Uniknya, menariknya, dan bagusnya, penelitian-penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yang tidak pernah saya tahu (betul) dan tidak pernah saya lakukan sebelumnya. Ini sungguh menyenangkan. Pada luarnya kau tampak bekerja, tetapi jauh di dalam […]

Untuk Psikologi 30 Tahun Lagi Bag. 2: Kompleksitas Impian

Tadi siang, beberapa saat sebelum rapat dimulai, kami mahasiswa melakukan pembicaraan kecil dengan seorang dosen. Beliau bertanya kepada kami satu per satu, “Kamu pribadi ingin psikologi di masa depan seperti apa?” Singkatnya begitu. Itu pertanyaan yang sungguh sulit untuk dijawab. Ketika giliran saya tiba, saya hanya memberikan jawaban standar berkaitan dengan masalah yang klasik Indonesia-belum-punya-psikologinya-sendiri. Saya […]

Untuk Psikologi 30 Tahun Lagi Bag. 1: Awal Mula

Awal bulan lalu saya diminta oleh salah seorang dosen saya untuk membantu dalam sebuah pekerjaan “besar” di kampus. Pekerjaan ini adalah penyusunan rencana pengembangan kampus, terkhusus di bidang sains psikologi, untuk 30 tahun ke depan. Ini hanyalah satu bagian dari keseluruhan kerja, karena selain rencana untuk pengembangan sains psikologi, ada pula rencana untuk pengembangan psikologi […]

Semarang – Banda Aceh Bag. 14: “Di mana ada cinta, di sana Tuhan ada”

Semarang, 26 Juli 2015, 10:45 Setelah mencuci baju yang segunung dan membersihkan seluruh rumah yang penuh debu, tulisan ini dibuat. Ini akan menjadi yang terakhir dalam cerita perjalanan mudik dari Semarang ke Banda Aceh dan kembali lagi ke Semarang. Kami telah sampai dengan selamat di rumah kemarin. Aku memikirkan penutup apa yang bagus untuk ini. […]

Semarang – Banda Aceh Bag. 13: Terakhir dari Sumatera

Jakarta, 24 Juli 2015, 22:53 Malam ini insya Allah adalah malam terakhir di jalan. Besok bersamaan dengan datangnya hari baru, kami akan sudah di rumah. Perjalanan sepanjang hari tadi menyenangkan. Keluar dari penginapan kami di kota Menggala, Tulangbawang, kami kembali ke jalan lintas timur Sumatera. Kota Menggala memberikanku kesan tersendiri. Ia ada di daerah Tulangbawang […]