Reaching Dream Bag. 21: Antara Kerja, Karya, dan Cita-cita

1# Pascalulus S2 Belum diwisuda sih, tapi kalau sudah ujian tesis, itu artinya lulus. Alhamdulillah wa syukurillah… 🙂 Akhirnya aku merasakan apa yang dirasakan teman-teman. Kalau tidak menjadi yang ditanya, “Habis lulus mau ke mana?”, aku jadi yang bertanya, “Habis lulus ini mau ngapain?” Jawaban standar orang-orang ya bekerja; tapi juga ada yang inginnya senang-senang […]

Pelajaran dari Potongan-potongan Keajaiban

1# Ia selalu bilang kalau dirinya orang bodoh; selalu merasa bodoh dan tidak seperti orang-orang yang lebih maju. Aku benar-benar mengerti itu sehingga aku tidak berharap akan melihatnya menjadi pribadi seperti orang-orang dari kalangan ilmuwan dan cendekiawan yang selalu kita tahu karakternya. Ia selalu bilang kalau hanya karena keberuntunganlah (Rahmat Allah) ia bisa di posisinya sekarang […]

Reaching Dream Bag. 20: On Becoming A Researcher

Benar-benar aku mencari waktu agar dapat menuliskan ini. Di tengah hari-hariku merenung-renungkan saja perkembangan pengerjaan tesisku yang lambat, tiba-tiba aku duduk tegak tersadar akan sesuatu, bahwa aku ini seharusnya sangat bersyukur. Allah sedang mengabulkan satu doaku. Aku sungguh-sungguh ingin menjadi ilmuwan dan peneliti di bidang psikologi. Selalu bermimpi, suatu saat nanti aku akan menulis buku […]

Reaching Dream Bag. 19: Setelah Setengah Tahun Vakum

Aku punya banyak cerita. Kehidupan menjadi mahasiswa S2. Baru malam ini teringat untuk membuat catatan lagi dan setelah aku cek, benar saja, sudah enam bulan lamanya aku tidak memperbarui cerita tentang bagaimana aku berusaha mewujudkan satu mimpi. Sekarang sebaiknya aku memulai. 🙂 *** 1# Jadi Asisten dan Belajar Menjadi Dosen Aku ingin kelak menjadi dosen […]

Reaching Dream Bag. 18: Kau, Calon Ilmuwan Sosial

Agak sia-sia jika kau sudah memutuskan melanjutkan sekolah (dalam kasusku, di magister sains psikologi), tetapi tidak sadar atau tidak sedikit pun memiliki gambaran bahwa kau akan menjadi ilmuwan di masa depan. Menjadi seorang ilmuwan berarti menjadi orang yang hidup untuk mengetahui, yang sedikit banyak lebih mengerti tentang apa yang telah, sedang, dan akan terjadi, menjadi tempat […]

Reaching Dream Bag. 17: An Irony After the Course on “Theoretical Issues in the Study of Society and Culture”

Theoretical issues in the study of society and culture (TISSC)/ permasalahan-permasalahan teoretikal dalam studi kemasyarakatan dan budaya adalah tema seri kuliah pascasarjana yang, alhamdulillah, selesai hari ini. Kuliah ini diadakan dari tanggal 15 sampai 30 Januari 2014 ini, bertempat di Fakultas Ilmu Budaya, UGM. Kuliah ini mengundang Prof. Mark Hobart dari SOAS, University of London. […]

Reaching Dream Bag. 16: Dunia di Luar Tempurung

Tempurung itu adalah batas: diriku sendiri, bidang ilmuku sendiri. Kebutuhan untuk membebaskan dari tempurung tidak muncul sampai aku menyadari bahwa bukanlah hal yang lebih baik tetap tinggal di bawah lindungan dunia yang kecil dan sempit. Aku mereka-reka apa yang dibutuhkan dunia, berharap dapat memberikan sesuatu untuk membantu. Aku sampai pada keadaan di mana psikologi sendiri […]

Reaching Dream Bag. 15: Melihat pada Enam Bulan ke Belakang dan Enam Bulan ke Depan

Hehe ^^ Aku menunggu-nunggu bisa menulis tentang ini. Pengalaman belajar di Yogya sangat luar biasa. Senang dengan hidup yang dipacu setiap saat dengan target-target, tidak hanya terkait tugas kuliah, tetapi juga pengejaran-pengejaran pribadi. Setiap harinya aku merasa hidup. Aku bergerak. Aku membuat kemajuan. Aku tidak tahu seberapa telah-berubah aku yang sekarang jika dibandingkan dengan aku […]

Reaching Dream Bag. 14: Tegak Menghadapi Kesalahan

Ada bagian dari kesalahan yang membuat kita membenci diri kita sendiri. Tidak semua orang bisa biasa-biasa saja, atau cepat kembali menjadi seperti biasa, setelah melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Kesalahan memang sumber pelajaran, tetapi bagaimana pun rasanya tetap pahit dan mengaduk-aduk perasaan. Semua orang merasakan hal itu, begitu juga aku, betapa pun aku […]

Reaching Dream Bag. 13: Aku (Memilih) Mencintai Statistika

“Some people even hate the name of statistics, but I find them fully of beauty and interest. Whenever they are not brutalized, but delicately handled by the higher methods, and are warily interpreted, their power of dealing with complicated phenomena is extraordinary. They are the only tools by which an opening can be cut through […]

Reaching Dream Bag. 11: Menuju Kota (Penuh) Impian

Bertahun-tahun yang lalu, berbulan-bulan yang lalu, ini pernah menjadi mimpi yang, betapa pun statusnya masih “hanya mimpi”, kurasakan betul sulitnya mempertahankannya tetap sebagai mimpi. Apa-apa yang berada di alam keinginan tidak memiliki kepastian di kenyataan. Dan ketika dunia seakan memusuhimu, terasa sedikit pun tidak membantu atau memudahkan urusanmu, dan tampak yang diinginkan itu begitu jauh […]

Reaching Dream Bag. 10: Waktunya Meluas

Beginilah cara Allah memperingatkan. Beginilah cara Allah membuatku kembali pada arah perbaikan. Segala puji hanya bagi Engkau, Rabb Semesta Alam… *** I Suatu hari aku ditanya oleh direkturku, intinya, “Kamu suka sekali sama pekerjaanmu ini ya?” Dia bilang aku menghadapi laptop, membaca berbagai literatur, dan menuliskannya kembali dalam bentuk buku seperti orang makan cokelat dengan […]

Reaching Dream Bag. 9: Gigit!

Kalau aku diterima kuliah di Yogyakarta, aku akan meninggalkan pekerjaanku yang sekarang. Cuma dikontrak bekerja tiga bulan sejak Mei dan sekarang, masuklah bulan terakhir. Juli 2013. Hari ini tanggal 2. Aku merasakan sesuatu hal yang ironis. Rasanya mulai sedih akan tidak bekerja lagi. Aku ingat pengalaman wawancara kerja pertama. Si penanya mungkin tidak tahu, aku […]

Reaching Dream Bag. 8: Merenungkan Momen yang Bernama “Titik Balik”

“Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami mengembalikannya ke (tingkat) yang serendah-rendahnya.” (QS At Tiin 95: 4-5) *** Menyaksikan berita di salah satu saluran televisi nasional, masih tentang masalah suap impor daging sapi yang menyeret mantan presiden salah satu partai dan beberapa petingginya. Aku tidak salah kalau akhirnya berkomentar. Ya Allah, […]